Ketika Tuhan Mengijinkan Sesuatu Terjadi (Pesan Gembala, 26 April 2020)

1 Samuel 23:1-28 (12) Kemudian bertanyalah Daud: “Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?” Firman TUHAN: “Akan mereka serahkan.” 
 
Masalah dan tantangan merupakan bagian dari hidup yang tidak bisa dihindarkan. Ada masa dimana seseorang diperhadapkan pada situasi masalah yang cukup pelik, atau masalah yang datang silih berganti. Masalah yang satu belum selesai, masalah lainnya seperti sudah menunggu. Ketika satu perkara baru saja teratasi, muncul perkara baru yang tidak kalah peliknya. Semua terjadi seperti di luar kendali kita. 
 
Memang ada sejumlah hal yang bisa kita atasi dan tangani sendiri. Namun, ada juga hal-hal yang sama sekali di luar jangkauan kita. Semua itu adalah realita yang mau tidak mau harus kita terima. 
Namun bukannya tidak ada yang mengendalikan dan bukannya tidak ada alasan sesuatu itu terjadi. Ada Tuhan yang memegang kendali atas semua yang terjadi. Selalu ada hal baru atau pelajaran baru yang akan kita terima di balik semuanya itu. 
 
Kehidupan manusia umumnya kerap diwarnai oleh ketidakpastian. Manusia membutuhkan tuntunan, dan tuntunan itu ada pada Tuhan. Bersandar pada Tuhan bukan artinya semua maslah menjadi tidak ada. Bersandar pada Tuhan berarti melibatkan-Nya dalam setiap pergumulan kita. Daud seorang tokoh yang belajar bersandar pada Tuhan. Meski demikian, Daud tetap diizinkan Tuhan untuk menjalani kehidupan yang tidak mudah. Peristiwa-peristiwa yang penuh tantangan kerap dihadapi oleh Daud. 
 
Ketika mendengar kabar bahwa Kehila diserang oleh tentara Filistin, Daud yang pada waktu itu sedang dalam kejaran Saul merasa terbeban akan keselamatan kota Kehila. Lalu ia bertanya pada Tuhan apakah ia boleh pergi mengalahkan orang Filistin demi Kehila. Atas izin Tuhan, Daud diperkenankan untuk berangkat berperang dan berhasil menyelamatkan penduduk Kehila. 
 
Sementara itu keberadaan Daud di Kehila telah diketahui oleh Saul, dan ini dipandang Saul sebagai peluang untuk menangkap Daud. Saul berniat untuk menjebak Daud di sana. Lagi-lagi Daud bertanya kepada Tuhan. Yang mengejutkan adalah jawaban Tuhan yang mengatakan bahwa penduduk Kehila akan menyerahkan Daud ke tangan Saul. Bukankah ini sebuah jawaban yang mengejutkan? Bukankah Kehila baru saja ditolongnya? Maka larilah Daud keluar dari Kehila. Dan pengejaran Saul atas Daud berlanjut ke wilayah lain. 
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan ingin kita orang percaya mampu bergerak sigap di dalam setiap keadaan, bahkan dalam keadaan yang terburuk sekalipun. Bergerak sigap adalah bukan sekedar melakukan manuver-manuver untuk menghindari masalah, namun cakap menghadapi dan memutuskan segala sesuatu dengan tepat. Ada tantangan-tantangan dari si jahat yang mungkin akan menghadang di sana-sini. Kuncinya adalah belajar seperti yang Daud lakukan dan tangkap maksud Tuhan dibaliknya. 
 
Daud pernah mengalami masa dimana kejaran, ancaman, jerat, pengkhianatan, dan ketakutan seperti tidak ada habisnya, namun ia mampu melewatinya dengan baik. Demikian pula, Tuhan mau kita belajar sesuatu dari peristiwa Daud ini. Apa yang dialami Daud bukanlah perkara mudah. Ia juga tidak melewatinya dengan singkat. Bukannya juga ia tidak pernah merasa kuatir. Ada waktu yang cukup panjang terlibat di dalamnya. Namun, Daud mampu melewatinya dengan baik. 
 
