1 Korintus 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Ada dua tempat paling terkenal di Yunani kuno yang biasa digunakan sebagai stadium pertandingan. Tempat pertama berada di Olympia, yang merupakan tempat awal mula pertandingan Olimpiade, yang merujuk kepada pertandingan internasional yang sangat besar, suatu kontes fisik yang diadakan setiap empat tahun sekali. Stadium terkenal yang satunya lagi terletak di Korintus. Memang, selain kedua tempat yang terkenal itu, masih banyak dijumpai stadium-stadium lainnya yang terletak baik di dalam maupun di luar Yunani. Bahkan, hampir di seluruh wilayah Mediterania dan di seluruh peradaban Yunani, ke mana pun peradaban Roma tersebar, maka di sana akan ditemukan banyak stadium dan pastinya berbagai pertandingan dapat disaksikan di sana.

Dengan demikian, saat menggunakan gambaran tentang gelanggang pertandingan kepada jemaat di Korintus, sesungguhnya Paulus menggunakan sebuah gambaran yang sangat umum yang sudah begitu dipahami dengan baik oleh setiap orang pada waktu itu. Pertandingan yang dimaksudkan Paulus tentunya bukan pertandingan di dalam stadium dalam arti yang sesungguhnya, melainkan tentang pertandingan iman. Pertandingan ini tidak dilakukan hanya sewaktu-waktu menurut keinginan ataupun mengikuti suasana hati seseorang, melainkan pertandingan yang wajib diikuti setiap orang percaya dan berlangsung seumur hidup secara terus menerus. Dalam ayat pokok kita di atas, setiap orang yang mengikut Yesus diumpamakan sebagai orang yang sedang mengikuti sebuah pertandingan, dimana setiap peserta harus turut berlari. Setiap kita, apapun posisinya, entah jemaat biasa, pengerja gereja, ketua departemen, pemimpin persekutuan, bahkan pendeta sekalipun tidak terkecuali, wajib masuk dalam arena pertandingan iman ini.

Dan sampai hari ini pertandingan kita masih belum mencapai garis akhir. Itu artinya kita masih harus terus berlari. Minggu ini Tuhan rindu mengingatkan kita bahwa ini belum saatnya untuk bersantai, apalagi berhenti, melainkan harus tetap terus berlari menuju tujuan Tuhan dengan fokus pandangan mata yang tetap terarah ke depan. Lupakanlah apa yang ada di belakang (masa lalu) dan arahkanlah diri pada apa yang ada di depan kita. Jika kita terus menerus menoleh ke belakang, kita akan kehilangan arah yang benar. Sekalipun mungkin masa lalu kita begitu kelam, tapi kita harus melupakan semuanya itu dan mengarahkan diri kita pada masa depan yang sudah Tuhan siapkan.

Di dalam sebuah pertandingan minimal terdapat dua kelompok orang. Kelompok pertama disebut peserta pertandingan, sedangkan kelompok lain disebut penonton. Ada perbedaan yang sangat nyata di antara keduanya, meskipun sama-sama berada di dalam stadium yang sama. Tuhan tidak mau orang percaya hanya mengambil posisi sebagai penonton saja. Penonton biasanya adalah orang-orang yang kerjanya hanya menilai, mengomentari, bahkan mencela orang-orang yang sedang melakukan pertandingan tanpa melakukan apa-apa. Sebaliknya, peserta adalah orang-orang terlatih yang sedang bergerak maju di sebuah arena pertandingan, berlari kepada tujuan yang jelas, hingga akhirnya memperoleh hadiah, yaitu piala yang telah disediakan.

