Yes. 55: 1- 13 (1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

Ayat-ayat dalam perikop di atas mengisahkan bagaimana Allah melalui nabi Yesaya berseru dan memanggil kembali bangsa Israel yang selama itu sibuk mencari sesuatu yang sia-sia, yang sifatnya hanya untuk memuaskan jasmani mereka untuk sementara waktu. Banyak waktu yang telah disia-siakan bangsa Israel untuk mencari sesuatu yang mereka pikir berguna bagi hidup mereka, padahal Allah memanggil mereka karena Ia telah menyediakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi mereka, yaitu persekutuan-Nya dan berkat.

Lagi-lagi, inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita, bahwa Tuhan memanggil kita karena Ia telah menyediakan air sejuk berlimpah untuk memuaskan rasa dahaga kita. Ia juga memanggil siapa yang letih lesu karena Ia mau memberikan kelegaan dan kekuatan yang baru. Sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa yang dimaksud dengan air tersebut adalah kepenuhan Roh Kudus Allah yang bukan hanya berfungsi untuk sekedar memberikan kesegaran bagi siapa yang mereguknya, namun juga akan membukakan kepada kita jalan yang membawa kita kepada hal-hal yang dahsyat ketika kita mengikuti aliran-Nya.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan melalui pesan di atas, yaitu:

(1). Rancangan Tuhan berbeda dengan rancangan kita.

Yes. 55: 8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Sejak dari semula (ay. 1- 2) Tuhan sudah memperingatkan bangsa Israel bahwa jalan yang mereka tempuh adalah suatu jalan yang sia-sia, yang tidak akan membawa kebaikan apa-apa bagi mereka. Namun mereka tidak menghiraukannya, karena mereka pikir itu adalah jalan yang baik bagi mereka. Dari semula Tuhan sudah menyerukan kepada mereka, bahwa sudah begitu banyak waktu yang mereka sia-siakan demi untuk mencari hal-hal yang tidak berfaedah. Namun mereka tidak mau mendengarkannya, karena mereka pikir hal itu pasti berguna bagi mereka. Dari semula Tuhan sudah memberitahukan mereka bahwa cara yang mereka tempuh akan menghabiskan “biaya” yang sangat besar. Namun mereka tidak mempedulikannya, karena bagi pemikiran mereka mahal itu pasti mempunyai nilai tinggi. Yes. 55: 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Mereka tidak meyadari bahwa Tuhan sesungguhnya telah menyediakan sesuatu yang “gratis”, namun bukan berarti murahan, melainkan sesuatu yang bernilai sangat tinggi, bahkan mengandung nilai kekekalan sorgawi di dalamnya. Karena dunia mempunyai pemikiran bahwa sesuatu yang mahal adalah pasti bagus dan bermanfaat, namun tidaklah demikian bagi Tuhan. Untuk mereguk air-Nya Tuhan, Ia tidak mensyaratkan apa-apa, selain cukup datang dengan hati yang lapar dan haus akan Dia dan nikmatilah.

Ingat akan perempuan Samaria yang awalnya menyangka bahwa air yang dimaksud Yesus adalah air yang sama seperti air yang berada di dalam sumur Yakub, yang bisa meredam rasa haus sesaat di hari panas terik. Namun ternyata air yang Yesus maksudkan adalah aliran-aliran air hidup yang akan membuat orang menjadi tidak haus lagi untuk selama-lamanya, bagi mereka yang mendapatkan Yesus, Sang sumber air hidup (Yoh. 4: 13- 14).

(2). Yang diperlukan adalah dengarkanlah (=listen carefully).

Yes. 55: 2- 3 Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!
Ayat 1 diawali dengan kalimat ajakan Tuhan kepada umat-Nya untuk meminum air yang telah disediakan dan menikmati makanan yang telah disajikan-Nya, namun mereka tidak menghiraukannya, bahkan mereka memilih untuk tetap berjerih lelah untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan dan terus membelanjakan uang mereka untuk sesuatu yang bukan roti. Pokok permasalahannya adalah bukan karena mereka tidak mendengar (=to hear), tetapi mereka hanya tidak mendengarkan (=to listen) apa yang Tuhan perintahkan melalui hamba-Nya.

a. Mendengar yang Tuhan maksud dalam ayat 2 dan 3 di atas adalah: shama (bahasa Ibrani), yang berarti mendengar dengan kecerdasan, disertai dengan perhatian, yang kemudian diikuti dengan ketaatan. Seringkali yang menjadi kesalahan banyak orang adalah bukan karena ia melakukan suatu perbuatan yang salah, melainkan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadanya.

b. Kata mendengar yang kedua adalah: mendengarkan. Ketika Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya, Ia mau kita meninggalkan segala aktifitas kita yang tampaknya padat, sibuk dan terlihat penting, untuk duduk diam di hadirat-Nya lalu membiarkan Ia “menuangi” (mengisi) hidup kita dengan hidup yang mempunyai tujuan yang sesungguhnya. Tuhan tidak pernah membenci Marta yang memiliki kehidupan dan aktifitas yang begitu banyak, namun Tuhan menyukai apa yang dilakukan Maria, karena ia memilih untuk mendengar dan menyelaraskan hidupnya dengan Tuhan.

Mari umat Tuhan, tidak ada kata terlambat di dalam Tuhan. Seperti terhadap bangsa Israel yang sebelumnya menjalani hidup di luar tujuan Tuhan, namun dipulihkan. Demikian pula terhadap kita, kehidupan apapun yang sedang kita jalani hari-hari ini, ketika kita mendengar undangan Tuhan untuk datang dan mereguk air kehidupan itu, mari kita lakukan shama itu. Dengar dengan penuh perhatian dan lakukan dalam ketaatan. Ay. 2…maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Tuhan Yesus memberkati!

15 April 2012 – Minum dan Reguklah

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>