Yehezkiel 36: 26  Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kitab Yehezkiel banyak berbicara tentang nubuatan nabi Yehezkiel mengenai kaum Yehuda dan kota Yerusalem. Nubuatannya antara lain berisi peringatan Tuhan bagi bangsa Yahudi di Yerusalem yang terus menerus memberontak dan berbuat murtad kepada Tuhan. Selama bertahun-tahun Yehezkiel menyatakan suara kenabian untuk memperingatkan kaum Yahudi agar tidak ‘jatuh’ dan melakukan hal-hal yang tidak di sukai Tuhan. Namun, peringatan hanyalah tinggal peringatan, bangsa itu tetap berkeras hati untuk tidak mengindahkan apa yang disampaikan, hingga akhirnya mereka benar-benar harus mengalami pembuangan ke negeri Babel.

Menjelang akhir masa pembuangan di Babel, suara Tuhan yang disampaikan melalui Yehezkiel mulai berbeda. Dari yang tadinya berisi penghukuman, kini berubah menjadi berita penghiburan dan harapan akan masa depan bagi umat Tuhan. Setelah kejatuhan Yerusalem, Yehezkiel banyak bernubuat tentang kebangunan rohani dan pemulihan di masa depan, dimana Allah akan menjadi gembala yang sejati bagi umat-Nya dan memberikan “hati yang baru” dan “roh yang baru” bagi mereka.

Makna “hati yang baru” ini merupakan hal luar biasa yang Tuhan berikan kepada umat-Nya yang didasari oleh kasih karunia Allah, dan pada waktu yang sama hal ini harus diresponi umat Tuhan dengan baik, dengan cara membuang perkara-perkara yang tidak berguna dan sia-sia yang ada di dalam hati mereka, dimulai dengan kesediaan membuang segala bentuk prinsip-prinsip yang tidak berguna yang ada selama ini dan menggantinya dengan prinsip-prinsip ilahi.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita, yaitu bahwa visi kerelaan untuk pergi memberitakan Injil damai sejahtera bukanlah suatu perintah yang sekedar perlu kita genapi semata-mata, melainkan merupakan langkah kebangunan yang harus dimulai dari dalam diri setiap kita umat-Nya, yaitu mengalami pembaharuan hati terlebih dahulu. Tuhan memberikan gambaran, bahwa tidak sedikit didapati umat Tuhan yang hatinya masih memiliki berbagai “laci” yang dipenuhi arsip-arsip lama yang sudah tidak terpakai lagi. “Arsip-arsip” usang itu seharusnya sudah tidak ada lagi di sana, karena selain hanya akan memperberat, juga akan memengaruhi pengiringan kita kepada Tuhan dalam banyak hal.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan pesan Tuhan di atas adalah sebagai berikut:
(1). Tuhan ingin kita menjadi penyambung lidah bagi-Nya

Lukas 6: 45 b  … Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Yehezkiel adalah seorang nabi muda, seangkatan tidak jauh dari Daniel, yang juga sejak masih muda telah mempersembahkan hidupnya hanya untuk dipakai sebagai alat penyambung lidah Tuhan, dan selain Tuhan, tidak ada pribadi lain lagi yang ia representasikan. Apa yang ia terima dari Tuhan, maka itu pula yang ia sampaikan, tidak lebih dan tidak kurang. Bahkan lebih daripada nabi-nabi yang lain, Yehezkiel bukan hanya menyampaikan suara Tuhan lewat mulutnya saja, tetapi ia juga mau disuruh oleh Tuhan untuk memperagakan dirinya sendiri sesuai dengan sabda kenabian yang ingin Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel. Suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan, namun Yehezkiel melakukannya dengan kerelaan hati.

Ketepatan Yehezkiel dalam mendengar dan menyampaikan suara Tuhan tidak datang begitu saja, namun diiringi oleh sikap dan ketulusan hatinya untuk mau dipakai sebagai penyambung isi hati Tuhan. Sesuatu yang datang dari Tuhan sekalipun, apabila diterima oleh hati yang berisi “arsip-arsip lama”, yaitu prinsip-prinsip lama, nilai-nilai kehidupan masa lalu yang salah, kekecewaan, dan hal-hal tidak berguna lainnya, maka saat dikeluarkan kembali akan menjadi tidak murni dari Tuhan lagi. Benarlah apa yang dikatakan firman Tuhan, “… karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

(2). Tuhan ingin kita fokus dan menjadi satu di dalam Dia untuk berjalan dalam kehendak-Nya.

1 Korintus 10: 14- 33 (21) Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

Bagaimanakah perasaan seseorang apabila mendapati kenyataan bahwa orang yang sangat dicintainya berselingkuh? Tentu saja perasaan sakit hati, cemburu, marah, kecewa, dan sebagainya, bercampur aduk dalam hatinya. Lalu, bagaimanakah perasaan Tuhan ketika mendapati umat yang begitu dikasihi-Nya menduakan diri-Nya? Dalam teks ini, Paulus menegaskan bahwa Tuhan marah dan cemburu (ay. 22). Sejak awal Tuhan tidak ingin ada allah lain dalam hidup kita (Kel. 20: 3). Di satu sisi, jemaat Korintus percaya kepada Kristus, namun di sisi lain lingkungan yang penuh penyembahan berhala membuat situasi menjadi sulit. Dan untuk itu dengan tegas Paulus menasihati jemaat Korintus agar menjauhi penyembahan berhala (ay. 14).

Jemaat Korintus sudah dipersatukan kepada Kristus melalui kelahiran baru dan perjamuan kudus sebagai lambang penebusan Kristus (ay.16-17). Mereka tidak diperkenankan lagi mengikuti perjamuan para penyembah berhala. Mereka seharusnya belajar dari nenek moyang Israel yang mendua hati dengan cara menyembah Allah tetapi sekaligus menyembah berhala juga, yang akhirnya mengakibatkan Allah murka dan menghukum mereka (ay. 18- 22).

Apa yang terjadi pada jemaat di Korintus ternyata juga masih sering terjadi di kalangan orang percaya di masa sekarang. Di satu sisi umat Allah menyembah kepada Tuhan Yesus, namun di sisi lain ternyata masih melakukan praktek penyembahan berhala yang seharusnya sudah ditinggalkan sama sekali. Atau, kalaupun sudah tidak melakukan penyembahan berhala, namun segala bentuk prinsip-prinsip penyembahan berhala dan kepercayaan lama yang seharusnya sudah ditinggalkan sama sekali, ternyata masih juga dilakukan. Inilah yang seringkali menjadi penyebab sulitnya umat Tuhan menangkap maksud dan kehendak Tuhan.

Umat Tuhan, apabila orang percaya membiarkan”arsip-arsip” lama masih tersimpan dalam hatinya, maka sudah pasti ia tidak bisa menjadi alat yang luar biasa di tangan Tuhan. Jangankan menjadi alat pemberita Injil yang efektif, hidupnya bahkan akan terus menjadi batu sandungan, baik bagi yang belum maupun yang sudah mengenal Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

09 November 2014 – Mengeluarkan “Arsip Lama” Dari Dalam Hati

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>