1 Petrus 5:5-11 (8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
(9) Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Setelah berbicara banyak tentang panggilan sebagai umat Allah (1Pet 2:9), lalu Petrus mengajarkan tentang pentingnya orang percaya dalam Kristus untuk menjaga hidup dalam kekudusan (1Pet 1:15-16). Penderitaan karena ketaatan juga termasuk hal-hal yang tidak bisa dielakkan dalam pengiringan kepada Tuhan (pasal 3- 4), dan di akhir suratnya (pasal 5), Petrus menulis tentang panggilan untuk melayani Tuhan.

Mengenai panggilan untuk melayani Tuhan itu, Petrus memberikan banyak nasihat kepada para pekerja Tuhan tersebut. Salah satunya adalah nasihat untuk hidup dalam keadaan sadar serta berjaga-jaga. Ia memeringatkan bahwa ada oknum yang bernama iblis yang senantiasa berjalan berkeliling di antara mereka laksana singa yang mengaum-aum untuk mencari orang yang dapat ditelannya.

Petrus mengajarkannya agar para pemercaya tersebut, termasuk kita di zaman sekarang, tidak hanya tinggal diam, tetapi bergerak aktif untuk melawannya. Ia mengingatkan kita bahwa ada begitu banyak orang di seluruh dunia yang harus menanggung penderitaan akibat perbuatan si jahat tersebut. Memang kita tidak dapat sepenuhnya terus menerus menyalahkan si iblis dengan perbuatannya yang licik tersebut, karena memang pada dasarnya itulah pekerjaannya (Yoh.10:10a). Hal yang seharusnya menjadi pokok perhatian sebenarnya bukanlah si Iblis, melainkan orang percaya yang kerap terkena tipu muslihatnya. Bayangkan, begitu banyak orang percaya hari-hari ini dibuat tidak berdaya oleh karena perbuatannya, terikat tak berdaya, terbelenggu oleh berbagai hal, tertekan dalam depresi, ketakutan, memberontak tanpa disadarinya, mengajarkan ajaran sesat, dan lain sebagainya.

Pesan Tuhan minggu ini masih mengenai hal yang sama, yaitu tentang pentingnya setiap kita, orang percaya, memiliki roh yang merdeka di dalam Kristus. Sehingga mampu bangkit dan menggunakan kuasa serta otoritas seperti yang telah diberikan oleh Tuhan. Minggu lalu kita belajar tentang Rasul Paulus yang mampu mendeteksi adanya roh tenung yang ada dalam diri seorang hamba wanita yang terus menerus menyanjungnya. Merasa tidak tahan dengan gangguan roh tersebut, maka ia mengusirnya, dan seketika itu juga, keluarlah roh tenung yang ada di dalam wanita tersebut. Hal ini membuktikan bahwa rasul Paulus memiliki roh yang sehat dan merdeka yang diperlengkapi oleh kuasa Roh Kudus hingga mampu mengalahkan kuasa si jahat.

Berdasarkan ayat 1 Petrus 5:5-11 yang Tuhan berikan di atas, kita akan belajar bagaimana menjadi orang percaya yang hidup dengan memiliki roh yang merdeka dan berotoritas penuh di dalam Kristus, yaitu:

(1).  Hidup dalam penundukkan yang benar

1 Pet. 5:5  Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Hidup di dalam “Struktur Kerajaan Sorga” adalah salah satu kunci kemenangan dalam melawan tipu muslihat si iblis. Alkitab banyak mengajarkan tentang hidup dalam struktur  yang benar. Di dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani dan di dalam setiap peran yang kita “mainkan”, semuanya tidaklah lepas dari tingkat-tingkat penundukkan di dalamnya. Entahkah kita sebagai anak atau sebagai orang tua dalam sebuah keluarga, di dalamnya ada penundukkan dan tingkatan struktur sorgawi yang Tuhan telah ajarkan. Demikian pula ketika kita terhisab baik sebagai jemaat biasa, diaken, ataupun sebagai penatua di dalam sebuah gereja. Ada penundukkan dan tingkatan struktur Kerajaan Sorga yang harus kita pahami. Hal itu juga berlaku ketika kita berperan sebagai murid ataupun guru di sekolah, sebagai mahasiswa ataupun dosen di perguruan tinggi, sebagai karyawan atau majikan di sebuah perusahaan. Ada tingkat penundukkan ilahi yang harus kita aplikasikan.

Petrus menekankan betapa pentingnya hal ini, mengingat ia dahulu pernah memiliki pengalaman menyangkal Yesus yang adalah Guru dan Pemimpin yang kepada-Nya seharusnya ia tunduk dan hormat. Bahkan ia adalah satu-satunya murid yang sejak awal paling menyadari bahwa Yesus adalah Mesias. Iblis sangat menyukai pribadi-pribadi yang tidak hidup dalam penundukkan yang Tuhan ajarkan karena bukankah ia sendiri adalah malaikat Sorgawi yang jatuh karena pemberontakan?

(2). Hidup mengenakan Kristus dan menjadikan Kristus sebagai naungan

1 Pet. 5:6  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Hubungan kita dengan kekuatan iblis dalam dunia roh dapat disamakan seperti hubungan manusia dengan kuman di alam jasmani. Kita tahu bahwa kuman ada di sekitar kita, di udara, di dalam air, di dalam makanan kita, di dalam ruang lain, bahkan di dalam kita. Tetapi apakah kita harus terus menerus hidup dalam ketakutan terserang penyakit? Tidak. Asal saja kita memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pentingnya makan makanan yang baik, beristirahat yang cukup dan menjaga agar kita dan perabotan yang kita gunakan tetap bersih. Kalaupun sampai terserang pilek atau campak, kita tinggal menanganinya dan terus menjalani hidup kita.

Demikian pula dengan alam roh. Setan itu seperti kuman kecil yang tidak terlihat, namun ada. Tidak pernah dikatakan dalam firman Tuhan bahwa kita harus takut terhadap mereka semua. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyadari keberadaan mereka dan menyerahkan diri kita untuk hidup dalam kebenaran dan bukannya hidup seperti mereka. Kalaupun kita diserang, hadapi itu dan terus menjalani hidup kita. Ingat, bahwa hanya satu hal yang besar dalam diri si iblis yaitu mulutnya. Iblis sudah terbiasa menipu. Dalam Yesus Kristus Sang Kebenaran, kita diperlengkapi dengan segala otoritas dan perlindungan yang kita perlukan.

Umat Tuhan, masih ada banyak hal lain lagi yang berkaitan dengan bagaimana menjadi orang percaya yang hidup dengan memiliki roh yang merdeka dan berotoritas penuh di dalam Kristus. Namun sadarilah bahwa sebagai orang-orang pilihan-Nya kita memiliki tujuan ilahi yang jelas, yaitu memperkenalkan nama Yesus lewat kehidupan kita, yang mana si iblis akan merasa sangat terganggu dan berusaha untuk menghentikannya.

Tuhan Yesus memberkati!

31 Mei 2015 – Roh Yang Merdeka (2)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>