Kej. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Apakah yang membuat seorang pelari dapat menyelesaikan seluruh perlombaan dengan baik dan memenangkan hadiah di akhir perlombaannya? Jawabannya adalah apabila sejak awal ia mengetahui segala sesuatu mengenai perlombaan yang akan ia ikuti, berapa putaran yang harus ia tempuh, dan hadiah apa yang akan diterima sang pemenang.  Hal apa pulakah yang membuat seorang insinyur dapat menyelesaikan pembangunan sebuah rumah dengan baik, sesuai dengan keinginan sang pemilik rumah? Yaitu apabila si insinyur membangun rumah tersebut sesuai dengan gambar rencana awal yang telah didesain sebelumnya oleh seorang arsitek atas dasar keinginan sang pemilik. Persamaan dari proses pengerjaan berdasarkan contoh-contoh di atas adalah bahwa segala sesuatunya harus dimulai terlebih dahulu oleh adanya sebuah rencana utama sejak awal.

Pesan Tuhan bagi kita adalah agar setiap kita mengetahui dan mengingat kembali akan rancangan utama Allah mengenai tujuan Ia menciptakan manusia di bumi ini. Keberadaan kita di bumi saat ini bukan sekedar untuk membuat bumi penuh sesak dengan jumlah penduduknya yang kian bertambah padat dari waktu ke waktu. Kita dilahirkan di bumi bukan untuk sekedar hidup, berjuang, dan kemudian meninggal suatu hari nanti. Saat ini kita ada di bumi karena ada suatu tujuan Allah yang luar biasa dalam hidup kita dan Tuhan mau agar setiap kita sungguh-sungguh menyadarinya. Ef. 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Berdasarkan pernyataan Allah dalam kitab Kejadian di atas, ada beberapa hal yang dapat kita tangkap:

(1). Keluarga adalah institusi atau lembaga pertama yang diciptakan Allah

Kej. 1:28 Allah memberkati mereka (laki-laki dan perempuan), lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; . . . berkuasalah . . . .

Keluarga atau pernikahan bukanlah sekedar lembaga yang diciptakan dengan tujuan agar setiap laki-laki dan perempuan, siapapun mereka, dapat hidup bersama dan memiliki anak. Tuhan mau kita memahami bahwa keluarga adalah institusi pertama di bumi yang diciptakan Allah dengan tujuan agar rencana Allah untuk bumi dapat digenapi lewat kehadiran keluarga yang dibentuk oleh Tuhan. Keluarga yang Tuhan maksud adalah keluarga yang terdiri dari sepasang laki-laki dan perempuan yang menangkap tujuan dan rencana Allah (dibuat serupa dan segambar dengan Allah), dipersatukan dalam sebuah pernikahan yang kudus di hadapan Tuhan Yesus (Allah memberkati mereka), kemudian barulah pasangan ini melahirkan keturunan ilahi yang siap untuk melaksanakan rencana Allah di bumi (beranak cucu, bertambah banyak, serta berkuasa atas bumi).

Memasuki tahun 2012, Tuhan memberi kita visi mengenai “Generasi Elisa”. Melalui visi ini Tuhan sedang mengingatkan kita akan pentingnya keluarga orang percaya, sekaligus memberi tugas kepada kita untuk mempersiapkan keturunan yang siap untuk melaksanakan rencana Tuhan yang luar biasa atas bumi. Hari-hari ini kita masih mendapati ada begitu banyak anak-anak yang lahir begitu saja sebagai hasil dari suatu hubungan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Selain itu, ada begitu banyak anak-anak muda (bahkan dari kalangan orang percaya) yang hidup dalam keterikatan narkoba, seks bebas, pornografi, games, TV, komputer, dll. Ini merupakan suatu bukti bahwa masih banyaknya orangtua yang tidak menangkap rencana Tuhan bagi sebuah keluarga Ilahi.

“Generasi Elisa” bukanlah suatu generasi yang terjadi begitu saja secara tiba-tiba, melainkan suatu generasi yang sejak semula dipersiapkan dengan baik. Generasi ini lahir bukan semata-mata sebagai suatu produk pendidikan di sekolah formal ataupun di gereja, melainkan generasi yang lahir dari orangtua yang takut akan Tuhan, yang menangkap rencana Allah, dan yang  mendidik anak-anaknya dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef. 6:4).

(2).  Diberkati untuk memberkati

Kej. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: . . . .

