Yosua 20:1-2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa,
 
Jauh hari sebelum bangsa Israel menginjakkan kaki ke tanah perjanjian, Tuhan pernah berfirman kepada Musa di tepi sungai Yordan di dekat Yerikho, agar apabila setibanya bangsa Israel di sana, setelah pembagian wilayah di antara suku-suku Israel, mereka harus memilih beberapa kota untuk menjadi kota-kota perlindungan bagi mereka. Maka di bawah kepemimpinan Yosua, ia memerintahkan segenap bangsa Israel untuk menetapkan enam kota sebagai kota perlindungan, tiga kota di sebelah timur sungai Yordan dan tiga kota lagi di sebelah baratnya. Sebenarnya, kota-kota perlindungan yang ditetapkan tersebut merupakan kota-kota milik suku Lewi yang diberikan oleh suku-suku lain kepada mereka untuk didiami.
 
Tujuan utama didirikannya kota-kota perlindungan tersebut adalah agar seorang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagi orang tersebut terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili.
 
Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota tadi, maka haruslah ia tinggal berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberikan tempat kepadanya, dan ia akan diam pada mereka. Apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan mereka serahkan ke dalam tangannya, sebab ia telah membunuh sesamanya manusia dengan tidak ada niat lebih dahulu, dan dengan tidak menaruh benci kepadanya lebih dahulu. Ia harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili.
 
Peristiwa ini sebenarnya berbicara tentang kemurah-hatian Tuhan yang selalu memberikan kesempatan kepada semua orang untuk pulih dari segala apa perbuatan yang pernah dilakukannya, yang mana akibat perbuatannya tersebut ada penuntut balas yang berusaha untuk mengejarnya. Namun dengan datang berlindung ke “Kota Perlindungan”, mereka aman dari pengejaran sang penuntut balas, asal saja mereka tidak melanggar aturan yang ditetapkan dengan keluar secara diam-diam dari pintu kota perlindungan tersebut.
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, bahwa di tengah kondisi alam rohani yang terjadi hari-hari ini, ternyata masih didapati umat Tuhan yang “pagar tembok” perlindungannya dalam keadaan rapuh. Lewat pesan-Nya ini Tuhan mau setiap kita memperkuat pagar perlindungannya. Di luar sana banyak pekerjaan-pekerjaan kuasa si jahat yang sedang menjerat orang-orang percaya, baik itu orang dewasa, maupun anak-anak. Pastikan kita bersama anggota keluarga ada di dalam sebuah pagar perlindungan yang kuat.
 
Beberapa hal yang dimaksud dengan “kota perlindungan” yang harus dimiliki oleh orang-orang percaya, di antaranya:
(1). Menjadikan Tuhan sebagai naungan yang sejati
 
Yosua 20:9 Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan bagi pendatang-pendatang yang ada di tengah-tengah mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan jangan mati dibunuh oleh tangan penuntut tebusan darah, sebelum ia dihadapkan kepada rapat jemaah.
 
Kota perlindungan yang diperintahkan Tuhan kepada Musa sebenarnya adalah gambaran pribadi Yesus Kristus. Orang yang telah melakukan “pembunuhan” baik sengaja maupun tidak disengaja berbicara tentang umat manusia yang oleh karena ketidaktahuannya telah melakukan banyak pelanggaran, dosa serta segala keterikatan dengan kuasa si jahat, sehingga iblis sang penuntut tebusan darah berusaha untuk mengejar dan menagih hutang dari setiap perjanjian yang telah diikatnya. Hanya mereka yang mau datang berlindung kepada Yesus Kristuslah yang akhirnya mengalami kemerdekaan sejati. Tuhan mau agar setiap kita sebagai umat yang telah diselamatkan tetap ada di dalam “Kota Perlindungan” tersebut dan menjalin keintiman bersama Tuhan.
 
Di tengah kondisi bangsa yang tidak menentu, kejahatan di mana-mana, bencana alam, ancaman teror, kerusuhan yang bisa terjadi kapan saja, termasuk kuasa kegelapan yang mencoba menyelinap masuk, tidaklah perlu menjadi hal yang ditakutkan, karena janji Tuhan sungguh nyata: “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau …“, bagai seekor induk ayam yang selalu menudungi anak-anaknya dengan sayapnya, demikian juga Tuhan kita selalu menudungi kita dari segala macam bahaya. Itulah sebabnya, Tuhan mengajak setiap umat-Nya untuk terus berjalan bersama-Nya dalam keintiman.
Maz. 91:1-2 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
 
(2). Menjadikan keluarga sebagai rumah perlindungan bagi seluruh anggotanya
 
Kej. 35:1, 5 (1) Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” (5) Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
 
Tempat tinggal yang kita tempati bersama seluruh anggota keluarga kita, entah milik sendiri ataupun sewa, baik berupa rumah ataupun kamar, Tuhan mau semuanya itu menjadi sebuah rumah perlindungan bagi seluruh anggota keluarga. Jadikan keluarga kita menjadi tempat paling aman bagi anggota-anggotanya, khususnya bagi anak-anak. Rasa aman tersebut akan menghasilkan anak-anak yang sehat dan utuh. Ironis sekali kalau hari-hari ini kita menyaksikan bahwa keluarga dan rumah justru menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. Banyak kekerasan yang dialami dan dipertontonkan kepada si anak. Kekerasan fisik, psikis, seksual, dan lain-lain, justru tidak jarang dialami anak di dalam keluarga dan rumah tangga, yang seharusnya menjadi tempat paling aman baginya. Pelaku kekerasan terhadap anakpun, seringkali adalah orang-orang terdekat dari anak-anak tersebut, yaitu orang tua, yang seharusnya menjadi penutan.
 
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya. Meskipun merupakan unit terkecil, keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi bangsa kita. Karena masyarakat dan bangsa pada hakikatnya merupakan produk dari keluarga-keluarga yang ada. Nilai suatu bangsa pada dasarnya ditentukan oleh nilai yang berlaku dalam keluarga-keluarga yang menyusunnya. Oleh sebab itu, kembalikan fungsi rumah sebagai tempat perlindungan dengan kembali menghidupkan fungsi ayah sebagai imam, suami dan bapa bagi anak-anaknya; isteri sebagai penolong dan ibu yang menyusui; serta anak-anak yang mau diajar dan dinasehati.
 
Mari jemaat Tuhan, sesungguhnya ketika setiap bagian berfungsi dengan baik sebagaimana seharusnya, dan ketika setiap pribadi membangun relasi satu dengan yang lain sebagaimana yang Tuhan kehendaki, maka percayalah “Kota Perlindungan” yang didambakan setiap umat manusia menjadi bagian yang nyata dari kehidupan kita. Selamat membangun pagar perlindungan!
 
Tuhan Yesus memberkati!

30 April 2017 – Perkuat Pagar Perlindunganmu!

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>