Filipi 2: 14 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,”

Surat Filipi ini ditulis oleh rasul Paulus ketika dia berada di dalam penjara. Inti dari surat Filipi ini berbicara tentang tetap memiliki hati yang tulus dan menangkap tujuan Tuhan. Paulus sedang menasehati jemaat Tuhan bahwa sukacita yang sejati itu tidak tergantung keadaan atau situasi. Memang situasi yang terjadi pada waktu itu tidaklah mudah untuk dilalui oleh jemaat Tuhan di Filipi. Bayangkan saja, di saat ketidakberadaan Paulus sebagai pemimpin, mereka harus tetap mengerjakan keselamatan mereka di dalam Kristus dengan menjalankan hidup benar di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya (ay. 15).

Angkatan yang bengkok hati yang dimaksud disini bukanlah semata-mata orang-orang jahat yang belum mengenal Kristus saja, melainkan lebih berbicara tentang orang-orang percaya yang menjalani hidup kekristenan mereka dengan sembarangan. Jadi, di saat jemaat Tuhan berusaha hidup benar, ada orang-orang percaya lainnya yang berusaha untuk mengajak dan membelokkan iman mereka untuk menjalankan hidup seperti layaknya orang-orang yang belum mengenal Kristus. Karuan saja, hal ini menimbulkan kebimbangan di dalam kehidupan jemaat Tuhan. Mereka merasa telah sia-sia menjalankan hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Akhirnya, dengan agak terpaksalah mereka melakukannya.

Mendengar apa yang terjadi di tengah-tengah jemaat Tuhan, maka lewat suratnya ini rasul Paulus menasihatkan agar mereka melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Apa yang dituliskan oleh rasul Paulus itu bukan sekedar teori melainkan kebenaran yang telah dialami sendiri olehnya. Kita tahu bahwa rasul Paulus ini seorang hamba Tuhan yang paling banyak mengalami penderitaan dibandingkan dengan rasul-rasul yang lain. Tetapi semua kesusahan dan penderitaan yang dialami oleh Paulus tidak membuat dia kehilangan sukacita, bahkan di dalam penjara sekalipun dia tetap bersukacita dan menguatkan hidup banyak orang. Penyebabnya, dia tahu tujuan Tuhan dalam hidupnya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bahwa di tengah-tengah situasi negeri yang sedang berjuang mengatasi berbagai krisis yang terjadi, dan ditambah pula dengan gaya hidup orang-orang yang jauh dari melakukan kebenaran firman Tuhan, Tuhan mau kita tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Mungkin kita juga sering melihat banyak ketidakadilan terjadi di tengah-tengah kehidupan, namun bukan artinya kita menjadi orang-orang yang hanya bisa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan saja. Ingat, Tuhan punya tujuan luar biasa dalam hidup kita.

Beberapa tujuan Tuhan Tuhan di dalam kehidupan orang percaya yang disampaikan oleh rasul Paulus di antaranya adalah:
(1). Menjadi pribadi anak Allah yang tidak beraib dan bernoda

Filipi 2: 15A “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, …”

Paulus memberikan peringatan kepada kita supaya kita tidak terkontaminasi dengan virus dosa. Sebagai pengikut Kristus kita memiliki tanggung jawab yang tidak mudah, karena hidup kita juga harus mencerminkan Kristus dan meneladani-Nya. Dunia sedang berjalan dengan segala kenikmatannya, namun bukan artinya kita turut menjadi serupa dengan apa yang dunia sedang lakukan. Kita dapat memilahnya, karena kebenaran firman Tuhan ada pada kita.

Hidup tiada beraib dan tiada bernoda di tengah-tengah dunia adalah kualitas hidup orang Kristen yang sesungguhnya. Seringkali orang salah dalam mengukur kualitas hidup seseorang. Dunia menilai bahwa seseorang dikatakan berkualitas apabila ia berpendidikan tinggi, mempunyai karir yang menanjak, berpengalaman banyak, memiliki kekayaan yang melimpah dan sebagainya. Tidak salah dengan semuanya itu. Tapi ingat, ada ukuran yang dipakai oleh Tuhan, yaitu hati yang mengasihi kebenaran firman Tuhan. Kehidupan rohani yang berkualitas inilah yang juga diteladankan rasul Paulus bagi orang percaya saat ia berada di penjara sekali pun.

(2). Menjadi terang di tengah-tengah kegelapan dunia

Filipi 2: 15B “…sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”

Dunia saat ini sedang diliputi oleh kegelapan yang sangat pekat. Seperti kegelapan yang terjadi di zaman Musa. Begitu gelapnya sampai orang-orang seolah-olah dapat meraba kegelapan itu. Hari-hari ini berbagai berita kita dengar bahwa betapa hukum pun begitu mudahnya diputarbalikkan. Orang-orang yang melakukan kejahatan dan kekejaman mengatakan bahwa kebenaranlah yang sedang mereka lakukan. Dengan apa kegelapan tersebut dapat dikalahkan? Di zaman Musa para ahli sihir Mesir sekalipun tidak berkuasa memunculkan terang, kecuali terang yang dipancarkan oleh Tuhan, lewat tongkat yang dinaikkan oleh Musa. Tuhan ingin agar anak-anak-Nya bersinar dan bercahaya di tengah kegelapan.

Namun bersinar hanyalah sebuah akibat. Harus ada sesuatu yang terbakar atau tersulut terlebih dahulu sebelum seseorang “dapat menyala”. Seseorang dapat tersulut ketika terhubung dengan Sang sumber kobaran api, yaitu Yesus, melalui Roh Kudus-Nya. Tanpa terhubung dan dipenuhi Roh Kudus-Nya seseorang tidak dapat berbuat apa-apa. Di dalam suratnya, rasul Paulus mengatakan bahwa untuk dapat bersinar, kita harus senantiasa taat dan tetap mengerjakan keselamatan yang Tuhan sudah berikan (ay. 12). Dan tidak dapat seorang pun yang dapat mengerjakan keselamatan seorang diri kalau bukan Tuhan sendiri yang menolongnya mengerjakan di dalam pribadi orang tersebut (ay. 13). Kata Tuhan “mengerjakan” memiliki makna dari bahasa aslinya adalah “memberi energi.”

Mari umat Tuhan, beberapa minggu ini kalau kita perhatikan, Tuhan terus berbicara tentang panggilan-Nya yang luar biasa di dalam hidup kita. Tuhan mau bumi ini penuh dengan kemuliaan-Nya. Dan hal itu tidaklah sekonyong-konyong terjadi, melainkan dimulai dari hidup pribadi kita yang terus terhubung dengan Pribadi Tuhan dan memiliki hati yang menangkap tujuan Tuhan yang luar biasa.

Tuhan Yesus memberkati!

01 November 2015 – Hati yang Tulus dan Menangkap Tujuan Tuhan

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>