Yunus 1:5a. Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya.

Kondisi seperti ini sangat umum terjadi pada kapal-kapal laut semi tradisional ketika mereka menghadapi gelombang badai di tengah lautan. Untuk menghindarkan kapal dari tenggelam, biasanya nakhoda pertama-tama memutuskan untuk meringankan beban kapal terlebih dahulu, yaitu dengan cara membuang segala muatan yang dianggap tidak berguna dan hanya memberatkan kapal saja. Tujuannya tidak lain agar kapal yang sudah lebih ringan itu akan lebih mudah mengikuti arah dan gerakan gelombang laut.

Pesan Tuhan minggu ini masih berbicara tentang langkah kaki pengiringan kita kepada Tuhan. Tuhan sedang menaruh perhatian kepada arah langkah dan kekuatan kaki kita dalam mencapai garis akhir yang sudah Tuhan tetapkan agar kita semua mengakhiri pertandingan kita dengan baik. Perjalanan yang kita tempuh memang tidak selalu berlangsung mulus. Kadang harus melewati suatu keadaan yang disebut “lembah baka”, yaitu sebuah keadaan yang panas terik seperti perjalanan di gurun pasir. Namun kadang ada juga kondisi dimana kita harus berhadapan dengan terpaan angin badai, ibarat kapal laut yang sedang menghadapi gelombang akibat angin sakal.

Biasanya, dalam kondisi seperti ini nakhoda kapal laut harus segera melakukan konsolidasi untuk memutuskan muatan mana yang harus dibuang ke dalam laut terlebih dahulu untuk meringankan beban kapal. Saat ini Tuhan juga mau kita melakukan “konsolidasi” ketika dalam perjalanan pengiringan kepada Tuhan kita menemukan berbagai kondisi seperti yang telah disebutkan di atas.

Konsolidasi memiliki arti mengumpulkan bagian-bagian yang tadinya berceceran untuk dikumpulkan kembali menjadi satu kesatuan, termasuk di dalamnya membuang bagian-bagian yang tidak berguna dan yang usang, lalu memfungsikan kembali bagian-bagian yang berguna yang sebelumnya mungkin tidak terperhatikan. Di dalam Kristus, Tuhan ingin kita menyediakan suatu waktu untuk melakukan konsolidasi atas langkah pengiringan kaki kita kepada-Nya. Di momen ini, Tuhan mau kita mengambil keputusan untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak berguna di dalam hidup kita, dan memfungsikan kembali hal-hal yang utama, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan murni kembali secara keseluruhan. Apabila konsolidasi ini dilakukan dengan tepat maka kita akan menjadi semakin solid dengan Kristus dan kembali memperoleh fokus yang tajam akan Dia, sehingga pada gilirannya memiliki langkah yang akurat dalam mencapai tujuan Tuhan.

Ada banyak hal yang harus dikonsolidasikan kembali, beberapa di antaranya adalah:
(1). Konsolidasi visi Tuhan

Kej. 13:14-15 … “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Tuhan tidak memberikan begitu saja tanah-tanah di wilayah timur, barat, utara, dan selatan, tetapi memperlihatkannya terlebih dahulu dari jauh kepada Abraham, apa yang akan ia dan keturunannya peroleh suatu hari nanti. Tujuannya adalah agar Abraham dapat membayangkannya terlebih dahulu, lalu mempersiapkan diri dan keturunannya, bahwa mereka akan memiliki semuanya itu kelak. Tuhan mau gambaran akan visi dari Tuhan ini terus tertanam dan terbayang di hati dan pikiran Abraham senantiasa.

Lewat visi yang terus menerus didengungkan dan divisualisasikan dalam hidupnya inilah maka Abraham dapat berjalan melewati segala keterbatasan serta mampu merobohkan semua benteng-benteng penghalang, terutama di saat fakta mengatakan bahwa Abraham tidak mungkin memperolehnya. Oleh sebab itu, adakah selama ini Anda telah memiliki visi Tuhan, atau setidaknya adakah visi tersebut terus divisualisasikan di hati dan pikiran Anda. Jika belum, lakukanlah.

(2). Konsolidasi waktu

Ef. 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Seorang hamba Tuhan bernama Myles Monroe sebelum meninggal pernah mengajarkan dalam kotbahnya bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat penting, sehingga manusia tidak bisa mendaur ulangnya kembali. Berbeda dengan uang. Uang dapat hilang, namun uang dapat diperoleh kembali. Ia mengatakan bahwa waktu adalah sebuah komoditi atau “kurs mata uang” yang berlaku universal. Semua orang, baik kaya maupun miskin memiliki kuantitas yang sama akan waktu setiap hari. Tinggal bagaimana masing-masing menggunakannya. Seringkali, yang satu memaksimalkannya dan yang lain justru menghambur-hamburkannya.

Agar hidup kita mengalami restorasi ke posisi yang lebih baik, maka kita perlu merestrukturisasi cara bagaimana kita menggunakan waktu-waktu kita. Kita tidak dapat menggunakan pola yang lama, yaitu membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna lalu mengharapkan ada perubahan yang berarti terjadi dalam hidup kita. Bagian penting dalam proses konsolidasi hidup adalah tahu bagaimana memisahkan yang penting dan tidak penting untuk dilakukan.

(3). Konsolidasi sistem nilai kehidupan

Maz. 26:2-3 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

Daud tidak segan-segan memberikan waktu untuk datang ke hadirat Tuhan memohon Tuhan untuk mengoreksi hidupnya. Dia menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang mampu menyelidiki hati dan batin setiap manusia. Ia sadar bahwa setulus-tulusnya dan sejujur-jujurnya manusia hidup pasti tidak luput dari segala kesalahan yang tidak disadarinya. Atau manusia hidup dengan nilai-nilai yang baik di satu sisi, namun ada nilai-nilai lemah yang perlu diperbaiki di sisi lainnya. Dan Daud datang untuk mengkonsolidasikan semuanya itu di hadapan Tuhan.

Albert Einstein pernah berkata, “Janganlah mencoba untuk menjadi pribadi yang sukses, tetapi jadilah pribadi yang memiliki nilai luhur dalam hidupmu.” Oleh sebab itu, mari jemaat Tuhan, melalui waktu yang kita sediakan untuk mengkonsolidasi ulang hidup ini kita akan menjadi pribadi yang lebih berintegritas. Berintegritas dalam pemahaman akan visi Tuhan, dalam penggunaan waktu, dan dalam meningkatkan nilai-nilai luhur dalam hidup kita. Percayalah, restorasi yang luar biasa akan menjadi bagian dalam hidup ini.

Tuhan Yesus memberkati!

16 Agustus 2015 – Konsolidasikan Langkah Kaki Kita

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>