Hal pertama yang Allah lakukan segera setelah Ia selesai  menciptakan manusia, yang segambar dan serupa dengan diri-Nya itu, adalah memberkati manusia itu. Setelah memberkati manusia, kemudian barulah Allah berfirman dan memberi tugas kepada manusia tersebut. Apa maksud dan tujuan Allah di balik semuanya ini? Seringkali, manusia (orang percaya) merasa dirinya tidak mampu saat ia menerima tugas dari Allah. Ingatlah, bagaimana pada awalnya, Musa menolak tugas dari Allah. Musa menolak tugas yang Allah percayakan kepadanya karena ia memandang dirinya tidak mampu mengemban tugas Kerajaan Allah tersebut. Banyak kali, orang percaya meragukan pemeliharaan Allah atas hidupnya, merasa ragu untuk menyerahkan hidupnya kepada Allah, takut untuk hidup bergantung dan berjalan bersama Allah. Sesungguhnya, Allah tidak akan memberi tugas kepada orang percaya tanpa Ia sendiri yang memberkatinya terlebih dahulu sebelum orang percaya melaksanakan tugasnya. Allah sangat mengerti bahwa untuk berhasil melaksanakan tugas yang Ia berikan, manusia membutuhkan berkat dan pertolongan yang datang dari Allah sendiri.

Berkat tersebut sesungguhnya mengandung makna pemeliharaan Allah (berkat rohani-jasmani), kekuatan, potensi, kemampuan, kuasa dan otoritas. Bahkan, setelah karya penebusan Yesus di atas kayu salib, berkat tersebut diperkuat dan dimateraikan-Nya dengan dicurahkan-Nya Roh Kudus atas diri orang-orang percaya (murid-murid Kristus).

Dengan berkuasanya Roh Allah dalam diri orang-orang percaya inilah, maka setiap kita telah “dimampukan” untuk melaksanakan tugas Kerajaan Allah, bahkan tampil menjadi saluran berkat-Nya. Dan semua ini sesungguhnya sudah ada dalam “masterplan”-Nya Tuhan sejak semula, dan Tuhan mau  agar setiap kita memahaminya.

(3). Warga Kerajaan Sorga yang memerintah di bumi

Kej. 1:28  . . . “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Perintah di atas tidak berarti bahwa agar setiap orang percaya harus melahirkan anak sebanyak-banyaknya dan memperlakukan bumi dan binatang dengan seenaknya, melainkan mengandung makna agar orang percaya berkuasa dan memerintah di bumi, sehingga rencana Allah agar Kerajaan Allah hadir di bumi dapat terlaksana melalui gaya hidup Kerajaan dari anak-anak Tuhan.

Pesan Tuhan beberapa minggu lalu sudah mengingatkan kita, bahwa meskipun kita tinggal sebagai warga negara Indonesia di bumi, namun kewargaan kita yang sesungguhnya adalah warga Kerajaan Sorga. Kita adalah duta Kerajaan Sorga yang berfungsi sebagai pembawa kebijakan, keharuman, serta kuasa dari Kerajaan yang kita wakili. Ketika orang percaya menyadari siapakah dirinya dan berjalan di dalam aturan, kuasa, dan otoritas kerajaan Allah, maka dampak yang akan terjadi adalah tanda-tanda dan mujizat menyertai orang percaya ke manapun ia pergi, di mana pun ia berada. Ingatlah akan kisah murid-murid Yesus yang tercatat dalam Kisah Para Rasul, dimana banyak orang menjadi percaya melalui pelayanan murid-murid Yesus yang tersebar di “market place”, sehingga bumi dipenuhi kemuliaan Kristus.

Umat yang dikasihi Tuhan, kita diingatkan kembali akan rencana utama Allah atas bumi melalui keberadaan kita. Meskipun rencana tersebut sempat terganggu akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa, namun sesungguhnya rencana Tuhan tidak akan pernah gagal. Melalui karya penebusan Yesus Kristus di atas kayu salib, rencana Allah kembali berjalan sesuai dengan “masterplan’ Allah. Tugas kita adalah menerima tugas tersebut dan melaksanakannya dengan penuh rasa tanggung jawab, hingga tuntas. Dan percayalah bahwa Tuhan sudah memberkati kita dan Dia sendiri yang akan membuat kita berhasil untuk melaksanakan tugas tersebut. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

17 Juni 2012 – God’s Masterplan/Rencana Utama Allah (Warga Kerajaan Sorga – Bag. 3)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>