14 Oktober 2018

Dari Sadar Diri Menjadi Sadar Kristus (From Self-Conscious To Christ-Conscious)

 

1 Timotius 4:12 – 16 (12) Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
 
Ditinjau dari fakta-fakta yang ada semua orang pasti akan menduga bahwa Timotius tidak akan berhasil dalam menjalankan tugas pelayanannya karena beberapa alasan: usianya yang masih sangat muda atau belum sarat pengalaman, fisiknya kurang menunjang karena konon ia sering sakit-sakitan, dan pada waktu itu Paulus, bapak rohaninya, sedang tidak ada di tempat karena berada dalam penjara. Namun keberhasilan sebuah pelayanan bukan semata-mata ditentukan oleh faktor dari luar. Hal utama yang menentukan adalah keteladanan pribadi orang itu sendiri, yaitu faktor dari dalam.
 
“Self-conscious” adalah kecenderungan di mana orang yang mengalaminya selalu diliputi pikiran-pikiran tentang dirinya sendiri, tentang aktivitas yang sedang dilakukannya, tentang penampilan fisiknya, tentang caranya berbicara, tentang bagaimana ia melakukan aktivitasnya, dan tentang bagaimana orang lain menilai dirinya. 
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan menyatakan bahwa banyak orang percaya, baik dewasa maupun anak-anak, yang mengalami apa yang dinamakan “Self-conscious” (sadar diri atau kesadaran yang berlebihan akan memandang sikap dan penampilan dirinya). 
 
Beberapa hal yang harus ia lakukan agar dapat hidup dan menerima diri kita apa adanya dan menangkap rencana Tuhan dalam hidup ini, di antaranya:
 
(1). Bersedia menjadi teladan (bertindak sesuai nilai yang Kristus telah berikan kepada kita) 
1 Timotius 4:12b …Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasih Nya, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 
 
(2). Bersedia mengawasi diri sendiri (berjalan sesuai dengan jalan yang Kristus telah tetapkan) 
1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. 
 
Sebagaimana orang lain pun melakukan hal yang sama terhadap kita. Sebaliknya, untuk mengawasi diri sendiri, rasul Paulus mengingatkan bahwa cerminan satu-satunya dalam mengawasi diri kita dan ajaran kita adalah dengan kebenaran firman Tuhan. 
 
Tuhan Yesus memberkati! 
 
 
Mail
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Here is your Smart Chat (Ctrl+Space)

Selengkapnya…

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>