Untuk menjadi peserta aktif sebuah pertandingan kita harus memahami beberapa hal berikut ini:
(1). Titik awal pertandingan

1 Kor. 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, …

Pertandingan orang percaya dimulai saat dia percaya pada Tuhan Yesus dan dengan iman menjadi pengikut Kristus yang dinyatakan dengan memberi diri dibaptis. Kita menanggalkan diri kita yang lama dan menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:15-17; Rom 6:4-5). Bagaimana hal ini terjadi? Melalui baptisan yang benar, yang dilakukan sesuai firman Tuhan, dimana kuasa darah Yesus membasuh dan memberi anugerah pengampunan untuk dosa-dosa kita. Saat memasuki air dan dibaptis dalam nama Yesus Kristus, kita harus memiliki iman. Selama pembaptisan, kita mati bersama Kristus. Setelah bersatu dengan-Nya seperti dalam kematian-Nya, kita kemudian bersatu juga dalam kebangkitan-Nya. Setelah dibaptis, kita bukan lagi pendosa. Kita dimampukan untuk berjalan dalam hidup yang baru, dan diberi-Nya kuasa untuk mengalahkan Iblis dan kematian. Inilah titik awal pertandingan kita. Hanya apabila kita berada di titik awal inilah maka kita resmi bersaing dalam pertandingan, dengan kesempatan nyata yaitu untuk memenangkan hadiah, mahkota abadi.

(2). Bertanding sesuai aturan yang berlaku

2 Tim. 2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

Banyak dari kita sudah mulai menjalankan pertandingan, namun untuk menyelesaikannya dengan baik kita harus bertanding sesuai aturan. Kita tidak bisa berlari seenaknya seperti yang kita inginkan. Sebagai contoh, aturan mengharuskan sang atlet menempuh jarak yang ditetapkan. Misalnya, seorang atlet yang mengikuti lomba 400 meter namun ternyata hanya berlari 200 meter saja, tidak bisa mengklaim bahwa ia telah menyelesaikan pertandingan. Selain itu, pelari-pelari tersebut harus tetap dalam jalur lintasannya masing-masing. Pelari yang berlari dalam jarak penuh dan menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finish namun tidak tinggal dalam lintasan yang telah ditetapkan, tidak akan memenangkan hadiah. Bahkan, siapapun yang melenceng hanya beberapa sentimeter saja ke lintasan berikutnya pun akan segera didiskualifikasi.

Karena kita berada dalam perlombaan untuk hidup yang kekal, ada dorongan lebih besar bagi kita untuk menjalaninya sesuai aturan. Dengan kata lain, saat percaya kepada Yesus, kita harus percaya pada ajaran-ajaran-Nya dan menghidupinya. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita percayai itu konsisten dengan aturan-aturan ini. Hal yang sangat disayangkan jika penyebab kekalahan para peserta pertandingan adalah kurangnya pengetahuan yang mendalam tentang aturan! Selain itu, pelari tidak dapat membuat aturan sendiri ataupun menafsirkan aturan menurut diri mereka sendiri saat sedang dalam pertandingan.

(3). Fokus pada Sang Pemilik iman

Ibr. 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, …

Kunci ketiga untuk memenangkan perlombaan adalah fokus. Dalam kehidupan iman, fokus kita adalah Yesus; kita harus selalu melihat kepada-Nya. Sebagaimana Yesus adalah Tuhan kita, kita harus meneladani-Nya. Dengan kata lain, kita tidak boleh membiarkan kebanggaan terhadap kemampuan berlari kita menjadi batu sandungan. Tidak peduli berapa banyak atau berapa lama kita melayani Tuhan atau berapa banyak orang bersorak meninggikan kita, kita tidak boleh lupa untuk hanya melihat kepada Kristus.

Di dalam kelemahan manusia, mungkin saja ada di antara kita yang sudah merasa lelah dan tergoda untuk menyerah. Pada saat-saat seperti itu kita tetap harus mengarahkan mata kita kepada Yesus agar kita tidak menjadi lemah. Dengan melihat kepada-Nya dan terhubung dengan-Nya kita sedang memperkuat harapan kita dan memungkinkan kita untuk terus menjalani pertandingan iman dengan tekun. Ini bukanlah pertandingan yang mudah, tetapi marilah kita terus berlari dengan baik, berlomba dengan tekun, dan akhirilah sampai mencapai garis akhir untuk memenangkan hadiah kekal. Hanya ketika kita mencapai garis finish dengan tetap memelihara iman kepada Kristuslah, maka barulah kita dapat menyatakan bahwa kita telah menyelesaikan pertandingan dengan baik.

Tuhan Yesus memberkati!

24 Januari 2016 – Semua peserta turut berlari

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>