Yohanes 11:16  Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”

Saat berpikir tentang murid-murid Yesus, seringkali kita teringat akan predikat-predikat yang melekat pada masing-masing pribadi para murid tersebut. Misalnya, saat mendengar tentang Yudas Iskariot, kita teringat akan murid yang mengkhianati Yesus. Mendengar tentang Petrus, kita akan langsung berpikir tentang seorang yang pernah menyangkal Yesus tiga kali, meskipun kemudian kita mengenal Petrus sebagai seorang rasul yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Saat mendengar tentang Yohanes, kita teringat akan seorang pribadi yang meletakkan kepalanya di dada Yesus, seorang yang mengasihi dan dikasihi Tuhan. Dan saat mendengar tentang Thomas, maka yang langsung timbul dalam pikiran kita adalah tentang seseorang yang tidak memercayai kebangkitan Yesus, sebelum melihatnya secara langsung.

Minggu ini Tuhan berpesan agar kita semua memerhatikan dan mempelajari tentang pribadi Thomas yang sesungguhnya, lebih teliti lagi. Alkitab tidak terlalu banyak memuat tulisan mengenai Thomas. Hanya ada tiga ayat yang mencatat tentang Thomas, dan kesemuanya tercatat dalam Injil Yohanes. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan tentang pribadi Thomas antara lain:

(1). Pribadi yang rela mati bersama Yesus

Yoh. 11:7-16  . . . . Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”

Peristiwa ini diambil dari kisah Lazarus yang pada suatu hari mengalami sakit dan kemudian keluarganya menghubungi Yesus, namun Yesus dengan sengaja menunda kedatangan-Nya sehingga Lazarus akhirnya meninggal sebelum Yesus tiba.

Kita semua tentu telah mengetahui alasan Yesus menunda. Namun ada hal lain yang dapat kita tangkap. Setelah Yesus menunda kunjungan-Nya kepada Lazarus selama dua hari, barulah Ia memutuskan untuk pergi ke Yudea, wilayah di mana kota Betania (tempat Lazarus) berada (ay. 7). Ternyata, keputusan Yesus untuk kembali ke Yudea mendapat reaksi yang keras dari para murid. Murid-murid memperingatkan Yesus bahwa kembali ke Yudea merupakan hal yang sangat beresiko dan sangat tidak aman bagi Yesus, mengingat baru-baru ini orang Yahudi mencoba melempari Yesus (ay. 8). Namun, hal itu sama sekali tidak membuat Yesus gentar, karena terang Allah ada dalam Diri-Nya. Sebaliknya, Yesus mengetahui bahwa justru murid-murid-Nyalah yang sebenarnya mengalami ketakutan, namun mereka bertindak seolah-olah sedang memperingatkan Yesus untuk tidak pergi ke sana.

Dari sekian banyak murid-murid yang bersama-sama dengan Yesus pada waktu itu, ternyata, hanya Thomaslah yang menangkap perkataan Yesus yang menyatakan bahwa mereka tidak usah takut akan apa yang akan terjadi selama mereka berjalan bersama sang Sumber Terang, yaitu diri pribadi Yesus sendiri (ay. 9). Bahkan dengan lantang Thomas berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain demikian: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” (ay. 16).

Apa yang dikatakan Thomas, sesungguhnya bukanlah sekedar retorika belaka, namun suatu tindakan iman sebagai hasil dari pendengarannya akan perkataan Kristus. Ia mencoba mewujudnyatakan apa yang telah ia dengar dari Yesus dalam bentuk perbuatan (put the teachings of Jesus into action), meskipun ia sendiri menyadari adanya risiko dan akibat yang mungkin terjadi sebagai hasil dari ketaatannya itu. Thomas tidak takut dengan risiko tersebut karena ia mengingat perkataan Yesus yang berbunyi demikian: “Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.” (ay. 9). Thomas percaya bahwa kakinya tidak akan terantuk.

(2). Pribadi jujur yang tidak ragu-ragu untuk bertanya

Yoh. 14:5  Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Pertanyaan Thomas di atas adalah pertanyaan polos dan sederhana yang keluar dari seorang murid yang ingin tahu ke mana gurunya hendak pergi, saat Yesus berkata bahwa Ia akan segera pulang ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi setiap murid-murid-Nya. Kita semua dapat memperkirakan bahwa sebetulnya bukan Thomas seorang saja yang tidak mengetahui secara tepat mengenai tempat yang akan dituju Yesus, murid-murid yang lain pun sebenarnya tidak ada yang mengetahuinya pula. Namun, hanya Thomaslah yang mau mengakui secara jujur bahwa ia tidak mengetahui tempat tersebut dan berani bertanya langsung kepada Yesus. Bahkan, Thomas menyatakan kerinduannya bahwa ia akan mengikuti ke mana Yesus hendak pergi, sambil memohon agar Yesus menunjukkan jalan baginya.

Ternyata, pertanyaan jujur yang lahir dari seorang yang rindu untuk ditunjukkan jalan dari Yesus menghasilkan suatu jawaban yang sangat dahsyat. Jawaban atas pertanyaan Thomas inilah yang menjadi salah satu pernyataan dasar iman kekristenan yang terus dikumandangkan dengan luar biasa oleh Yesus sendiri sampai hari ini dan selama-lamanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh. 14:6). Hidup bermilyar-milyar orang di seluruh bumi diubahkan ketika mereka menerima pernyataan Yesus ini. Sungguh, sesuatu yang dahsyat lahir dari hati yang tulus, murni dan tanpa motivasi terselubung.

Umat Tuhan, Yesus menginstruksikan kita untuk mempelajari pribadi Thomas secara teliti. Mari kita belajar sesuatu hal yang indah dari pribadi Thomas yang seringkali hanya dianggap sebagai seorang yang tidak mudah percaya. Let’s put the teachings of Jesus into action.

Tuhan Yesus memberkati!

29 Juli 2012 – “Perhatikanlah Tentang Thomas”

| Warta Jemaat | 2 Comments
About The Author
-

2 Comments

  • Sisco
    Reply

    Ytk, Church of Prayer – Rumah Doa Menara Bandung.

    Saya Sisco Vernando, mohon ijin mengutip catatan khotbah di atas untuk saya bagikan kepada komunitas saya. Terima kasih sebelumnya.

    God bless you

    Hormat saya, Sisco Vernando

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>