Efesus 5:  15- 17 (17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Menurut kamus umum Purwadarminta, bodoh sama artinya dengan bebal atau sukar mengerti. Siapa di antara kita yang mau disebut sebagai orang yang bodoh atau bebal? Tentu tidak ada yang mau bukan. Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya makin hari makin mau maju dan makin dewasa rohaninya. Seseorang yang dewasa rohani pasti tidak akan bertindak seperti orang bebal (bodoh), melainkan seperti orang yang arif, sehingga kita mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sekalipun sudah menjadi Kristen selama bertahun-tahun mungkin saja ada orang percaya yang masih menyandang status sebagai orang yang bodoh apabila tidak mengerti kehendak Tuhan.

Tanda bahwa seseorang tidak mengerti kehendak Tuhan adalah ia lebih suka berjalan menurut kehendaknya sendiri dan hidup menurut keinginan dagingnya daripada tunduk pada tuntutan Tuhan. Bukankah seringkali kehendak dan keinginan kita membawa kita kepada kegagalan demi kegagalan? Namun seseorang dikatakan arif bila ia dalam menjalani hidupnya selalu berusaha untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan terlebih dahulu; dan itu harus melalui proses yang tidak mudah, akan ada banyak kendala dan benturan-benturan, tetapi janganlah kita putus asa dan menyerah di tengah jalan. Justru pada saat itulah Roh Kudus-Nya akan menuntun dan memberi kekuatan kepada kita. Seringkali apa yang Tuhan larang justru banyak orang akukan, dan sebaliknya apa yang Tuhan perintahkan justru banyak tidak dikerjakan karena tidak mengerti kehendak Tuhan.

Kematian Tuhan Yesus di kayu salib menanggung segala dosa kita ada tujuannya. Tuhan ingin kita hidup sebagai  ‘manusia baru’, tidak lagi menjadi hamba dosa, dan memiliki hidup yang menyenangkan hati-Nya. Bila kita mengikuti Tuhan hanya berorientasi pada materi atau hal-hal lahiriah saja, kelak kita bisa kecewa. Pengiringan kita kepada Tuhan hendaknya didasari oleh karena kasih kita kepada Tuhan dan rindu melakukan kehendak-Nya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Dengan tegas Tuhan mengatakan kepada kita umat-Nya untuk tidak menjadi umat yang bodoh! Di dalam Efesus 5: 16 dikatakan bahwa hari-hari ini adalah hari yang jahat. Hal ini menyatakan bahwa di masa kedatangan Tuhan yang semakin dekat ini iblis bekerja dengan geramnya yang dahsyat karena tahu bahwa waktunya sudah singkat. Berbagai bujuk rayu dan tipu muslihat akan dilancarkan sedemikian rupa untuk menjatuhkan orang-orang percaya yang “bodoh.” Ingat, beberapa waktu lalu Tuhan sudah menyampaikan pesan-Nya kepada kita tentang adanya roh dusta yang sedang bekerja agresif hari-hari ini untuk mengecoh orang-orang percaya.

Apa saja yang dimaksudkan dengan “orang bodoh” menurut konteks pesan Tuhan di atas?
(1). Orang yang tidak menggunakan waktu dengan baik

Ef. 5: 16a dan pergunakanlah waktu yang ada, …

Ada seseorang yang mencoba membuat catatan bagaimana ia telah mempergunakan waktu mengisi hidupnya selama 70 tahun. Setelah ia menghitung maka ia mendapatkan angka2 sebagai berikut: tidur 23 tahun (32,9%), bekerja 16 tahun (22,8%), beribadah 0,5 tahun (0,7%), nonton TV 8 tahun (11,4%), makan 6 tahun (8,6%), bepergian 6 tahun (8,6%), bersantai 4,5 tahun (6,5%), sakit 4 tahun (5,7%), berpakaian 2 tahun (2,8%). Kitapun dapat membuat catatan tentang kehidupan kita dalam rentang 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, atau 1 tahun mengenai hal-hal apa yang kita lakukan. Catatan itu paling tidak akan menjadi cermin mengenai bagaimana kita menjalani waktu yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita.

Mungkin kita akan terkejut betapa banyaknya waktu yang telah kita sia-siakan untuk hal-hal yang tidak berguna atau untuk hal-hal yang sifatnya duniawi sementara waktu, sedangkan untuk hal-hal yang rohani bagi pekerjaan Tuhan mungkin begitu sedikit. Orang percaya yang benar-benar menggunakan waktu dalam hidupnya dengan baik akan “mengusahakan untuk mengerti kehendak Tuhan.” Apa maksudnya “mengerti  kehendak Tuhan”? Mengerti disini berarti memiliki tujuan hidup yang selaras dengan apa yang diingini Tuhan (God’s will upon our life purpose). Untuk mengerti kehendak Tuhan maka kita harus memberi waktu yang cukup untuk firman Tuhan, merenungkannya, melakukannya, mengajarkannya kembali, serta duduk diam di kaki Tuhan untuk mendapatkan isi hati-Nya.

(2). Orang yang tidak menyadari masa yang sedang berlangsung (senseless)

Ef. 5:16b … karena hari-hari ini adalah jahat.

Kita dipanggil untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki, bukan semata-mata melakukan pekerjaan bagi diri kita saja. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 9: 4 “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Ketika Yesus mengucapkan kalimat ini kepada para murid, di hadapan-Nya terdapat seorang yang buta sejak lahir. Setelah Yesus meludah ke tanah dan mengoleskannya akhirnya orang itu bisa melihat. Makna perkataan Yesus ini adalah, Tuhan mau kita menyadari masa apa yang sedang berlangsung saat ini, dan apa saja yang telah kita perhatikan selama ini. Dalam kaitan ayat tadi, Tuhan hendak mengatakan bahwa ada begitu banyak orang-orang yang mengalami “kebutaan” hari-hari ini. Tidakkah kita memerhatikannya?

Setiap kita di panggil untuk melakukan pekerjaan Tuhan untuk turut mencelikkan kebutaan yang terjadi dalam kehidupan kita, keluarga kita, gereja kita, masyarakat dan dunia dimana kita berada. Disekeliling kita ada banyak “penyakit buta” (yang jauh lebih berhahaya dari penyakit jasmani yang kita kenal hari ini) sedang merajalela sehingga tidak dapat mengenal Allah dengan baik dan benar.

Mari umat Tuhan, masih banyak “kebodohan-kebodohan” yang tidak disadari oleh banyak orang percaya maupun gereja Tuhan secara umum. Namun, inilah masa dimana waktunya gereja Tuhan bangkit menjadi pribadi-pribadi yang peka, tajam dan tidak mudah untuk ditipu oleh musuh sebagai hasil dari persekutuan intim yang senantiasa dijalin bersama Tuhan Yesus hari lepas hari.

Tuhan Yesus memberkati!

29 Mei 2016 – Jangan Bodoh

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>