2 Raja-raja 4:1-7 (3) Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
 
Ayat di atas menceritakan tentang seorang janda dari salah satu nabi kecil yang ada pada zaman itu dan nabi tersebut telah meninggal, tetapi sepeninggalnya nabi tersebut, datanglah seorang penagih hutang untuk mengambil ke dua anaknya dan hendak menjadikan mereka sebagai budak. Tentu saja dalam kesesakannya janda tersebut datang kepada Elisa dan Elisa bertanya apa yang ada padanya dan jawaban janda tersebut adalah bahwa ia mempunyai sebuah buli-buli berisi minyak.
 
Elisa lalu memerintahkan janda tersebut untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bejana-bejana dari tanah liat. Tujuannya adalah agar minyak yang ada di dalam buli-buli tersebut nantinya dituangkan ke dalam bejana-bejana yang sudah ia kumpulkan. Dan terjadilah sesuatu yang luar biasa. Karena ketaatan janda tersebut pada perintah yang diberikan Elisa, maka seberapa banyak bejana yang ia sudah siapkan, maka sebanyak itu pulalah minyak dari dalam buli-buli mengalir memenuhi isi bejana. Sampai akhirnya tidak ada lagi bejana yang dapat ia gunakan untuk menampungnya lagi. Minyak yang sudah terkumpul itu lalu ia jual, dan uangnya digunakan untuk membayar hutangnya dan kelebihan dari semuanya itu ia gunakan untuk kebutuhan hidup beserta kedua anaknya.
 
Pada zaman dahulu, bejana tanah liat merupakan sebuah wadah yang sangat umum digunakan oleh masyarakat di wilayah tanah Palestina. Mereka memiliki budaya yang kental dengan penggunaan bejana tanah liat dalam banyak hal. Orang-orang menggunakan bejana tersebut untuk menyimpan minyak, madu, anggur, air untuk berbagai kebutuhan. Bahkan orang kaya pada waktu itu karena belum ada Bank dan juga belum ada wadah penyimpanan benda-benda berharga (safety box atau brankas), maka mereka menyimpan hartanya di dalam bejana tanah liat dan bejana itu lalu di tanam di kebunnya.
 
Tuhan seringkali menggunakan istilah bejana tanah liat di dalam Alkitab untuk menjelaskan banyak perkara rohani kepada umat-Nya. Dan inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bahwa ada begitu banyak wadah-wadah atau bejana-bejana milik umat Tuhan yang terlihat masih kosong dan belum terisi sebagaimana seharusnya. Hal ini sangat disayangkan sekali, mengingat bejana adalah sebuah sarana yang dibutuhkan dan dicari orang-orang untuk mengisikannya dengan hal-hal yang berharga. Ingat tentang janda yang diperintahkan Elisa untuk mencari bejana sebanyak mungkin guna untuk diisikan dengan minyak. Bukan Tuhan tidak mau memenuhi “bejana-bejana” kita, namun kita yang seringkali belum menyiapkan bejana-bejananya atau enggan untuk mengisikannya. Padahal isinya dapat digunakan untuk kelangsungan hidup kita.
 
Beberapa hal yang harus kita siapkan agar bejana-bejana dapat terisi dengan baik dan berguna bagi hidup kita, di antaranya adalah dengan:
 
(1). Bersedia untuk mengosongkannya terlebih dahulu
 
2 Raj. 4:3, Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
 
Elisa memerintahkan kepada janda tersebut untuk segera mengumpulkan bejana-bejana tanah liat sebanyak mungkin. Entahkah ia harus mencarinya di luar rumahnya atau bahkan kalau perlu memintanya dari para tetangga. Namun Elisa memastikan bahwa dari segala bejana yang terkumpul tersebut, semuanya harus dalam keadaan kosong. Kedengarannya seperti mudah, namun sesungguhnya tidaklah semudah yang diucapkan, mengingat bejana tanah liat adalah wadah yang dibutuhkan banyak orang pada waktu itu. Mengapa harus kosong?
 
Bejana berbicara tentang diri pribadi dan hati kita. Bejana yang kosong berbicara tentang kondisi wadah yang tidak ada isinya sama sekali alias nol. Agar Tuhan dapat mengisikannya dengan hal-hal yang ilahi, maka pertama-tama kita harus bersedia untuk menanggalkan terlebih dahulu segala pikiran-pikiran dunia untuk kemudian dapat diisi dengan pikiran Kristus. Allah itu Roh dan bekerja secara supranatural jadi mujizat tidak akan terjadi ketika kita menggunakan logika. Mujizat terjadi tergantung bagaimana kita mempersiapkan iman, hati dan hidup kita, maka sebesar itulah mujizat Tuhan akan terjadi dalam hidup kita. Mulailah untuk tidak membatasi kuasa Tuhan dengan logika manusia dan segala prinsip-prinsip kepercayaan yang bukan berasal dari Tuhan kita.
 
(2). Bersedia untuk diisi oleh hal-hal yang berharga oleh Tuhan
 
II Kor. 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
 
Bejana tanah liat adalah symbol sesuatu yang lemah dan tidak berharga dibanding dengan perak atau emas. Tetapi, justru dalam bejana tanah liatlah Tuhan mau menyimpan harta rohani-Nya. Manusia diciptakan dari debu tanah, itu berarti secara materi semua manusia diciptakan dari materi yang sama. Tetapi tidak semua bejana tanah liat dipakai oleh Tuhan untuk menyimpan harta rohaninya. Hanya bejana tanah liat yang khusus yang dipakai oleh Tuhan.
 
Ketika Paulus mengatakan hal ini, ia sedang memberikan sebuah penjelasan kepada jemaat Korintus tentang salah satu kegunaan sebuah bejana tanah liat, yaitu seringkali digunakan untuk menyimpan gulungan kitab kuno yang ditulis oleh nabi-nabi zaman dahulu berisikan perkataan-perkataan Tuhan, karena hanya bejana tanah liat yang dapat melindungi benda yang tersimpan di dalamnya dalam waktu lama. Ia sesungguhnya ingin mengatakan bahwa kekuatan manusia yang tampak lemah dari luar, ternyata dapat memeroleh kekuatan yang berlimpah-limpah ketika di dalam bejana hatinya tersimpan perkataan-perkataan firman Tuhan. Dan itu akan berguna bagi kelangsungan hidup kita.
 
Mari umat Tuhan, masih ada begitu banyak hal lain yang berharga yang berasal dari Tuhan yang harus terus diisikan ke dalam “bejana-bejana” yang kita miliki, karena sebanyak yang kita siapkan, maka sebanyak itu pula yang akan diisikan Tuhan kepada kita.
 
Tuhan Yesus memberkati!

05 Maret 2017 – Siapkan Bejana-Bejana Untuk Diisi

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>