Siapkan Panji Kemenangan (Pesan Gembala, 08 Desember 2019)

SIAPKAN PANJI KEMENANGAN

Mazmur 20:1-10 (6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

Tidak dijelaskan secara rinci kapan mazmur ini ditulis, namun diperkirakan ini ditulis Daud untuk mengantisipasi pertempuran melawan bangsa Amon dan Syria. Daud menulis tentang orang-orang yang begitu membanggakan dirinya dengan kereta dan kuda yang mereka miliki. Dan tidak diragukan lagi bahwa bangsa Amon dan Syria memang memiliki kereta mereka yang jumlahnya sangat banyak. Bagi mereka, kereta berkuda yang banyak itu bagaikan mesin perang yang sangat mematikan.

Bagi Daud, ini bukan satu-satunya pertempuran yang ia perjuangkan dalam hidupnya. Daud adalah seorang pejuang sejati. Ada banyak peperangan yang telah ia hadapi dan ia menangkan di sepanjang perjalanan hidupnya. Namun menghadapi musuh yang kali ini memiliki jumlah kereta berkuda yang sangat besar tentunya merupakan kekuatiran tersendiri bagi Daud. Namun melihat dari mazmur yang ia tulis sebelum hari pertempuran berlangsung ini, kita dapat mengenali bahwa sesungguhnya Daud sudah pasti akan mengalami kemenangan.

Daud seorang yang sadar sekali bersama siapa ia turun di dalam peperangan yang ia masuki dan siapa musuh yang dihadapinya. Meskipun musuh terlihat bagaikan suatu kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya, namun Daud tidak menjadi ciut oleh besarnya kekuatan lawan. Ia terbiasa berhadapan lawan-lawan yang tidak sebanding dengan dirinya. Entahkah itu singa atau pun beruang yang mencoba mengambil salah satu domba dari kawanannya ataukah Goliat yang kekuatannya telah membuat seluruh pasukan Israel menjadi tawar hati. Daud tahu sekali dengan siapa ia berjalan.

Sama seperti Daud, bukankah kita juga menghadapi peperangan-peperangan dalam hidup ini. Seperti bangsa Amon dan Syria yang dihadapi Daud, seringkali peperangan yang kita hadapi pun tidak kalah menakutkannya. Ada kalanya kita merasa kuatir, bahkan ada kalanya merasa ingin menyerah mengingat masalah sepertinya tidak kunjung mereda. Ada masa-masa sepertinya ada titik terang dimana problema sudah akan berakhir, namun justru keadaan bertambah berat. Ingat apa yang dialami Daud, sehebat apapun musuh yang ia hadapi, kemenangan selalu menjadi bagian hidupnya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bahwa ada panji-panji kemenangan yang dikibarkan di pihak kita, bukti bahwa kemenangan sudah pasti kita peroleh. Namun belajar dari Daud, bahwa kemenangan yang ia peroleh tidak datang begitu saja, melainkan didahului dengan sikap Daud yang tepat di dalam menghadapi kemenangan itu sendiri. Meskipun Daud tahu bahwa Tuhan akan memberikan kepadanya kemenangan, namun ia tidak membiarkan Tuhan yang bekerja sendiri, sementara ia berleha-leha melakukan hal yang lain sambil menantikan kemenangan. Ada “panji-panji” kemenangan yang ia siapkan sementara Tuhan melakukan bagian-Nya.

“Panji-panji” seperti apa yang Daud persiapkan menjelang kemenangan yang Tuhan akan berikan kepadanya?

(1). Mempersembahkan sikap hati yang percaya dan memuliakan Tuhan

Maz. 20:6 Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

Pernyataan sorak-sorai yang dikumandangkan Daud sambil mengangkat panji-panji bagi Tuhan itu dilakukan bukan pada saat Tuhan sudah memberikan kemenangan baginya. Adalah wajar apabila seseorang bersorak-sorai dan bersukacita ketika sudah menerima kemenangan atas pergumulan yang dihadapi. Apa yang ia perjuangkan selama ini akhirnya selesai sudah dengan tuntas. Pemulihan yang didambakan akhirnya terjawab sudah. Yang sakit mengalami kesembuhan, yang kehilangan telah mendapatkan kembali. Namun sangatlah tidak lazim apabila seseorang bersorak-sorai dan menaikkan panji justru ketika ia belum mengalami kemenangan yang nyata. Dan sikap inilah yang diambil oleh Daud.

Masalahnya, bukanlah Daud sedang berpura-pura bergembira agar terlihat tegar dan kuat oleh orang lain, lalu Tuhan tergerak untuk menjawabnya. Apa yang dilakukan oleh Daud adalah sungguh keluar dari sikap hati yang memercayai Tuhannya. Sikap hati inilah yang “tercium” oleh Tuhan. Manusia bisa saja salah menangkap sikap hati sesama yang berpura-pura, namun Tuhan tidak dapat dibohongi. Sikap hati yang memercayai Tuhan itu tidak tergantung pada kondisi yang dialami oleh seseorang. Entahkah ia sedang dalam pergumulan besar ataupun tidak, dari hidupnya akan memancarkan aura sukacita dan kekuatan bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan dia. Inilah yang menjadikan hidupnya menjadi berkat bagi sesama.

(2). Mempersembahkan sikap hidup sebagai orang yang diurapi Tuhan.

Maz. 20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Pengertian orang yang diurapi Tuhan seringkali masih menjadi hal yang ditangkap secara kurang tepat oleh banyak orang percaya. Ada yang menganggap bahwa diurapi Tuhan adalah cukup dengan telah mengalami kepenuhan Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa Roh, ada yang menganggap bahwa diurapi adalah diolesi minyak dan ditumpangi tangan oleh seorang hamba Tuhan, dan lain sebagainya. Meskipun pengertian tersebut tidaklah salah, namun belum sepenuhnya benar. Melihat kepada tujuan pengurapan di PL, maka orang yang diurapi adalah imam, raja dan nabi. Orang-orang yang dikhususkan untuk tugas tertentu oleh Tuhan.

Sebagai umat PB hari ini, pengertian orang yang diurapi Tuhan adalah seorang imamat yang rajani, pembawa pesan Tuhan sekaligus “tukang” pada waktu yang bersamaan, dipenuhi Roh Kudus untuk melakukan tugas yang dikhususkan bagi Tuhan. Ketika Tuhan mengurapi kita orang percaya, seharusnya ada nilai yang berbeda karena Roh Tuhan berkuasa dalam kehidupan kita. Apapun yang dikerjakan, ada otoritas dan wibawa ilahi menyertai. Melakukan hal secara “berbeda” untuk pekerjaan yang sama dengan orang lain. Nah, kehidupan yang seperti inilah yang dibangun oleh Daud. Dan Tuhan menjanjikan kemenangan bagi orang yang diurapi secara demikian.

Mari jemaat Tuhan, mungkin secara tampak luar sepertinya hampir sama, namun ada perbedaan besar bagi orang-orang yang tahu memersiapkan kemenangan dari Tuhan. Selamat memersiapkan panji-panji bagi Tuhan!

Tuhan Yesus memberkati!

 

Siapkan Panji Kemenangan (Pesan Gembala, 08 Desember 2019)

| Warta Jemaat |
About The Author
-