2 Petrus 3: 14-18 (14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Surat kedua rasul Petrus ini ditujukan kepada orang-orang percaya. Dalam surat ini ia bermaksud memberikan “alarm” alias peringatan agar setiap orang percaya waspada dan tidak terseret dalam kesesatan yang dikerjakan oleh para penyesat perihal ketidakpercayaan mereka akan Tuhan sebagai Sang Pencipta alam semesta dan akan kedatangan-Nya kali yang kedua pada suatu hari.

Petrus mendorong orang percaya untuk memperhatikan firman Tuhan yang telah disampaikan oleh para nabi dan para rasul karena pada zaman akhir dikatakan akan muncul pengejek-pengejek yang mencoba menggoncangkan iman orang-orang percaya terkait keyakinan orang percaya kepada janji firman Tuhan. Dalam konteks ini, janji yang dimaksud adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (3:3-4). Firman Tuhan itu pasti dan bukan dusta terkait dengan penciptaan maupun dengan pemeliharaan ciptaan-Nya, serta penghakiman-Nya.

Kita harus menyadari bahwa waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. Jika Ia belum bertindak, berarti Ia masih memberikan kesempatan. Tetapi kita tidak boleh menganggap enteng kesempatan yang diberikan Tuhan itu, karena hari Tuhan yang dahsyat pasti akan datang, dan dikatakan datang seperti pencuri. Hari Tuhan yang dimaksud ini adalah hari dimana dunia yang kita hidupi saat ini akan lenyap disertai dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap (3:10). Tetapi sesuai dengan janji-Nya kepada setiap orang percaya, kita semua menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, sekalipun banyak orang-orang yang meragukan akan kemesiasan Kristus dan janji kedatangan-Nya yang kedua kali, namun kita sebagai umat yang percaya sungguh-sungguh tetap menantikan kedatangan-Nya. Tuhan lewat pesan-Nya ini menyatakan bahwa sambil menantikan semuanya ini, kita harus tetap berusaha supaya senantiasa kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Apa yang dimaksud dengan tak bercacat dan tak bernoda, dan langkah apa yang harus dilakukan untuk senantiasa kedapatan tak bercacat dan bernoda di hadapan-Nya?

(1). Bertindak waspada supaya tidak terseret ke dalam kesesatan

2 Petrus 3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum,…

Kita hidup saat ini di tengah dunia yang sedang bergerak menuju kebinasaan. Kejahatan-kejahatan yang dulu tidak pernah ada, kini bermunculan dan sedang terus bergerak ke arah kejahatan yang semakin sempurna. Demikian pula dengan hal moralitas. Kata “malu” dan “takut mencemarkan nama baik keluarga atau nama Tuhan” seolah-olah sudah tidak ada lagi di dalam kamus hidup banyak orang, bahkan termasuk di dalam hidup orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan. Mereka tidak segan-segan lagi “memamerkan” gaya hidup mereka, dan mengklaim bahwa merekalah yang benar. Hal ini membuat orang-orang sedikit demi sedikit mulai beranjak mengikuti gaya hidup yang demikian.

Namun ingatlah bahwa Tuhan telah memanggil kita umat-Nya untuk tetap hidup di dalam kemurnian, meskipun orang-orang di sekeliling kita terus menampilkan gaya hidup yang sama sekali tidak takut akan Tuhan. Tuhan melalui rasul Paulus mengatakan kepada jemaat di Roma untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi berubah oleh pembaharuan budi. Artinya, dibutuhkan sebuah cara berpikir yang harus senantiasa diisi oleh nilai-nilai Kerajaan Allah apabila tidak mau dipengaruhi oleh nilai-nilai kerajaan dunia yang demikian mendesak. Pertanyaannya, apakah kita telah membiarkan Tuhan mentransformasikan hidup kita melalui hubungan karib yang dibangun hari lepas hari bersama-Nya?

(2). Bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Kata “bertumbuhlah” adalah kata kerja dalam bentuk kini, aktif, imperatif dan ditujukan kepada orang kedua jamak (artinya kata kerja perintah aktif yang ditujukan kepada setiap orang percaya pembaca surat tersebut). Kata dalam bahasa Yunani yang digunakan adalah “auxanete “ yang karena bentuk kata kerjanya yang kini dan aktif, maka lebh tepat diartikan menjadi “tetaplah bertumbuh”. Memang ada saatnya kita pasif (hanya terkagum dan masih bingung mengenai apa yang harus dilakukan, yaitu pada waktu kita pertama kali menerima anugerah keselamatan), namun kemudian kita harus bertumbuh. Jadi bertumbuh merupakan perintah Allah yang harus dilakukan secara terus menerus secara berkesinambungan.

Konsekuensi apabila tidak bertumbuh hanya satu, yaitu mati. Perhatikan saja tumbuh-tumbuhan yg tidak bertumbuh, maka fase selanjutnya sudah pasti mati. Kata “bertumbuh” ini mengambil pendekatan dari dunia tumbuh-tumbuhan. Orang percaya yang tidak bertumbuh, sebenarnya sedang menuju atau bahkan sudah dalam keadaan “mati”. Mati yang dimaksud adalah tidak adanya progres (pergerakan) untuk mencapai target yang diminta Tuhan sesuai surat 2 Petrus pasal 3 yaitu mencapai kekudusan, kesalehan, ketidakbercatan dan ketidakbernodaan.

Mari umat Tuhan, di tengah-tengah dunia yang sedang menuju kepada kebinasaan ini dan di antara orang-orang yang menyangkal untuk menantikan kedatangan Kristus, Tuhan tetap memercayakan tugas kepada kita, gereja-Nya, yaitu tetap menjadi teladan atau role model. Orang-orang di sekeliling kita sedang membutuhkan pribadi-pribadi yang masih mau hidup tidak serupa dengan dunia, yaitu orang-orang yang hidup dengan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan Tuhan. Selamat menjadi alat pembebas yang efektif!

Tuhan Yesus memberkati!

31 Juli 2016 – Pribadi Tak Bercacat Dan Tak Bernoda (Menjadi Role Model)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>