Mazmur 84: 8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Mazmur 84 merupakan suatu lagu ziarah, tentang sebuah perjalanan yang jauh. Setiap pria Yahudi menurut ketentuan hukum pada waktu itu diharuskan pergi menyembah Tuhan ke Bait Allah di Yerusalem paling sedikit tiga kali dalam setahun. Banyak peziarah pada waktu itu menemui kesulitan dalam menempuh perjalanan dari tempat asal mereka hingga tiba di tujuan, mengingat terjal dan jauhnya jarak yang harus ditempuh. Mazmur ini antara lain mengekspresikan kerinduan umat Tuhan yang sangat dalam akan hadirat Allah, kepada tempat kediaman Bapa, berada di pelataran-Nya, dan sujud di kaki-Nya.

Pemazmur menyadari bahwa hanya mereka yang punya visi, tekad dan kesungguhan hati untuk berjumpa dengan Tuhan di Yerusalem saja yang dapat tiba di tempat tujuan, setelah sebelumnya mengarungi sebuah perjalanan panjang bahkan melewati Lembah Baka yang ditakuti banyak orang. Pada masa itu tidak ada alternatif jalan lain yang bisa ditempuh menuju Yerusalem selain harus melewati Lembah Baka. Sekali seseorang melangkah memasuki Lembah Baka, maka ia baru akan mengalami suatu keadaan nyaman setelah ia tiba di ujung perhentian, yaitu ketika memasuki gerbang kota Yesrusalem.

Banyak orang gagal atau berjalan terseok-seok dalam pengiringannya kepada Tuhan, karena tidak menyandarkan dirinya pada kekuatan Tuhan. Memang benar bahwa Tuhan tidak menjanjikan keadaan akan selalu sejuk dan nyaman di dalam pengiringan kita kepada-Nya, namun Dia menjanjikan kekuatan bagi kita yang mau berjalan dalam tuntunan-Nya. Kegagalan menyandarkan kekuatan kita kepada Tuhan, mengakibatkan penyesalan yang dalam ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan hati, bahkan cenderung turut melemahkan mereka yang berjalan dalam kesungguhan hati kepada Tuhan.

Banyak orang yang memulai perjalanan imannya dengan baik tetapi berakhir dengan kemerosotan bahkan kejatuhan! Contohnya jemaat Efesus yang merosot imannya karena telah meninggalkan kasih mula-mula; Simson mengawali pelayanannya dengan baik, tetapi hidupnya berakhir secara tragis; raja Saul awalnya kuat dalam pengurapan tetapi ketika menjalani hidup tanpa ketaatan, berakhir dengan kematian akibat tikaman pedang. Dan masih banyak lagi contoh lain yang bahkan tidak sedikit jumlahnya, dialami orang-orang di sekitar kita. Melalui pesan-Nya di minggu ini, Tuhan mau agar hidup kita semakin kuat secara rohani. Jangan membiarkan “kaki” menjadi lemah dan terseok-seok, ingatlah bahwa ada “Yerusalem” yang harus kita tuju.

Apa yang harus kita lakukan agar semakin kuat?
(1). Jangan menjauh, tetapi terhubung dengan Tuhan

Maz.84:6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Kaleb adalah satu dari dua belas orang yang dikirim Musa untuk mengintai situasi Kanaan. Dari antara dua belas orang itu, sepuluh orang memberikan pandangan negatif dan bernada pesimis, namun Kaleb dan Yosua justru sebaliknya. Keduanya optimis dan percaya pada Tuhan. Lihatlah apa katanya. “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bil. 13 : 30). Bagaimana Kaleb bisa memiliki pandangan yang berbeda dari mayoritas pengintai lain? Itu karena Kaleb tahu bahwa kekuatan Tuhan ada di atas kekuatan siapapun di bumi ini. Jika ia meletakkan kekuatannya di dalam Tuhan, dan apa yang ia hadapi sesuai kehendak Tuhan, maka tidak ada satupun alasan yang bisa membuatnya takut untuk gagal.

Selanjutnya marilah kita melompat ke depan untuk melihat sosok Kaleb 45 tahun kemudian. Saat itu Kaleb sudah tua. Pada umur 85 tahun ia menerima janji Tuhan bahwa ia merupakan salah satu dari angkatan 45 tahun yang lalu yang berhasil masuk ke tanah Kanaan. Mari kita lihat penggalan kata-kata Kaleb berikut: “pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yos.14:11). Dengan kata lain, Kaleb mengatakan bahwa kekuatan dari Tuhanlah yang membuat dirinya masih sekuat 45 tahun yang lalu. Dia masih siap berperang dengan tenaga yang sama seperti dahulu.

(2). Miliki senantiasa visi besar dari Tuhan

Maz. 84: 8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Terjalnya kondisi perjalanan menuju Yerusalem bukan hanya dialami oleh mereka yang hendak beribadah ke Bait Allah saja, tetapi juga dialami oleh mereka yang memiliki tujuan yang lain. Sulitnya kondisi yang harus dilalui bukan mustahil membuat orang-orang yang memiliki tujuan yang kurang jelas mengurungkan niatnya untuk pergi ke Yerusalem. Dan biasanya mereka pasti akan mengajak orang lain untuk bergabung dengan mereka yang membatalkan niatnya ke Yerusalem. Orang-orang yang fokus dan tujuan perjalanannya tidak jelas akan dengan sangat mudah untuk ikut terpengaruh dan turut membatalkan perjalanannya.

Ketika kita berhenti “bermimpi” (memiliki visi) maka sebenarnya kita sudah hidup dalam kekalahan. Yusuf sempat dijuluki oleh kakak-kakaknya sebagai “si tukang mimpi.” Yang ditakuti musuh dari sosok pribadi Yusuf adalah bukan seberapa besar ukuran tubuhnya, melainkan ukuran impiannya yang luar biasa (Ams.29: 18). Bukan karena Yusuf seorang yang senang berkhayal, melainkan ia adalah seorang yang menyandang visi besar dari Tuhan. Itulah sebabnya, musuh berusaha untuk menyetop langkah kakinya karena mereka tahu akan ada suatu “ledakan besar” berupa penggenapan dari mimpinya. Dan terbukti, Yusuf mengalami kemenangan besar di ujung perjalanannya.

Mari umat Tuhan, jangan biarkan angin badai dan masalah menghentikan derap langkah kaki kita untuk berjalan untuk mencapai tempat tujuan. Tetaplah bersandar pada sauh yang kuat, yaitu dengan cara memiliki visi yang kuat dan tetap terhubung dengan Yesus Sang sumber kekuatan. Maka percayalah, tujuan akhir bukanlah sesuatu yang mustahil.

Tuhan Yesus memberkati!

 

09 Agustus 2015 – Berjalan Makin Lama Makin Kuat

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>