2 Taw. 16: 9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh,…”

Ini merupakan perkataan peringatan nabi Hanani yang ditujukan kepada raja Asa, mengenai berubah setianya raja Asa kepada Tuhan. Raja Asa telah berlaku bodoh dengan mulai tidak mengandalkan Tuhan ketika raja Israel hendak berperang melawan kerajaan Yehuda yang dipimpinnya. Raja Asa mengandalkan emas yang dimilikinya dari pada kekuatan Tuhan. Padahal raja Asa sebelumnya dikenal sebagai seorang yang selalu mengandalkan Tuhan, khususnya ketika ia pernah diserang pasukan Etiopia sebanyak lebih dari satu juta orang, dan Tuhan memberinya kemenangan.

Pesan Tuhan bagi kita adalah bahwa ada mata Tuhan yang terus menjelajah ke seluruh bumi untuk mencari orang-orang yang masih memiliki kualitas seperti yang Tuhan inginkan. Dalam hal  kesetiaannya (=loyal heart), dalam komitmennya (=fully committed), dalam keteguhan imannya, dalam integritasnya, dll. Karena mungkin hari-hari ini kualitas seperti itu sudah merupakan “barang langka” dalam kehidupan orang percaya, tetapi biarlah Tuhan dapat menemukannya di antara kita.

Sesungguhnya untuk tujuan apa Tuhan mencari orang-orang tersebut? Dalam ayat di atas, dikatakan Tuhan bermaksud melimpahkan kekuatan-Nya (Ibr. Chazaq), ternyata kata tersebut mengandung arti bukan saja kekuatan, tetapi juga keberanian, pemulihan, pertolongan, perbaikan, bahkan perlindungan. Bukankah hal-hal tersebut adalah sesuatu yang kita cari selama ini? Ketika manusia mencari kuantitas, Tuhan lebih mencari kualitas.

Kualitas-kualitas apa saja yang Tuhan inginkan? Beberapa di antaranya adalah:

(1). Seorang yang melakukan kehendak Tuhan.
Kis. 13: 22  …Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Ketika Tuhan menemukan Daud, seorang yang berkenan di hati-Nya, seolah-olah Tuhan berbuat seperti seseorang yang baru saja  menemukan harta terpendam yang sudah lama dirindukan. Karena pada masa itu Tuhan sangat merindukan adanya orang-orang yang mau memprioritaskan hidupnya untuk mendekat, menyembah, mengagungkan, sekaligus mencari dan melakukan  kehendak Tuhan. Dan akhirnya Tuhan dapatkan semua itu dari seorang yang bernama Daud.

Hal yang sama yang dirindukan Tuhan pula pada masa sekarang ini, yaitu Tuhan masih mencari orang-orang yang memiliki komitmen dan prioritas seperti Daud. Bukankah dalam Yoh. 4: 23 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki (= seek, mencari) penyembah-penyembah demikian”. Dan biarlah Tuhan menemukan itu ada pada kita.

Ternyata ketika Tuhan mendapatkan pribadi yang berkenan kepada-Nya, Ia juga berjanji mau berurusan dengan generasi selanjutnya dari orang tersebut, terbukti dalam Kis. 13: 23 kepada Daud Tuhan berjanji untuk melahirkan seorang pribadi yang sangat luar biasa kelak dari keturunannya, yaitu Yesus, Juruselamat bagi umat manusia. Bukankah kita juga punya kewajiban untuk mempersiapkan generasi penerus? Biarlah itu dimulai dari kita terlebih dahulu.

(2). Seorang yang mau mendengar dan mengikuti suara Tuhan.
1 Raj. 22: 6- 8  (7)Tetapi Yosafat bertanya: “Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?”

Ketika raja Israel (Ahab) mengajak raja Yehuda (Yosafat) untuk berperang melawan Ramot Gilead, raja Yosafat meminta untuk terlebih dahulu menanyakan petunjuk Tuhan lewat seorang nabi, maka dipanggilnyalah empat ratus nabi oleh raja Ahab, dan kesemuanya mendukung raja agar pergi berperang, namun Yosafat ragu akan pernyataan empat ratus nabi tersebut, sehingga ia menanyakan apakah tidak ada nabi lain yang berkata atas suara Tuhan. Akhirnya didapatilah seorang nabi bernama Mikha yang berkata benar.

Keempat ratus nabi berbicara mewakili orang-orang yang berkata-kata hanya untuk menyenangkan manusia saja (raja, pemimpin, atasan, teman, dll), orang percaya yang tidak berani berkata benar, orang yang tidak memiliki integritas (tidak melakukan sesuai yang diucapkan). Kadang orang tidak berani berkata benar karena takut menyinggung atau melukai perasaan orang lain, tetapi ingat bahwa bukankah kita juga bisa meminta hikmat kepada Tuhan agar dapat menyampaikannya dengan baik dan tepat. Hari-hari ini Tuhan masih terus mencari orang-orang yang dapat menjadi saluran perkataan-Nya Tuhan.

(3). Seorang yang memiliki firman.
2 Raj. 3: 11- 12. ..“Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.” Berkatalah Yosafat: “Memang padanya ada firman TUHAN.”

Pengalaman raja Yosafat untuk menanyakan petunjuk Tuhan untuk berperang kembali terulang, ketika kali ini raja Yoram (anak Ahab yang menjadi raja Israel) mengajak Yosafat untuk memerangi Moab. Yofasat kembali menanyakan bahwa tidak adakah nabi yang memiliki firman. Akhirnya, didapatilah kriteria itu ada pada seorang nabi bernama Elisa. Sesuatu yang langka di masa itu.

Pengalaman Yosafat tentang nabi pada zaman itu sudah begitu ia pahami, bahwa ada nabi yang memiliki firman, namun ada juga yang tidak memiliki firman. Ada nabi yang berkata-kata untuk menyenangkan hati orang, tetapi ada yang berbicara untuk menyenangkan hati Tuhan. Bukankan ini mengingatkan kita bahwa hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan generasi Elisa,yaitu generasi yang masih “memiliki” firman, dan generasi itu adalah kita dan anak-anak kita.

Ketika dikatakan memiliki firman biarlah kita menjadi orang-orang yang bukan sekedar tahu dan hafal firman saja, tetapi juga menjadi orang yang mewujudkannya lewat menghidupi nilai-nilai kebenaran firman tersebut dalam kehidupan keseharian kita.

Mari umat Tuhan, kriteria-kriteria ini terdengar seperti beban bagi kita umat-Nya, namun mata Tuhan tetap menjelajah ke seluruh bumi untuk mencari orang-orang yang demikian, dan biarlah itu ditemukan masih ada pada setiap kita. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

 

19 Feb 2012 – Tuhan Mencari Satu dari Sekian Banyak (Tuhan memilih pemimpin bag. ke-3)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>