1 Korintus 3: 10- 11  (10) Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. (11) Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Rasul Paulus sedang menganalogikan keberadaan jemaat Tuhan sebagai sebuah bangunan yang sedang dibangun, dimana Sang Pemilik bangunannya adalah Allah Bapa. Sedangkan ia sendiri bertindak sebagai seorang ahli bangunannya. Seorang ahli bangunan (Yun. architekton) bertugas bukan hanya sekedar merancang bentuk sebuah bangunan agar tampak terlihat indah dari luar saja, namun juga bertugas memilih bahan-bahan material apa saja yang akan digunakan untuk mendirikan bangunan tersebut, termasuk meletakkan bahan yang benar untuk bagian dasarnya.

Tujuan semua itu adalah agar setelah ia meletakkan dasar yang benar di bagian bawahnya, jemaat dapat terus membangun di atasnya. Sehebat dan setinggi apapun keberadaan sebuah bangunan tidak akan ada yang dapat bertahan apabila tidak memiliki dasar yang kuat. Berkaitan hal ini rasul Paulus mengingatkan bahwa tidak ada dasar lain yang lebih kuat, selain dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus sendiri.

Hal yang sama, ketika suatu hari Yesus berbicara tentang pendirian jemaat Tuhan di hadapan murid-murid-Nya (Mat. 16: 18), Ia menekankan bahwa jemaat yang didirikan-Nya itu haruslah berada di atas batu karang, sehingga alam maut tidak akan menguasainya. Dan dasar batu karang yang Ia maksudkan adalah Diri-Nya sendiri. Artinya, keberadaan suatu jemaat Tuhan haruslah didirikan di atas kehendak dan kebenaran-Nya, dan dibangun dengan menggunakan bahan dan cara-Nya sendiri, agar mencapai tujuan yang Ia inginkan. Keberadaan jemaat yang didirikan dengan cara yang seperti itulah yang sudah pasti alam maut (Ing. gates of hell) tidak akan menguasainya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, bahwa segala bentuk tantangan dan masalah apapun yang mungkin terjadi atas kehidupan kita, tidak akan dapat menggoyahkan kita apabila kita tetap berdiri di atas dasar yang benar, yaitu Kristus dan kebenaran-Nya. Tantangan apapun yang mungkin kita hadapi ketika melaksanakan mandat Tuhan di Tahun Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera ini, tidak ada satupun yang akan dapat melemahkan dan meruntuhkan iman kita asalkan berjalan di atas dasar kebenaran yang sejati, yaitu firman Tuhan. Bahkan orang-orang yang memberitakan kebenaran dikatakan seperti suatu bala tentara yang kuat.

Oleh sebab itu, segala sesuatu yang kita lakukan, pastikan semuanya itu dilandasi oleh kebenaran yang sejati, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan pesan Tuhan di atas, antara lain:

(1). Dasar yang benar merupakan kekuatan bagi orang percaya

Amsal 10: 25  Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi.

Tuhan tidak pernah menjanjikan kepada orang percaya, bahwa barang siapa yang mengiring-Nya, maka segala sesuatu akan berjalan begitu mulus tanpa ada masalah sedikitpun. Tuhan juga tidak pernah mengatakan bahwa hari-hari yang kita jalani tidak akan pernah mengalami panas terik, ataupun hujan badai sekalipun. Satu hal yang Tuhan katakan adalah, apapun kondisi yang dialami setiap orang percaya, Ia tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita, bahkan Ia berjanji akan menyertai untuk memberikan kekuatan dan kemenangan.

Suatu ketika, murid-murid Yesus yang sedang berada di atas perahu mengalami terpaan angin. Terpaan yang dialami bukanlah sekedar angin akibat hujan lebat biasa, melainkan terpaan angin badai yang mengombang-ambingkan perahu sehingga hampir menenggelamkan murid-murid. Namun, apa yang akhirnya membuat angin dan badai menjadi tenang dan tidak menenggelamkan para murid? Yaitu ketika mereka melibatkan Yesus yang ada di dalam perahu bersama-sama mereka.

Apa yang seringkali membuat orang percaya hanyut terbawa arus ketika angin taufan melandanya? Jawabannya sederhana. Ketika mereka tidak mendasari kehidupannya dengan dasar yang benar. Orang fasik adalah orang percaya yang mendasari kehidupannya dengan sesuatu yang lain, selain Tuhan Yesus dan kebenaran-Nya.

(2). Dasar yang benar merupakan landasan iman bagi orang percaya

Ibrani 11: 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Apakah arti dari iman itu? Di dalam kebudayaan kita sering kali iman diartikan secara salah, yaitu mempercayai sesuatu yang diinginkan, namun tidak memiliki landasan kebenaran firman Tuhan, maupun janji Tuhan. Pada waktu Alkitab berkata tentang kebutaan, istilah itu digunakan salah satunya untuk menggambarkan orang yang berjalan di dalam iman yang salah. Kekristenan mengeluarkan orang dari kegelapan, bukan memasukkannya ke dalam kegelapan. Iman merupakan lawan dari kebutaan, bukan penyebab dari kebutaan.

Akar dari istilah iman adalah “percaya.” Percaya kepada Tuhan bukan merupakan suatu tindakan yang berdasarkan pada kepercayaan yang tidak beralasan. Yesus Kristus menyatakan Diri-Nya sendiri sebagai Pribadi yang patut dipercayai. Dia memberikan alasan yang cukup bagi kita untuk mempercayai-Nya. Dia membuktikan bahwa Dia setia dan layak untuk mendapatkan kepercayaan kita.

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan Tuhan kepada dirinya, yaitu: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, karena ia mendasari imannya dengan dasar yang benar.

Mari umat Tuhan, sebagai orang percaya, kita tidak luput dari berbagai tantangan dalam kehidupan, termasuk tantangan ketika membagikan kabar sukacita Allah. Namun, ketika kita mendasari hidup kita dengan dasar yang benar, tidak ada satupun yang dapat “menghanyutkan” kita dan membawa kita kepada pengharapan iman yang salah. Ayo maju terus di Tahun Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera Allah!

Tuhan Yesus memberkati!

26 Oktober 2014 – Memiliki Dasar Yang Benar

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>