Kejadian 15:1-6 (5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Abraham berani meninggalkan negeri dan sanak saudaranya untuk pergi ke negeri yang Allah tunjukkan karena ia percaya kepada Allah. Abraham telah banyak merasakan penyertaan dan pertolongan Allah dalam hidupnya. Abraham juga percaya dan mengamini ketika Allah berjanji untuk menjadikannya sebagai bangsa yang besar melalui keturunan yang akan dilahirkannya lewat Sarah, isterinya, meski janji itu ia terima sewaktu ia masih berusia 75 tahun.

Seiring dengan berjalannya waktu, Abraham melihat sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa janji itu akan digenapi. Bahkan kenyataannya, janji itu sangat bertolak belakang dengan fakta yang ada. Abraham dan Sarah sudah menjadi semakin tua. Diperkirakan umur Abraham saat itu sudah menginjak 85 tahun. Ia merasa bahwa sudah sangat tidak memungkinkan lagi bagi Sarah untuk melahirkan seorang anak.

Abraham bahkan merasa bahwa keturunan yang besar itu mungkin akan lahir bukan melalui keturunannya, melainkan melalui keturunan Eliezer pembantunya. Hal ini ia katakan mungkin karena ia melihat hamba-hamba dalam rumahnya telah memiliki banyak anak, sedangkan ia pribadi tidak memilikinya sama sekali. Saat janji Allah belum juga digenapi dalam kehidupan seseorang, kerap keraguan dan ketidaksabaran cenderung mendorong hati orang itu untuk mengambil kesimpulan yang salah tentang Allah. Di tengah keraguannya tersebut Allah mengajak Abraham keluar dari kediamannya sejenak untuk melihat ke arah langit dan berkata, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Inilah pesan yang Tuhan berikan kepada kita minggu ini. Tuhan mau di saat penantian akan penggenapan janji-janji Tuhan dalam hidup kita juga “melihat ke langit.” Maksud dari pesan Tuhan ini adalah agar kita tidak menjadi ragu dan kehilangan harapan ketika janji itu belum digenapi. Bahkan ada beberapa hal yang sesungguhnya Tuhan mau lakukan untuk kita ketika kita disuruh untuk “melihat ke langit”, yaitu:

(1). Mengingatkan kembali kepada janji yang pernah Ia berikan, yang menunjukkan bahwa Ia konsisten dengan janji-Nya.

Kej. 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;…

Apa yang pernah Allah janjikan kepada Abraham kurang lebih sepuluh tahun yang lampau bahwa Ia akan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar, tetap merupakan sebuah janji yang Allah akan genapi suatu hari kelak. Meskipun di mata Abraham penundaan penggenapan janji selama sekian tahun itu dianggap sebagai sebuah kegagalan Allah dalam menepati janji-Nya. Belum lagi ditambah dengan fakta yang sama sekali jauh dari memungkinkan membuat Abraham bertambah yakin bahwa penggenapan janji itu hanyalah sebuah mimpi belaka.

Itulah sebabnya Allah kembali mengingatkan Abraham, bahkan kali ini Allah meminta Abraham menggunakan indera penglihatannya sendiri untuk meyakinkan imannya dengan cara memperlihatkan bintang-bintang yang bertebaran di langit, sambil berkata bahwa sebanyak itulah keturunannya kelak. Ketika Tuhan menyuruh kita untuk “melihat ke langit”, marilah kita mengingat-ingat dan memercayai kembali apa yang Tuhan pernah janjikan kepada kita, sambil terus membangun kehidupan iman kita. Allah adalah pribadi yang konsisten dengan janji-Nya, namun sebaliknya, apakah kita konsisten untuk tetap memercayainya?

(2). Memperlihatkan bahwa Dia adalah Allah yang sanggup dan berkuasa untuk melakukan segala sesuatu.

Rom. 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa”di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Ketika Allah memperlihatkan kepada Abraham bahwa betapa banyaknya bintang-bintang di langit, tidak terhitung jumlahnya, Allah bukan sekedar mengingatkan Abraham akan janji-Nya untuk memberikan keturunan yang sangat besar saja, melainkan juga memperlihatkan tentang siapa yang telah menciptakan semua bintang-bintang di langit tersebut. Kalau Allah saja sanggup menciptakan bintang-bintang di langit, apatah sulitnya bagi Allah untuk memberikan keturunan bagi pasangan Abraham dan Sarah? Bagi Allah, tidak ada sesuatu yang terlalu sulit untuk Ia lakukan. Dengan firman-Nya Ia sanggup membuat segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Seringkali pihak manusialah yang menyangsikan kemampuan Allah manakala terjadi penundaan penggenapan janji di dalam hidupnya.

(3). Mengajarkan agar kita melihat sesuatu bukan dengan cara pandang manusia, melainkan dengan cara pandang Tuhan.

Kej. 15:5A Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, …

Alasan Allah membawa Abraham melihat ke langit adalah untuk mengajarkan bahwa ada mata Tuhan yang sedang menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Ada mata Bapa dari Sorga yang senantiasa memperhatikan keadaan anak-anak-Nya di bumi. Pandangan mata pihak manusia seringkali ibarat seorang anak kecil yang menganggap orang tuanya jahat ketika tidak memberikan apa yang diinginkan hatinya. Sebaliknya, pandangan mata Bapa karena kasih-Nya sebagai orang tua akan mempertimbangkan terlebih dahulu apakah yang diminta anak-anak-Nya sudah sesuai dengan kedewasaan sang anak di dalam mengelola apa yang diinginkannya apabila Bapa betul-betul menggenapinya.

Umat Tuhan, ketika kita bertumbuh di dalam kedewasaan iman dan dalam pengenalan akan Pribadi Sang Bapa di Sorga, maka kita akan memiliki cara pandang yang selaras dengan cara pandang Bapa. Kita akan menjadi sangat paham sekiranya ada janji Tuhan yang masih belum digenapi di dalam hidup kita saat ini, sambil tetap berkata bahwa Tuhan itu baik.

Tuhan Yesus memberkati !

14 Februari 2016 – Melihat ke langit

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>