Pengkhotbah 4:12 “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

Pengkotbah (Salomo) dengan hikmatnya melayangkan pandangannya ke sekeliling, dan ia melihat betapa banyaknya orang-orang yang masih hidup dalam penindasan karena hidup menolak jalan-jalan Allah (ay. 1). Ia juga melihat bahwa ada di antara orang-orang tertindas itu yang tidak memiliki penghiburan, sehingga ada begitu banyak air mata yang keluar mewarnai kehidupan mereka. Dalam pandangan Salomo, ini merupakan suatu kesia-siaan. Namun, ketika Salomo melihat adanya penindasan, ternyata, pada saat yang sama, ia juga melihat adanya penghiburan yang senantiasa tersedia bagi mereka. Dan penghiburan itu bukan penghiburan berasal dari dunia, melainkan dari Tuhan semesta alam.

Firman Tuhan di atas merupakan pesan Tuhan bagi kita minggu ini. Saat ini kita juga menyaksikan betapa banyaknya penindasan demi penindasan yang terjadi di sekeliling kita, dan kita tidak dapat membiarkan diri kita berdiam diri saja tanpa berbuat sesuatu apapun. Tidak tidak bisa berpangku tangan menyaksikan kesedihan demi kesedihan. Kita harus membantu dan menghibur mereka yang sedang mengalami berbagai kesusahan dan tekanan hidup.

Dalam keadaan tertekan dan menderita, setiap orang memerlukan kehadiran seorang pribadi yang dapat menolong, menghibur, dan menguatkan. Siapa sajakah pribadi yang dimaksud?

(1). Pasangan hidup, anggota keluarga, saudara seiman.

2 Kor. 1:4 “yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

Sejak semula, Allah sudah menyatakan kepada manusia ciptaan-Nya, bahwa adalah tidak baik apabila manusia hidup seorang diri saja. Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial, dimana ia perlu berinteraksi satu dengan yang lainnya. Menjalin suatu hubungan yang saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Pada suatu hari, raja Ahasyweros sedang merenungkan nasibnya. Ia terkenang akan saat-saat indah bersama Ratu Wasti yang telah ia pecat akibat suatu peristiwa (Est. 2:1-2). Dalam kesendiriannya, ia mendambakan seseorang yang tidak sekedar menjadi objek untuk melampiaskan kebutuhan biologisnya semata, namun seorang yang dengannya ia dapat menjalin suatu hubungan yang komunikatif, hubungan yang saling membutuhkan satu dengan yang lain, saling menghibur dan menguatkan. Ada suatu kekuatan luar biasa yang terjadi apabila ada kesepakatan di antara dua orang (Mat. 18:19 “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga”).

Untuk tujuan apakah Yesus mengutus ketujuh puluh murid secara berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota? (Luk. 10:1). Pengkotbah berkata bahwa berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena apabila yang seorang jatuh, maka yang lain dapat mengangkatnya. Jika salah seorang memiliki kekurangan, maka yang lain akan menutupinya. Jika seorang sedang lemah, maka yang lain dapat menguatkannya. Masih ingatkah pesan Tuhan beberapa waktu lalu mengenai kuasa di balik sebuah penghiburan yang dilakukan seorang saudara seiman?

(2). Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

Yoh. 14:16” Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”

Kita semua membutuhkan kasih, pertolongan, penghiburan, dan dukungan dari keluarga, sahabat, dan sesama orang percaya. Namun ini semua belum cukup tanpa persekutuan sehari-hari kita dengan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Semua yang kita terima dari sesama manusia sifatnya sangat terbatas, sedangkan kita tahu benar bahwa yang berasal dari Sorga tidak dapat dibatasi oleh apapun.

Sebelum peristiwa penyaliban, Yesus sudah mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa sepeninggal Yesus ke Sorga mereka akan dipercaya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Namun, adalah tidak mungkin untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar itu dengan kekuatan manusia. Itulah sebabnya, maka Yesus perlu mengirim seorang Penolong (Yun: Parakletos = Penasihat, Penguat, Penghibur, Penolong, Pembela, Sekutu, Sahabat) bagi murid-murid-Nya, yaitu Roh Kudus.

“Parakletos” digambarkan sebagai seorang ksatria yang berperang bahu-membahu bersama-sama dengan sesama ksatria lain, dimana punggung punggung mereka saling beradu menutupi bagian-bagian yang tidak terlindungi oleh baju zirah yang mereka kenakan. Mereka berperan sebagai penolong satu dengan yang lain.

Roh Kudus itulah yang akan melakukan segala sesuatu bagi para murid, seperti yang Yesus lakukan saat Ia masih bersama-sama dengan mereka di bumi. Roh Kudus mendampingi, menolong dan menguatkan, mengajar mereka, menghibur dalam segala situasi yang sulit, mengingat dunia tidak mengenal Yesus dan tidak dapat menerima hal-hal yang dari Sorga, sekalipun murid-murid berusaha untuk meyakinkannya.

Kondisi yang sama juga kita alami saat ini. Alkitab berkata bahwa kita adalah orang asing dan pendatang yang bukan berasal dari dunia, namun keberadaan kita sebagai duta-duta Kerajaan Sorga harus mengerjakan mandat Kerajaan Sorga, dan itu bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilakukan, kecuali kita mendapat pertolongan Roh Kudus melalui persekutuan yang senantiasa kita jalin dengan Dia.

Umat Tuhan, kita sungguh bersyukur untuk orang-orang di sekeliling kita yang senantiasa ada untuk menolong kita, namun kita harus terlebih lagi bersyukur atas Roh Kudus yang telah dicurahkan bagi kita lebih dari dua-ribu tahun silam sebagai penggenapan dari apa yang dijanjikan Yesus sebelum Ia terangkat ke Sorga. Ialah Penolong yang menjadikan setiap kita mampu untuk menjadi saksi Kristus. Kis. 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Tuhan Yesus memberkati!

27 Mei 2012 – Persekutuan Tiga di dalam Satu

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>