Pahami Strategi Tuhan (Pesan Gembala, 9 Agustus 2020)

PAHAMI STRATEGI TUHAN

Bilangan 14:39-45 (42) Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu,

Ini merupakan seruan Musa kepada umat Israel untuk melarang mereka agar tidak gegabah melakukan serangan kepada suku-suku di tanah Kanaan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Mereka mengabaikan seruan Musa dengan nekat mendaki puncak gunung padahal musuh sudah menanti dari atas gunung. Dan terjadilah, tiba-tiba orang-orang Amalek dan orang-orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu turun dan menyerang mereka. Akibatnya, kalahlah orang-orang Israel akibat penyerbuan tersebut.

Awal mula peristiwa ini adalah ketika Tuhan murka terhadap kesepuluh pengintai. Kita tentu ingat peristiwa bagaimana Tuhan memerintahkan Musa untuk mengintai terlebih dahulu wilayah tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan untuk diberikan kepada bangsa Israel sebagai tanah Perjanjian. Namun Tuhan tidak serta merta memberikan negeri itu begitu saja. Tuhan mau mengajarkan sebuah pelajaran penting kepada Musa dan bangsa Israel, yaitu tentang strategi memenangkan sebuah wilayah dengan benar.

Pertama-tama Musa harus memilih kepala dari kedua belas suku Israel untuk ditugaskan pergi mengintai wilayah Kanaan yang akan mereka masuki. Selain itu, jalan mana yang harus mereka tempuh pun harus sesuai dengan apa yang diberitahukan Musa. Selanjutnya, tugas kedua belas pengintai di tanah Kanaan adalah mengamat-amati sekaligus mendata dengan cermat keadaan negeri yang akan mereka masuki itu. Apakah bangsa yang mendiaminya itu kuat atau lemah, sedikit atau banyak dan lain sebagainya. Segala kondisi bangsa itu harus mereka catat.

Singkat cerita, hasil pengintaian selama empat puluh hari mereka laporkan kepada Musa. Namun sayangnya, sepuluh pengintai, menjadi pesimis karena penduduk asli dari tanah yang mereka intai itu besar-besar seperti raksasa. Mereka kuatir raksasa-raksasa itu akan “menelan” mereka. Hal ini menimbulkan ketakutan atas seluruh bangsa Israel sehingga mereka enggan untuk memasukinya. Dalam amarah-Nya, Tuhan menetapkan segenap orang-orang Israel yang memberontak kepada-Nya tadi tidak akan masuk ke negeri yang dijanjikan Tuhan, kecuali Yosua dan Kaleb.

Akibat dari ketakutan mereka akan kemarahan Tuhan, maka tanpa berpikir panjang lagi segenap bangsa Israel tadi tiba-tiba berencana untuk melakukan serangan mendadak kepada penduduk tanah Kanaan tanpa berbekal strategi apa-apa, yang ujungnya berakhir dengan kekalahan yang fatal.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Di dalam setiap perencanaan-Nya, Tuhan mau kita umat-Nya terlibat di dalamnya. Kita diselamatkan bukan sekedar untuk menjadi orang percaya yang berjalan dalam jalannya sendiri, melainkan untuk berjalan di dalam rencana Tuhan. Dimanapun Tuhan tempatkan kita, di bidang apapun Tuhan percayakan kita, selalu ada tujuan Tuhan di balik semuanya itu. Untuk mencapai ke tujuan-Nya Tuhan, pahami, ada strategi Tuhan yang luar biasa yang mengajarkan kita cara-cara untuk bisa mencapainya.

Ingat, di dalam strategi Tuhan, selain Ia menuntun kita untuk berjalan dalam jalan yang terbaik, Tuhan juga sedang mengajarkan banyak hal luar biasa di balik semuanya itu. Cara pandang kita sangat terbatas, hanya mampu melihat apa yang ada di depan mata kita, namun Tuhan mampu melihat keseluruhan dari setiap jalan, dan tahu jalan yang terbaik untuk kita tempuh.

