Yohanes 4:14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Perkataan di atas adalah perkataan Yesus ketika Ia bercakap-cakap dengan seorang perempuan Samaria. Perempuan Samaria ini sebelumnya sempat meragukan perkataan Yesus yang berkata bahwa pada-Nya ada ‘air hidup’, karena ia tidak melihat Yesus membawa timba untuk mengambil air ke dalam sumur, mengingat satu-satunya sumur yang ada di sana sangatlah dalam. Namun, akhirnya perempuan Samaria tersebut mengerti bahwa yang dimaksud Yesus bukanlah air dari sumur biasa, melainkan ‘Air Kehidupan’ sorgawi yang tidak akan pernah habis apabila seseorang menerima dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat dan Raja.

Luar biasanya, ketika perempuan itu mendengar bahwa ada air yang tidak akan pernah habis, bahkan bisa menjadi mata air di dalam hidupnya, maka dengan penuh rasa haus ia memohon kepada Yesus untuk segera memberikan air itu kepadanya. Hasilnya sangatlah mengesankan. Dengan kekuatan “Air Kehidupan” yang telah ia terima, maka perempuan itu segera pulang ke kotanya dan menyaksikan perjumpaannya dengan Sang Mesias, serta bagaimana Sang Mesias telah hidup di dalam dirinya. Lewat kesaksiannya tersebut, banyak orang Samaria mengalami lawatan Tuhan dan turut membuka hati untuk menerima Sang Mesias di dalam kehidupan mereka.

Hari-hari ini, ketika pencemaran lingkungan hidup terjadi di mana-mana, banyak orang menjadi begitu berhati-hati dengan apa yang akan mereka makan, minum, maupun pakai. Mereka bahkan berani membayar mahal untuk sesuatu yang mereka pandang baik dan menyehatkan tubuh mereka. Air bersih yang beberapa dekade lalu merupakan benda kebutuhan hidup biasa yang mudah diperoleh di mana-mana, sekarang telah menjadi komoditi langka yang sulit didapat. Bahkan, sekarang ini produksi air minum kemasan sudah menjadi bisnis yang bernilai tinggi, dimana orang berlomba-lomba memasuki ladang yang menguntungkan ini, karena banyak orang membutuhkannya. Berbagai merk air kemasan ditawarkan dengan berbagai kelebihan yang mereka miliki.

Perhatian orang banyak tertuju pada air bersih dalam kemasan dan berani membayar harga lebih untuk sesuatu yang dapat menyehatkan tubuh, namun banyak orang justru melupakan kebutuhan akan “air” yang sesungguhnya jauh lebih berguna bagi kehidupan mereka dan untuk mendapatkannyapun tidaklah sulit. Alkitab mengatakan bahwa air tersebut adalah ‘Air Kehidupan’ atau Roh Kudus yang siap untuk diberikan bagi siapa saja yang mau percaya dan datang kepada sumber-Nya. Yoh. 7: 37-39  . . . “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; . . .  .

Di mana ada komunitas kehidupan, di situ pasti ada air. Tidak ada mahluk hidup apapun yang dapat bertahan hidup tanpa air. Demikian pula halnya dengan kehidupan orang percaya. “Air” Roh Kudus juga merupakan sumber kehidupan utama bagi kehidupan rohani dan merupakan kekuatan kita. Apabila kehidupan rohani seseorang menjadi kering, seperti padang gurun, maka dengan mudah dapat diketahui bahwa kondisi itu terjadi karena kurangnya pengaruh Roh Kudus dalam kehidupan orang tersebut. Kejatuhan ‘iklim’ rohani dalam gereja hari-hari ini, tidak selalu merupakan masalah ketersinggungan ataupun kepahitan kepada seseorang. Masalah utamanya justru seringkali karena kurangnya waktu untuk berdiam di hadirat Tuhan dan menikmati kesegaran dan kelimpahan suplai “Air” yang membawa kehidupan (Roh Kudus).

Apakah peran kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah memiliki akses pada sumber “Air Kehidupan”?
(1). Menjadi wadah yang juga mengalirkan “Air Kehidupan”

Yeh. 47:1  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.

Ayat di atas berbicara tentang air yang keluar dari Bait Suci, dimana air yang keluar tersebut kemudian mengalir seperti sungai menuju ke dataran yang lebih rendah, sampai bermuara di Laut Asin. Ke mana saja air sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan menjadi amat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana bisa hidup. Betapa luar biasa manfaat “Air” yang mengalir keluar itu. Ingat, bukankah kita ini adalah bait Allah di mana Roh Allah diam di dalam kita, sehingga dari dalam diri pribadi kitapun seharusnya senantiasa keluar air yang menghidupkan banyak orang. Seberapa banyak air yang kita reguk sesungguhnya bukanlah semata-mata untuk kepuasan diri pribadi kita saja, melainkan untuk kita alirkan lagi kepada banyak orang.

(2). Menjadi sarana untuk menyaksikan kuasa Tuhan

Kis. 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Apapun yang Tuhan sedang lakukan hari-hari ini di dunia global, sesungguhnya Ia tidak melakukannya sendiri, tetapi melalui pribadi manusia dan pekerjaan Roh Kudus. Seperti kita ketahui, Roh Kudus selalu bertindak sebagai agen perubahan dari Allah dan tidak ada yang lain. Dalam Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Lukas, kita mendapati bahwa karya Roh Kudus yang luar biasa sudah dimulai melalui gereja-Nya yang mula-mula. Kuasa Tuhan dinyatakan murid-murid Yesus melalui pertolongan Roh Kudus, sehingga nama Yesus begitu dimahsyurkan hari-hari itu.

Pola kerja dan hasil yang sama seharusnya terjadi pula dalam kehidupan gereja Tuhan di masa sekarang ini, dimana Roh Kudus mendemonstrasikan kuasa-Nya melalui murid-murid. Namun pada kenyataannya, gereja Tuhan hari-hari ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan gereja mula-mula. Banyak gereja sekarang merasa sudah puas dengan menjalankankan program-programnya yang tertata rapi, keuangan yang baik, misi yang menjadi berkat, namun mulai melupakan urgensi akan kehausan untuk dipenuhi dan berjalan dalam tuntunan Roh Kudus. Banyak gereja yang mulai mengenyampingkan kehausan akan “Air jernih” gratis yang menyegarkan dari Roh Kudus, sehingga kesaksian-kesaksian akan perubahan hidup dari orang-orang di luar gereja kerapkali menjadi barang langka di masa sekarang, bahkan ada pula gereja yang mulai sulit dibedakan dari dunia.

Mari gereja Tuhan, di musim yang baru ini kita terus diingatkan untuk tetap memiliki kehausan untuk dipenuhi oleh aliran-aliran air hidup. Kehausan yang bukan sekedar dipenuhi secara pasif, namun suatu kerinduan untuk menjalin hubungan dan mengenal Sang Sumber Air Hidup itu sendiri, sehingga  air itu akan menjadi mata air di dalam diri kita, dan terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Lewat kepenuhan-Nya maka visi Generasi Terang akan semakin nyata keberadaannya di dunia ini.

Tuhan Yesus memberkati!

30 Desember 2012 – Umat yang Penuh dengan Roh Kudus (Bag 5)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>