Lukas 12:35-38 (35) “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. (37) Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.

Melalui perumpamaan ini Yesus sedang mengajarkan suatu pelajaran penting kepada murid-murid-Nya beserta semua orang yang bersama-sama dengan Dia. Inti perumpamaan ini adalah tentang kedatangan Mesias yang kedua kali dimana Yesus rindu mendapati setiap orang percaya sedang dalam keadaan berjaga-jaga dan sedang melakukan tugasnya masing-masing dengan kesungguhan hati ketika Ia datang nanti.

Kesiapan orang percaya digambarkan dalam perumpamaan tersebut seperti hamba-hamba yang diperintahkan tuannya untuk tetap mengenakan ikat pinggang dan pelita yang menyala sementara tuannya dalam perjalanan pulang dari sebuah perkawinan. Waktu kedatangan sang tuan tidak diketahui kapan tepatnya, ia bisa tiba sewaktu-waktu malam itu, entah malam hari, tengah malam, atau pada dinihari. Tuannya mau, ketika ia datang dan mengetuk, pintu segera dibukakan baginya. Tuannya rindu mendapati hamba-hamba-Yya sedang mengenakan ikat pinggang, tanda bahwa mereka belum melepaskan pakaian mereka untuk beristirahat. Demikian pula halnya dengan Yesus. Dia rindu pada hari kedatangan-Nya, kita para hamba-Nya didapati masih sedang mengenakan ikat pinggang.

Ikat pinggang merupakan bagian perlengkapan berpakaian yang tidak dapat dipisahkan pada waktu itu. Seorang yang hendak bepergian ataupun bekerja biasanya akan mengikat jubah yang dikenakannya dengan sebuah ikat pinggang. Seorang prajurit juga akan mengenakan sebuah ikat pinggang ketika sedang bertugas untuk menggantungkan pedangnya maupun kelengkapan-kelengkapan lainnya. Bahkan ikat pinggang juga merupakan bagian asesoris bagi wanita. Sampai hari ini pun ikat pinggang masih merupakan perlengkapan pakaian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan mayoritas manusia pada umumnya. Namun,mari kita melihatn makna dari ikat pinggang tersebut dari sudut pandang rohani.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Ia mendapati adanya pakaian-pakaian yang mulai dikendorkan ikat pinggangnya padahal waktu bekerja masih belum usai. Ada orang-orang percaya yang mulai kehilangan fokus dan tujuan hidupnya padahal Sang Tuan belum lagi datang. Sesungguhnya, Tuhan menjanjikan suatu penghargaan yang luar biasa saat mendapati hamba-hamba-Nya sedang melakukan tugasnya pada hari kedatangan-Nya nanti. Ay. 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.

Apa saja makna mengenakan ikat pinggang yang dimaksud melalui pesan Tuhan ini?
(1). Melakukan pekerjaan yang dikehendaki Tuhan

Luk.12:42 Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Tuan yang sedang dalam perjalanan pulang dari perkawinan itu tidak memberikan pesannya hanya kepada salah satu hambanya saja, melainkan kepada banyak hamba. Dan masing-masing hamba memiliki tugas masing-masing yang mungkin berlainan satu dengan yang lain. Salah satu tugas yang dipercayakan sang tuan adalah memberikan makanan kepada hamba-hamba yang lain pada waktunya. Perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan “hamba yang melayani” ini tidak selalu hanya hamba yang melayani di dalam gereja. Ingatlah bahwa sekalipun kita belum menjadi seorang pelayan Tuhan di dalam gereja, kita tetap memiliki tugas sebagai hamba yang harus memberikan makanan kepada orang lain di market place.

Sambil menantikan kedatangan Sang Tuan, kita semua memiliki tugas untuk memberikan makanan. Bukan hanya sekedar makanan dalam arti jasmani saja, namun juga makanan rohani yang akan menuntun orang-orang kepada keselamatan. Ingatlah akan visi yang Tuhan percayakan kepada kita, baik visi 2015 maupun 2016, ada banyak orang-orang yang masih belum mengalami kemerdekaan dalam hidupnya. Orang-orang itu butuh kita membagikan kebenaran yang ada pada kita kepada mereka. Ada anggota-anggota keluarga yang perlu diberi makanan yang membuat rohani mereka dapat bertumbuh. Sudahkah kita melakukannya?

(2). Menjadikan Tuhan sebagai benteng perlindungan

Ef. 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Kelengkapan pakaian bagi seorang prajurit yang sedang menjalankan tugas pada zaman dahulu adalah seluruh perlengkapan senjata mulai dari ketopong, baju zirah, perisai, pedang, ikat pinggang, hingga kasut yang berpaku. Prajurit yang tidak mengenakan salah satu saja dari perlengkapan tersebut dianggap belum siap bertugas sebagai seorang prajurit. Sekecil apapun celah yang terbuka dapat digunakan pihak musuh untuk masuk ke wilayah tersebut dan menyerangnya. Demikian halnya kita sebagai prajurit-prajurit Tuhan. Kita baru akan disebut berpakaian selengkap senjata Allah apabila kita mengenakan seluruh perlengkapan rohani dan bukan hanya mengenakan sebagian saja.

Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai benteng perlindungan, maka sudah selayaknya kita masuk dan mengalami seluruh kepenuhan-Nya, bukan sebagian daripada-Nya. Mengiring Tuhan itu bukan sekedar melakukan apa yang kita sukai saja, melainkan melakukan segala sesuatu yang Tuhan mau kita lakukan. Tanpa kita sadari, ketika kita masuk dan menjalani setiap bagian demi bagian dari keberadaan Tuhan, sebenarnya kita sedang menjadikan Tuhan sebagai benteng perlindungan yang luar biasa. Ingatlah bahwa hari-hari ini adalah jahat. Jadikan Kristus sebagai satu-satunya tempat perlindungan kita.

Umat Tuhan, meskipun hari kedatangan Tuhan tidak ada yang mengetahuinya, namun kedatangan-Nya yang kedua kali merupakan sesuatu yang sangat pasti. Lewat pesan-Nya bagi kita ini, Ia rindu mendapati setiap kita sebagai hamba-hamba-Nya kedapatan sedang “mengenakan ikat pinggang pada pakaian” kita tanda kita sedang¬† melakukan tugas-tugas yang dikehendaki-Nya. Tetaplah giat di dalam persekutuan dengan Tuhan maka jerih payah kita tidak sia-sia. Amin.

Tuhan Yesus memberkati!

06 Desember 2015 – Hamba yang tetap mengenakan ikat pinggang

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>