Nehemia 8:11 Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (= NKJV …, sebab sukacita karena TUHAN itulah kekuatanmu!”).

Setelah masa pembangunan tembok Yerusalem selesai, pada bulan ketujuh, berkumpulah seluruh rakyat Israel di halaman di depan Pintu Gerbang Air, meminta Ezra seorang ahli kitab untuk membawa dan membacakan beberapa bagian kitab Taurat di hadapan mereka. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Peristiwa ini merupakan suatu kebangunan rohani terbesar yang pernah terjadi di masa PL, yang menunjukkan betapa besarnya kerinduan umat Allah untuk mendengarkan dan memahami apa yang tertulis dalam kitab yang dibacakan Ezra itu.

Dengan bantuan orang-orangnya yang cakap, Ezra mengajarkan bagian demi bagian dari kitab Taurat itu kepada seluruh umat Israel, termasuk kepada mereka yang baru kembali dari pembuangan di Babel. Setiap bagian dibacakan dengan jelas sambil diberikan keterangan-keterangan, sehingga apa yang dibacakan tersebut dapat dipahami dengan baik. Pemahaman tentang setiap kata dari kitab yang dibacakan tersebut membuat mereka sadar akan segala kesalahan dan dosa mereka. Hal inilah yang kemudian membuat mereka berdukacita dan menangis.

Saat melihat kesedihan tersebut, Nehemia dan Ezra beserta para imam Lewi yang mengajar umat Israel ketika itu meminta agar mereka tidak berlarut-larut dalam kesedihan, karena sesungguhnya saat itu bukanlah saat untuk berduka, melainkan saat untuk bersukacita. Berduka hati saat mendengar seruan pertobatan atas dosa-dosa yang diingatkan firman kepada mereka adalah sesuatu yang wajar. Namun kedukaan itu harus segera berganti dengan sukacita ketika ditindaklanjuti dengan tindakan untuk segera meninggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan di mata Tuhan. Dan sukacita yang timbul dari kesadaran untuk setuju dengan jalan-jalan-Nya Tuhanlah yang akan menjadi kekuatan bagi setiap umat-Nya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita memasuki tahun yang baru yang akan kita jelang dalam beberapa hari ke depan. Tuhan mau kita tetap kuat dan bergairah ketika memasuki tahun yang baru. Dan kekuatan yang dimaksudkan Tuhan tersebut bukanlah kekuatan yang berasal dari diri kita sendiri yang acapkali merasa diri kuat, melainkan kekuatan yang diperoleh saat kita bersukacita di dalam Tuhan. Dan sukacita yang dimaksud adalah sukacita saat kita memilih untuk setuju dengan jalan-jalan-Nya Tuhan, dan bukan jalan-jalannya kita.

Langkah sukacita apa yang harus kita lakukan sehingga menimbulkan kekuatan sejati di dalam Tuhan?
(1). Bagikanlah sukacita kita

Neh. 8:11a Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! 

Nehemia menasihatkan umat Israel untuk menanggalkan kesedihan dan menyuruh mereka memakan sedap-sedapan dan meminum minuman manis serta mengirimkannya kepada sesama saudara mereka yang tidak memilikinya. Yang dimaksud dengan sedap-sedapan dan minuman yang manis menurut kebiasaan orang Yahudi adalah makanan yang berlemak serta anggur kuno yang begitu nikmat ketika masuk ke dalam mulut. Biasanya mereka menikmati makanan dan minuman tersebut di hari-hari perayaan yang istimewa. Nehemia mengingatkan bahwa hari itu janganlah berduka karena mendengar teguran firman, tetapi bersukacitalah karena Tuhan mengasihi mereka sehingga diberikan-Nya firman itu kepada mereka, dan itulah makna hari perayaan yang sesungguhnya.

Tuhan mau kita bersukacita atas janji-janji yang telah Ia berikan kepada kita memasuki tahun yang baru ini. Yang Tuhan inginkan adalah agar kita percaya dan menikmati kebenaran janji-janji-Nya serta membagikan “lemak dan anggur” tersebut kepada mereka yang tidak memilikinya. Semakin kita membagikannya, maka sukacita Tuhan semakin melimpah, dan saat itulah kekuatan kita di dalam Tuhan menjadi semakin bertambah pula. Sebaliknya, semakin kita tidak menikmati kebenaran firman serta janji-janji-Nya, maka kita akan semakin kehilangan sukacita Tuhan di dalam hidup kita yang pada akhirnya melemahkan kita.

(2). Mengerti dan melakukan firman Tuhan

Neh. 8:13 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

Sebelumnya, tidak ada sukacita yang diperoleh umat Israel, sampai mereka mengerti dan melakukan apa yang mereka dengar. Semangat awal yang dimiliki saat meminta Ezra membacakan sebagian dari kitab Taurat tersebut surut dan berganti dengan kedukaan ketika mereka mendengar apa yang disampaikan Ezra. Firman itu terasa begitu berat di telinga sehingga mereka memilih untuk diam dan menangis. Seringkali kerinduan umat Tuhan untuk mendengar suara Tuhan berhenti sampai di level kerinduan saja, karena ketika mendengar suatu kebenaran firman Tuhan namun tidak setuju untuk melakukannya, maka dengan mudahnya mereka meninggalkan firman Tuhan tersebut. Dan hal inilah yang acapkali membuat umat Tuhan kehilangan sukacitanya.

Keberhasilan umat Tuhan untuk meresponi kebenaran firman Tuhan hendaklah tidak berhenti sampai tahap kerinduan untuk mendengar saja, tetapi harus sampai pada level membagikan dan melakukannya. Karena sesungguhnya, di titik itulah Tuhan telah menyediakan sukacita dan damai sejahtera yang sejati bagi setiap pelaku firman-Nya.

Rasul Paulus suatu ketika pernah menasihatkan jemaat Tuhan di Filipi untuk menyatakan damai sejahtera Allah saat kekuatiran melanda mereka. Awalnya mereka merasa bahwa hal itu terlalu sulit untuk dilakukan mengingat besarnya masalah yang dihadapi. Luar biasanya, rasul Paulus mengajarkan bagaimana cara damai sejahtera Allah bekerja, yaitu dengan melakukan apa yang telah mereka pelajari, apa yang telah mereka terima, dengar dan lihat dari diri rasul Paulus sendiri sebagai sebuah contoh keteladanan.  Flp. 4:9  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Mari umat Tuhan, seringkali kita membayangkan kekuatan yang kita rindukan dari Tuhan harus diperoleh dengan cara-cara yang sulit dan kerja keras di dalam Tuhan. Namun melalui pesan-Nya ini, Tuhan hanya meminta agar kita cukup bersukacita di dalam Dia. Karena sukacita yang ditimbulkan sebagai akibat respon kita yang benar atas kebenaran yang kita terima ternyata menghasilkan kekuatan dan benteng perlindungan. Dan itu sudah cukup bagi kita untuk memasuki tahun 2014 dan menikmati kemenangan demi kemenangan dari Tuhan. Amin!

Tuhan Yesus memberkati!

29 Desember 2013 – Sukacita Karena Tuhan Adalah Kekuatan Kita

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>