Lukas 14:1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.

Ke manapun Yesus pergi dan di manapun Ia berada, pandangan mata orang-orang yang ada di sekitar-Nya tidak terlepas dari pada-Nya. Hal ini bukan disebabkan karena postur tubuh-Nya yang berbeda dari rata-rata kebanyakan orang, dan bukan pula karena kegaduhan yang dilakukan oleh murid-murid-Nya, namun karena orang banyak itu takjub akan perbuatan-perbuatan yang dilakukan Yesus. Sepanjang pelayanan-Nya Yesus telah melakukan berbagai hal, semisal menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mengajar dan sebagainya. Satu hal yang pasti, semua pekerjaan itu dilakukan-Nya dengan penuh kuasa.

Pada suatu hari Sabat datanglah Yesus ke rumah salah seorang dari pemimpin orang Farisi untuk makan bersama mereka di sana. Seperti biasa, pandangan mata semua orang tertuju kepada-Nya. Mungkin dari antara mereka ada yang sebelumnya pernah melihat Yesus melakukan perbuatan yang ajaib, mungkin pula ada yang pernah mengalaminya sendiri, atau mungkin ada pula yang baru mendengar tetapi tidak pernah melihat keberadaan Yesus secara langsung, dan tentu saja ada pula orang-orang yang memandang dengan penuh kecurigaan. Namun yang pasti, semua mata memerhatikan Yesus dengan begitu teliti dan saksama sambil menantikan hal apa lagi yang akan Yesus perbuat.

Ada perbedaan yang sangat mencolok antara orang yang hanya sekedar menonton atau sekedar melihat, dengan orang yang memerhatikan secara saksama. Dengan melihat saja belum tentu membuat seseorang akan memperoleh informasi dari apa yang dilihatnya secara detail dan menonton saja mungkin hanya membuat seseorang menjadi sedikit lebih paham. Sedangkan mengamat-amati dengan saksama membutuhkan konsentrasi dan perhatian khusus dari orang yang melakukannya, namun data yang diperoleh lewat pengamatan dengan saksama ini jumlahnya lebih banyak, lebih terperinci, dan lebih menyeluruh. Bisa dibayangkan, Yesus itu ibarat obyek yang akan diuji di dalam sebuah laboratorium, semua mata seolah-olah menggunakan kaca pembesar atau bahkan mikroskop saat mereka memerhatikan Yesus dengan saksama.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Memasuki minggu yang terakhir di tahun 2014 dan memasuki tahun 2015 ini, Tuhan menghendaki kita untuk mengenal Diri-Nya dengan lebih saksama lagi. Baik lewat perkataan-Nya, pesan-pesan yang selama ini Ia berikan kepada kita sebagai penuntun hari lepas hari, lewat perbuatan-perbuatan tangan-Nya atas kita, kehadiran-Nya dalam hidup kita, dan sebagainya. Tuhan mau kita memerhatikan semuanya itu dengan lebih saksama, karena dengan melakukannya kita akan lebih mengenal dan terkagum-kagum akan Pribadi dan rancangan-Nya yang luar biasa. Seringkali orang percaya tidak terlalu merasakan hal-hal luar biasa yang ada pada Yesus karena mereka tidak memerhatikan Dia dengan saksama.

Beberapa hal yang hendak kita pelajari mengenai memerhatikan Yesus dengan saksama, di antaranya adalah:
(1). Meneliti bahwa betapa Ia konsekuen dengan perkataan-Nya

Roma 11:33  O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Bagi orang percaya pada umumnya, sungguh suatu pengalaman rohani yang indah sekaligus menakjubkan apabila suatu ketika berkesempatan untuk didatangi oleh malaikat Gabriel. Bayangkan saja, malaikat Gabriel biasanya diutus Tuhan untuk membawa pesan istimewa dari Sorga untuk disampaikan kepada umat yang dipilih-Nya. Namun, bagi Maria, kedatangan malaikat Gabriel justru bagaikan halilintar di siang bolong. Betapa tidak, malaikat Gabriel yang mendatanginya membawa pesan bahwa ia yang belum menikah itu akan segera mengandung dan kelak akan melahirkan seorang bayi laki-laki. Meski bayi itu dikatakan dikandung oleh Roh Kudus, tapi bagi Maria berita itu tetap merupakan berita yang sangat mengerikan.