Beberapa hal yang harus kita perhatikan berkaitan dengan pesan Tuhan ini, di antaranya adalah:
(1). Tetap menangkap rencana Tuhan dalam situasi apapun
 
1 Sam. 23:1 Diberitahukanlah kepada Daud, begini: “Ketahuilah, orang Filistin berperang melawan kota Kehila dan menjarah tempat-tempat pengirikan.” 
 
Sikap dan perilaku Daud yang menyadari bahwa suatu hari kelak ia bakal menjadi raja atas bangsa Israel, membuat ia memiliki cara pandang yang berbeda akan segala sesuatu. Meskipun pada waktu itu Daud sedang dalam pengejaran Saul, begitu ia mendengar kabar bahwa Kehila membutuhkan pertolongan akibat serbuan Filistin, terbebanlah ia untuk membebaskannya. Kehila adalah bagian dari Yehuda yang berada di perbatasan dengan daerah Filistin. 
 
Mestinya, problem yang terjadi atas Kehila adalah tanggung jawab Saul yang adalah raja yang sedang memerintah di Israel. Namun fokus Saul lebih tertuju kepada pengejarannya atas Daud. Daud adalah musuhnya, pikir Saul. Sedangkan bagi Daud, musuh yang harus ditaklukkan adalah Filistin, bukan Saul. Mengapa Daud memiliki hati yang demikian? Karena Daud menangkap rencana Tuhan atas Israel. Itulah sebabnya, ketika orang-orang Daud merasa keberatan atas keputusan yang akan dilakukan Daud, ia tenang saja. Ia memilih untuk datang dan bertanya kepada Tuhan tentang Kehila. Dan Tuhan mengatakan ya atas Kehila. Ingat, jangan sampai rencana Tuhan atas kita menjadi tidak tergenapi akibat fokus kita lebih tertuju kepada masalah. 
 
(2). Tetap menangkap tujuan Tuhan dibalik peristiwa yang terjadi 
 
1 Sam. 23:12 Kemudian bertanyalah Daud: “Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?” Firman TUHAN: “Akan mereka serahkan.” 
 
Rasanya cukup mengagetkan bagi Daud mendengar bahwa penduduk Kehila yang baru saja ditolongnya berniat menyerahkan Daud dan orang-orangnya ke tangan Saul. Bukankah mereka baru saja dilepaskan Daud dari tangan orang Filistin? Inikah yang disebut dikhianati? Apa yang selanjutnya dilakukan Daud terhadap Kehila? Lagi-lagi Daud melakukan tindakan yang terpuji atas Kehila. 
 
Melalui masalah yang Tuhan izinkan terjadi atas anak-anak-Nya, selalu ada maksud Tuhan dibaliknya. Salah satu yang Tuhan mau ajarkan pada Daud adalah mengenal karakter masing-masing pribadi yang ia hadapi, dan bagaimana Tuhan sendiri juga sedang membentuk karakter Daud pribadi. Semua itu bertujuan untuk memersiapkan Daud akan rencana yang Tuhan sudah rancangkan. Ingat, masalah apapun yang mungkin sedang kita hadapi saat ini, perhatikan, salah satu mata pelajaran yang Tuhan sukai adalah membentuk karakter. Dalam pelariannya, karakter Daud mulai terbentuk yang membuat ia semakin berbeda dari Saul. 
 
Mari jemaat Tuhan, kadang banyak orang percaya terburu-buru protes pada Tuhan untuk setiap problema yang terjadi. Seolah-olah Tuhanlah yang bersalah atas apa yang dialami. Bahkan tidak sedikit orang menjadi kecewa dan memilih untuk biasa-biasa saja pada Tuhan. Namun tahukah kita, setiap problem yang diizinkan Tuhan terjadi atas kita selalu memiliki tujuan indah dibaliknya. Ini yang seringkali tidak disadari. Melalui pesan ini, Tuhan ajarkan kita banyak hal. 
 
Tuhan Yesus memberkati! 

Ketika Tuhan Mengijinkan Sesuatu Terjadi (Pesan Gembala, 26 April 2020)

| Warta Jemaat |
About The Author
-