Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku (MSG.: He’s a man whose heart beats to my heart,… = seorang yang memiliki detak jantung yang sama denganku …).

Detak jantung setiap manusia pada umumnya relatif sama. Faktor yang membedakan jumlah detak jantung permenit hanyalah tingkat usia dan tingkat kebugarannya. Jumlah detak jantung bayi permenit berbeda dengan anak-anak kecil, ataupun orang-orang dewasa. Jumlah detak jantung orang yang memiliki penyakit juga berbeda dengan orang yang berada dalam kondisi tubuh yang segar bugar. Dan jumalah detak jantung seorang olahragawan juga berbeda dengan orang yang jarang berolah raga.

Bagaimana kita dapat mengetahui detak jantung yang dimiliki orang lain? Kita dapat mengetahui detak jantung seseorang apabila kita diijinkan untuk meletakkan kepala kita di dada orang tersebut dan mendengarkan detak jantungnya menit demi menit. Dan kita dapat melakukan hal ini hanya apabila kita memiliki hubungan yang dekat dengan seseorang yang detak jantungnya kita dengar tersebut. Kita tidak dapat meminta kesediaan seseorang yang tidak dikenal yang kita temui di jalan dengan mengatakan “Bolehkah saya mendengarkan detak jantung Anda?” Hal itu tidak akan mungkin diijinkan.

Pada waktu melakukan perjalanan ke Anthiokia di Pisidia bersama kawan-kawannya, Rasul Paulus mendapat kesempatan untuk menyampaikan pesan Tuhan di sebuah rumah ibadah. Ia menjelaskan tentang pribadi-pribadi yang dipilih Tuhan sebagai pemimpin-pemimpin bagi bangsa Israel. Mulai dari para hakim, masuk ke zaman raja-raja, hingga tentang Yesus Sang Juruselamat. Ketika ia menjelaskan tentang Daud, seorang raja yang dipilih Tuhan untuk menggantikan Saul, mulailah Paulus menjelaskan tentang diri pribadi Daud yang dalam pandangan mata Tuhan adalah seorang yang sangat berkenan di hati-Nya. Apa yang membuat Daud begitu berkenan di mata Tuhan? Karena ia melakukan segala kehendak Tuhan di zaman ketika ia hidup.Pernyataan Tuhan mengenai “seorang yang berkenan di hati-Ku”, dalam terjemahan The Message ternyata memiliki makna “seorang yang memiliki detak jantung yang sama dengan detak jantung Tuhan. Betapa luar biasanya! Dan apa yang membuat Daud bisa mendengarkan detak jantung Tuhan? Semua tidak lain karena hubungannya yang sangat dekat dengan Tuhan. Dan inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, bahwa Tuhan ingin setiap kita menjadi orang-orang yang dapat “mendengarkan detak jantung-Nya Tuhan.”

Apa yang dimaksud dengan “mendengarkan detak jantung Tuhan”?
(1). Seorang yang tahu mendekatkan hatinya kepada Tuhan

Maz. 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Kedekatan Daud kepada Tuhan bukan karena semata-mata kedekatan dalam hal jarak. Memang Daud adalah seorang pemuji dan penyembah Tuhan yang kerap datang memuliakan Tuhan di rumah Tuhan. Bahkan ia dikenal sebagai pendiri pondok pujian yang dikenal dengan sebutan pondok Daud. Berbeda dengan Bait Allah yang dibatasi oleh sekat-sekat pembatas ruangan antara umat dengan para imam, maka pondok yang dibuat Daud tidak memiliki sekat pembatas lagi di dalamnya. Semua orang layak untuk mendekat kepada Tuhan. Namun Daud sadar, bahwa mendekat kepada Tuhan bukan berarti sekedar mendekatkan fisik tubuhnya ke tempat di mana Tabut Allah berada, namun juga termasuk mendekatkan hatinya kepada Tuhan.

Mendekatkan hati kepada Tuhan berarti datang kepada Tuhan dengan hati yang siap untuk diselaraskan dengan hati Tuhan. Daud bukanlah seorang yang tanpa dosa, namun ketika ia ditegur Tuhan langsung ia menyatakan pertobatannya tanpa berdalih-dalih, karena Daud telah mendapatkan hati Tuhan yang Mahapengampun. Daud juga menyadari bahwa Tuhan adalah kota benteng perlindungannya yang sesungguhnya, sehingga ketika ia takut dan datang kepada Tuhan, maka hatinya pun mengalami ketenangan dan tidak menjadi takut lagi. Tuhan memilih Daud menjadi raja bukan karena keberaniannya ataupun kegagahannya. Daud dipilih Tuhan karena hatinya.

(2). Seorang yang menangkap rencana Tuhan

2 Sam. 5:6  Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari.

Lama sekali Yerusalem di bawah kependudukan suku Yebus tidak dapat ditaklukkan oleh siapa pun. Bahkan semenjak bangsa Israel menduduki tanah perjanjian di bawah kepemimpinan Yosua sekali pun kota Yerusalem belum dapat ditaklukkan. Lama setelah itu ketika suatu hari Daud ditahbiskan untuk menjadi raja, dan kemudian hal pertama yang ia lakukan adalah pergi ke Yerusalem untuk menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Dan atas penyertaan Tuhan, akhirnya kalahlah suku Yebus dan kota Yerusalem dan kemudian dijadikan Daud sebagai pusat pemerintahannya. Tidak lupa ia membawa Tabut Allah dan menempatkannya di sana.

Apa yang dilakukan Daud, yaitu merebut Yerusalem bukanlah semata-mata atas keinginan hatinya, namun atas keinginan hati Tuhan. Daud menangkap bahwa tujuannya bukanlah sekedar menjadi raja bagi bangsa Israel, melainkan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama, sebagai Raja yang sesungguhnya atas seluruh umat manusia.

Mari umat Tuhan, Daud tidak melakukan semua itu atas dasar ambisi pribadinya, melainkan karena kehendak Tuhan yang ia tangkap lewat kedekatan hubungannya. Daud dikatakan berkenan kepada Tuhan karena ia mau “mendengarkan detak jantung Tuhan”, yaitu menangkap rencana Tuhan, menghidupinya dan melaksanakannya hingga tuntas. Sudahkah kita menangkap rencana Tuhan dalam hidup kita?

Tuhan Yesus memberkati!

25 Oktober 2015 – Mendengarkan Detak Jantung Tuhan

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>