Ef. 5:11  Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Efesus saat ia sedang berada di dalam penjara. Tujuan rasul Paulus menulis surat ini bukan hanya untuk mengingatkan jemaat Efesus tentang bagaimana mereka telah dijadikan umat tebusan Allah, tetapi juga untuk mendorong agar mereka mengalami pertumbuhan dalam iman dan mengalami hidup yang layak di hadapan Tuhan, yaitu hidup sebagai orang-orang yang sudah mengalami karya penebusan Kristus.
Ayat di atas adalah bagian dari tujuan surat tersebut. Dan ayat itu pula yang menjadi pesan Tuhan bagi kita minggu ini. Pesan Tuhan seperti yang tertulis dalam Warta Jemaat minggu lalu, sudah mengingatkan, bahwa sebagai mutiara-mutiara yang berharga, kita tidak seharusnya hanya bangga dengan predikat sebagai perhiasan yang indah dilihat saja, namun juga harus berfungsi secara aktif, yaitu memancarkan terang Kristus.
Hari-hari ini kita merasakan betapa ‘kegelapan’ seakan-akan mencoba menutupi bumi dan kekelaman berusaha untuk menutupi bangsa kita. Data statistik dan fakta menunjukkan bahwa kekerasan, kriminalitas, korupsi, dan berbagai rupa kejahatan terus mengalami eskalasi peningkatan yang  serius. Inilah saatnya, kita sebagai gereja Tuhan, bangkit dan mengambil peran. Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang bisa tampil menjadi terang di tengah ‘kegelapan’  kota dan bangsa ini.

Alkitab mencatat bahwa kegelapan juga pernah terjadi di zaman Musa, yaitu ketika tulah kegelapan turun meliputi Mesir. Begitu pekatnya kegelapan yang menyelimuti Mesir kala itu sehingga orangpun dapat “meraba” gelap itu. Namun di tempat di mana umat Tuhan tinggal, ada terang. Kel. 10:23  Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.
Tindakan apakah yang harus kita lakukan agar terang Kristus yang ada pada kita dapat sungguh-sungguh terpancarkan?
(1). Menelanjangi kegelapan
Ef. 5:11  Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
Menelanjangi kegelapan bukan saja berarti membongkar suatu kejahatan yang sedang berlangsung (seperti Mordekhai yang membongkar persekongkolan Bigtan dan Teresh yang berusaha untuk membunuh raja Ahasyweros dalam Est. 2:21-23), namun juga berarti seorang yang berketetapan untuk tidak turut ambil bagian di dalam hal-hal yang berhubungan dengan suatu tindak kejahatan. Dan kejahatan yang dimaksud bukan hanya tentang hal kriminalitas saja, namun juga hal-hal yang berhubungan dengan ketidakkudusan hidup di hadapan Tuhan.
Daniel adalah contoh pribadi yang menjadi berkat di wilayah pemerintahan dan politik selama masa pemerintahan empat orang raja. Ia bukan saja dikenal sebagai orang yang tidak bercela atau bersih dari kejahatan, namun juga seorang yang berketetapan untuk tidak mau menajiskan dirinya dengan santapan dan minuman raja yang dikenal sebagai penyembah berhala. Tindakan nyata Daniel untuk hidup kudus juga ia tunjukkan lebih lagi melalui kesetiaannya dalam membangun hubungan dengan Allah. Maka tidak heranlah kalau dari dalam diri Daniel sungguh terpancar terang kemuliaan Allah Bapa, sehingga kegelapan yang demikian sehebat itu sekalipun tidak dapat menguasainya. Melalui catatan Alkitab ini kita dapat mengenal Daniel bukan hanya sebagai seorang yang taat dan percaya penuh kepada Tuhan, tetapi juga seorang yang berintegritas tinggi, yang sangat dibutuhkan bangsanya.

(2). Mencari tahu kesukaan Tuhan
Ef. 5:10  dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan (= finding out what is acceptable to the Lord)
Ketika seseorang mau menjalin suatu hubungan yang serius dengan orang yang ia sayangi, maka biasanya, hal pertama yang dilakukannya adalah mencari tahu apakah yang menjadi kesukaan dari pribadi yang ia sayangi tersebut. Demikian pula halnya saat kita berkomitmen untuk menjalin hubungan yang intim dengan Yesus yang sudah menyelamatkan kita, maka kitapun tentu akan berusaha untuk mencari tahu hal-hal apakah yang disukai Tuhan dan hal-hal apakah yang tidak disukai-Nya. Dan tentu saja kita akan terus berusaha untuk menyelaraskan hati kita dengan hati Yesus.
Luar biasanya, ketika kita mencari tahu hal-hal tersebut, tanpa kita sadari, kita sedang terus dituntun untuk berjalan di dalam pengenalan dan terang Kristus. Daud banyak kali mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan melalui mazmur-mazmurnya. Daud bukan hanya meminta Tuhan untuk menyelidiki hati dan pikirannya saja supaya ia hidup berkenan di hadapan Tuhan, tetapi ia juga rindu untuk menyelidiki dan mengenal hati Bapa di Sorga, lebih dan lebih dalam lagi. Itulah sebabnya Daud dikatakan sebagai seorang yang senantiasa mengejar hati Bapa (man after My own heart). Seorang yang rindu untuk senantiasa berjalan dalam kehendak Bapa di Sorga.
(3). Menjadi surat yang terbuka
Ef. 5:13  Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
Perbuatan gelap bukan hanya terjadi saat seseorang berhubungan dengan kuasa kegelapan, atau ketika seseorang melakukan suatu tindakan kejahatan atau kriminal. Perbuatan gelap dapat juga terjadi ketika seseorang menutup-nutupi perbuatannya agar keburukannya tidak diketahui orang lain, atau ketika seseorang melakukan suatu tindakan tersembunyi agar tidak diketahui otoritas yang berwenang, misalnya terhadap: orangtua, gembala, guru, majikan, atasan, dll. Semua tindakan tersebut dikategorikan perbuatan gelap. Dan kita tahu bahwa tugas kita sebagai anak-anak terang adalah menelanjangi semua perbuatan gelap itu, karena memang sudah seharusnyalah kegelapan itu tidak ada lagi pada kita. Karena segala sesuatu sudah ditelanjangi oleh terang, maka semua yang tampak adalah terang.
Tuhan mau kita menjadi surat pujian yang dapat dibaca oleh semua orang, seperti yang ditulis rasul Paulus dalam 2 Kor. 3:2  Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Sejak dirinya mengenal Yesus, rasul Paulus menyatakan dirinya dengan sejelas-jelasnya bahwa ia adalah seorang pengikut Yesus yang berjalan dalam terang Kristus, transparan dan dapat dibaca dengan jelas oleh semua orang. Tidak ada kepura-puraan lagi di dalam dirinya. Orang-orang di sekelilingnya tidak lagi dibuat bingung untuk menentukan ada di pihak manakah ia sesungguhnya, dalam gelap ataukah terang.
Umat Tuhan, kita semakin lebih mengerti lagi tentang jati diri kita yang sebenarnya di dalam Kristus. Entahkah kita sedang berada bersama-sama dengan saudara seiman dan keluarga, ataukah kita sedang di dalam kesendirian, sepatutnyalah setiap tindakan kita mencerminkan terang Kristus, karena memang Kristus sudah ada di dalam setiap kita, dan dengan demikian kita dapat berjalan sebagai surat pujian terbuka yang dapat dibaca semua orang.

Tuhan Yesus memberkati!

30 September 2012 – Anak-Anak Terang (Mutiara yang Berharga Bag. 2)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>