Kejadian 41:42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.

Setelah Yusuf, dengan hikmat Allah, menyingkapkan makna mimpi Firaun, yaitu tentang akan datangnya tujuh tahun masa kekeringan setelah sebelumnya terjadi tujuh tahun masa kelimpahan, maka atas tuntunan Tuhan, Yusuf menyarankan agar Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana dan mengangkatnya menjadi penguasa atas tanah Mesir. Tujuannya tidak lain adalah agar orang terpilih tersebut mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang dan menimbunnya di berbagai kota sebagai bahan makanan serta menyimpannya agar menjadi persediaan bagi rakyat Mesir dalam menghadapi tujuh tahun kelaparan yang akan terjadi, supaya negeri itu jangan binasa karena kelaparan itu.

Setelah mencari namun tidak menemukan orang dengan kriteria seperti yang dimaksudkan oleh Yusuf, akhirnya Firaun menunjuk Yusuf sendiri untuk menduduki posisi seperti yang ia maksudkan, karena semua kriteria yang dicari tersebut ada pada diri pribadi Yusuf. Maka kemudian Yusuf pun diangkat menjadi pemegang kuasa atas Mesir sejak saat itu. Selain dikenakan cincin meterai milik Firaun pada jari tangan Yusuf, dipakaikannyalah pula kepadanya pakaian dari pada kain lenan halus.

Bila menilik ke masa lalu, yaitu tiga belas tahun sebelumnya, ingatkah kita bahwa kepada Yusuf juga pernah dipakaikan sebuah pakaian yang lain oleh ayahnya, yakni sebuah jubah warna warni yang maha indah. Dua pakaian berbeda yang dipakaikan kepada orang yang sama pada waktu yang berbeda dan untuk kepentingan yang berbeda pula. Pakaian yang satu dikenakan oleh sang ayah kepada diri Yusuf semata-mata karena ungkapan rasa sayang orang tua kepada anak yang paling dikasihi dibandingkan anak-anaknya yang lain. Dan ini menimbulkan kebanggaan pada diri Yusuf, sekaligus rasa iri hati pada kesebelas saudaranya, bahkan mereka semakin benci saat melihat Yusuf mondar-mandir memamerkan pakaiannya yang indah itu di hadapan saudara-saudaranya.

Pakaian yang satunya lagi dikenakan Firaun kepada Yusuf yang baru diangkatnya sebagai penguasa atas Mesir dengan jabatan sebagai pengelola atas seluruh kepemilikan bangsa Mesir. Sebuah jabatan yang sangat tinggi, dengan sebuah tanggung jawab yang sangat besar, yakni memerhatikan kehidupan, bukan hanya bagi kepentingan satu bangsa saja, yaitu Mesir, namun juga seluruh bangsa di dunia.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, yaitu bahwa Tuhan telah menyediakan sebuah “pakaian baru” untuk kita kenakan. Namun “pakaian baru” ini bukanlah semata-mata sebuah pakaian indah untuk dipamerkan dan menimbulkan rasa kagum sekaligus rasa iri dari orang-orang yang melihatnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Yusuf muda, namun pakaian ini berbicara sebagai:

(1). Tanggung jawab

Kejadian 41:41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Pakaian lenan halus yang dikenakan Firaun kepada Yusuf tidaklah sama dengan jubah warna-warni yang diberikan Yakub, ayahnya. Yakub memberikan pakaian yang berbeda dari kakak-kakaknya kepada Yusuf semata-mata hanya sebagai bukti bahwa ia sangat mengasihi Yusuf karena Yusuf adalah seorang anak yang sangat dinanti-nantikan oleh Rahel, isteri yang sangat dicintai Yakub. Namun sebaliknya, pakaian yang diberikan Firaun kepada Yusuf tidaklah semata-mata sekedar pakaian indah untuk dikenakan, namun ada tanggung jawab besar di baliknya.

Tanggung jawab Yusuf sebelumnya hanyalah sebatas pemegang kuasa atas rumah Potifar. Dan kalau pun akhirnya ia harus masuk penjara, Yusuf dipercaya menjadi orang kepercayaan dari kepala penjara. Namun ketika ia dikenakan pakaian lenan halus oleh Firaun, lingkup tanggung jawabnya menjadi sangat besar, yaitu mencapai seluruh tanah Mesir. Bahkan ketika ia melakukan tugasnya dengan baik, bangsa-bangsa dari seluruh bumi juga menjadi tanggung jawabnya.

Pakaian yang Tuhan berikan ini berbicara tentang sebuah bentuk tanggung jawab atas apa yang Tuhan percayakan kepada kita selama ini. Entahkah kita dipercaya sebagai seorang kepala keluarga, seorang pemimpin di marketplace, orang tua bagi anak-anaknya, seorang pelayan Tuhan, seorang pelajar, dan lain-lain. Ketika kita berani memikul tanggung jawab atas hal-hal tersebut, percayalah bahwa itu berarti Tuhan akan memercayakan kepada kita sebuah ruang lingkup yang lebih luas lagi.

(2). Cara pandang

Kejadian 41:44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.”

Betapa besarnya kepercayaan yang diberikan Firaun kepada Yusuf selaku seorang penguasa Mesir. Tidak ada seorang pun di Mesir boleh bergerak melakukan tindakan apapun tanpa seijin Yusuf. Bahkan Firaun pun berkata bahwa Yusuf akan menjadi kuasa atas istananya, dan semua rakyat Mesir harus taat kepada perintah Yusuf; dan hanya kursi takhtalah kelebihan Firaun dari Yusuf. Seandainya Yusuf memiliki cara pandang yang salah, maka Ia bisa saja menggunakan kuasa yang ia miliki itu untuk kepentingan diri pribadinya. Bahkan mungkin ia tidak akan segan-segan menggulingkan kekuasaan Firaun, sehingga ia akan menjadi orang nomor satu di kerajaan Mesir bahkan lebih dari itu. Namun kenyataannya Yusuf menggunakan kekuasaannya bukan untuk kepentingan dirinya, melainkan untuk kepentingan hidup orang banyak, karena Ia sadar untuk tujuan apa ia diangkat.

Sebagai orang-orang yang telah mengenal Kristus seringkali masih banyak orang percaya yang tidak menyadari untuk tujuan apa ia diselamatkan. Ketika orang percaya hidup dengan tidak memiliki tujuan ilahi dalam dirinya, maka “kerajaan ego”-lah yang akan memerintah di hidupnya. Segala sesuatu yang dipikirkan hanyalah dirinya semata-mata. Apa keuntunganku kalau aku beribadah, manfaat apa yang bisa aku dapatkan kalau aku melayani Tuhan, apa yang gereja bisa berikan kepadaku, mengapa orang ini diberi tetapi aku tidak diberi, dan lain-lain. Namun lewat pesan Tuhan ini, beranikah kita mengenakan “cara pandang” yang baru. Milikilah cara padang yang benar, bahwa aku diselamatkan untuk menyelamatkan orang lain. Aku diberkati untuk memberkati. Apa yang dapat aku lakukan agar Kerajaan Sorga dapat diperluas, dan lain-lain.

Mari umat Tuhan, masih ada banyak hal lain tentang apa yang dimaksud dengan mengenakan “pakaian baru”. Milikilah satu pengertian bahwa dengan mengenakannya maka ada lingkup tanggung jawab yang akan Tuhan perluas termasuk menangkap tujuan ilahi dalam hidup kita dengan lebih tepat lagi.

Tuhan Yesus memberkati!

26 April 2015 – Mengenakan Pakaian Baru

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>