Saat Maria memilih untuk taat, dan mulai memerhatikan dengan saksama apa yang Tuhan sedang lakukan melalui hidupnya itu, maka barulah ia mengerti bahwa Tuhan punya rancangan yang sungguh amat dahsyat, terlebih ketika kemudian ia mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya itu adalah Yesus, Sang Juruselamat dunia.

Bagi kebanyakan orang percaya, ukuran yang seringkali dipakai dalam rangka mengakhiri suatu tahun adalah apakah Tuhan sudah mengabulkan doanya atau belum. Dan kemudian menjadi begitu kecewa apabila mereka mendapati ternyata ada banyak hal yang belum Tuhan penuhi dan masih ditambah pula dengan berbagai hal yang dianggap kurang baik yang mereka alami di sepanjang tahun tersebut. Tetapi, inilah yang Tuhan pesankan, perhatikanlah dengan saksama, dengan lebih teliti lagi, karya Tuhan dalam hidup kita. Betapa Ia punya rancangan besar yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh kita. Ia mau, kita tetap berjalan dalam kehendak-Nya, maka lihatlah kemudian, kita akan dibuat terheran-heran karena-Nya.

(2). Menantikan hal besar apa yang selanjutnya akan dilakukan Tuhan

Lukas 14:1  Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.

Salah satu alasan mengapa orang-orang Yahudi dan Farisi yang hadir pada waktu itu terus mengamat-amati Yesus dengan saksama adalah karena mereka punya banyak pengalaman bersama Yesus pada hari Sabat. Bagi kaum Yahudi, adalah tabu untuk melakukan kegiatan apapun pada hari Sabat. Sehingga demi hukum agama yang dianutnya, mereka akan sangat terganggu dan bereaksi keras saat melihat siapapun melakukan aktivitas di hari tersebut, termasuk saat melihat Yesus melakukan mujizat atas orang-orang yang membutuhkan pertolongan di hari Sabat. Sesungguhnya Yesus ingin mengajarkan mereka bahwa kuasa Allah tidak dapat dibatasi hanya pada hari-hari tertentu saja dan Allah Bapa di Sorga itu berdaulat untuk menyatakan kuasa-Nya kapanpun, di manapun dan kepada siapapun.

Itulah sebabnya, kaum Yahudi pada waktu itu begitu saksama mengamat-amati Yesus yang sedang berada di tengah-tengah mereka. Makna “mengamat-amati dengan saksama” (Yun. Paratereo) adalah memerhatikan dengan cermat hal luar biasa apa lagi yang akan dilakukan oleh pribadi yang sedang mereka amati. Artinya, orang-orang Yahudi itu sedang bersiap-siap menantikan mujizat apa lagi yang akan dilakukan oleh Yesus selanjutnya.

Umat Tuhan, bukanlah suatu kebetulan kalau tepat di akhir tahun 2014 ini Tuhan memberikan pesan ini kepada kita. Ia ingin kita memerhatikan Diri-Nya dengan lebih saksama lagi dengan tujuan agar setiap kita bersiap-siap untuk menantikan hal besar apa yang akan Ia lakukan di hari-hari ke depan khususnya di tahun 2015 yang akan segera kita masuki ini. Dan tentu saja, untuk bisa mengamat-amati Yesus dengan saksama, maka tidak ada pilihan lain selain mendekatkan jarak kita dengan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

28 Desember 2014 – Memerhatikan Yesus Dengan Saksama

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>