Beberapa hal yang perlu kita tangkap, mengapa setiap orang percaya perlu memahami strateginya Tuhan, di antaranya adalah:

(1). Agar kita bukan hanya sekedar bisa mencapai tujuan Tuhan, namun juga bisa memeliharanya.

Bil. 13 :1-2 (1) TUHAN berfirman kepada Musa: (2) “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.”

Apakah konsep perencanaan strategis itu memiliki landasan yang Alkitabiah ataukah itu hanyalah jiplakan dari konsep model bisnis dunia sekuler yang kemudian ditiru oleh gereja atau kehidupan rohani orang percaya? Apakah Tuhan menghormati proses strategi dalam melakukan perencanaan? Tepat sekali. Alkitab menyatakan bahwa perencanaan strategis adalah salah satu cara Tuhan bekerja di dalam dan melalui umat-Nya. Ada banyak tokoh-tokoh iman di dalam Alkitab yang berpikir dan bertindak secara strategis seperti yang diajarkan Tuhan.

Pesan ini dibuka dari kitab Bilangan pasal 14 ayat 39-45 mengenai kegagalan bangsa Israel akibat bertindak sekehendak hati mereka di dalam menaklukkan tanah Kanaan. Tanpa strategi! Bukannya Tuhan tidak mengajarkan apa-apa kepada mereka, karena jelas sekali Musa mendapat arahan strategi dari Tuhan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan bangsa Israel dari awal (Bil. 13:1-2). Mereka hanya tidak menggunakan strategi yang Tuhan sudah berikan dari sejak awal. Padahal apabila mereka menyadari alasan Tuhan mengajarkan strategi langkah demi langkah pada mereka, tidak lain agar bukan hanya mereka dapat memeroleh penggenapan janji Tuhan semata-mata, namun juga mereka memiliki kemampuan untuk memeliharanya secara jangka panjang.

(2). Agar kita dapat kembali ke rencana Tuhan semula apabila terjadi kegagalan.

Bil. 14:44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.

Merasa telah membuat Tuhan murka tidak membuat bangsa Israel menyadari kesalahan mereka. Memang mereka telah berbuat kesalahan, namun seharusnya mereka kembali kepada rencana Tuhan semula. Mengambil waktu sejenak untuk merenungkan apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki untuk mereka lakukan. Sebaliknya, mereka malah melakukan tindakan yang sangat fatal yaitu nekat memaksakan diri naik ke puncak gunung untuk berperang. Padahal Musa sudah memeringatkan mereka bahwa Tuhan tidak menyertai mereka.

Mereka sudah lupa, bahwa dari sejak awal perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, bukankah Tuhan sudah mengajarkan bahwa mereka harus berjalan berdasarkan kemana arah Tabut Tuhan berangkat (14:44) dan berjalan mengikuti tuntunan tiang awan atau tiang api. Padahal Tuhan menghendaki, kalau pun mereka gagal, sepatutnya mereka mengambil waktu untuk merenungkan kembali apa yang Tuhan kehendaki untuk mereka lakukan. Strategi apa yang Tuhan sudah ajarkan sejak dari semula melalui Musa pemimpin mereka.

Mari jemaat Tuhan, kembali kita posisikan Tuhan sebagaimana seharusnya. Ketika permasalahan terjadi, sudahkah kita bertanya kepada Tuhan bagaimana jalan keluarnya? Atau kita justru mengandalkan segala pengalaman kita, segala ilmu dan kepintaran kita untuk mencari jalan keluar versi kita sendiri. Memang ilmu dan segala kepintaran serta pengalaman kita dapat membuat kita mampu menganalisis masalah yang kita hadapi. Tetapi jangan lupa, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang dahsyat, Ia adalah ahli strategi yang paling hebat dalam kehidupan kita. Sepatutnyalah kita bertanya kepada-Nya tentang apa yang harus dilakukan apabila ingin kehidupan kita berkemenangan.

Tuhan Yesus memberkati!

Pahami Strategi Tuhan (Pesan Gembala, 9 Agustus 2020)

| Warta Jemaat |
About The Author
-