Ams. 11:17  Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Melalui ayat ini, penulis amsal mengajarkan bahwa tidak ada orang yang melakukan kebaikan tanpa orang itu sendiri akan menikmati kebaikan yang sama seperti yang ia bagikan. Seperti orang yang menyemprotkan minyak wangi ke tubuh orang lain, maka paling tidak ada sebagian dari minyak wangi tersebut yang turut mengenai bagian tubuhnya sendiri. Kita tidak dapat menawarkan kemurahhatian pada sesama tanpa turut mengalaminya sendiri dalam hidup kita.

Minggu ini Tuhan mau kita mempelajari cara kerja mesin ATM (Automated Teller Machine/Anjungan Tunai Mandiri), yaitu mesin yang digunakan untuk mengambil uang tunai yang biasanya banyak terdapat di berbagai tempat yang strategis yang ramai dikunjungi orang atau tempat yang mudah dijangkau masyarakat, misalnya di tempat perbelanjaan, di pasar, termasuk di depan bank pemilik mesin tersebut.

Mesin ATM biasanya dimiliki oleh sebuah bank, yang berfungsi mengeluarkan uang tunai dalam jumlah tertentu berdasarkan saldo dan permintaan nasabah bank pemegang kartu ATM tersebut. Secara berkala bank memasukkan sejumlah uang ke dalam mesin ATM agar para nasabah bank dapat menmbil uang tunai sewaktu-waktu diperlukan dengan menggunakan kartu ATM-nya.

Fungsi utama dari mesin ini adalah memberi dan memberi. Prinsip kebenaran yang dapat kita tangkap dari cara kerja mesin ini adalah kesediaannya untuk selalu memberi, mengeluarkan, dari dalam dirinya, sesuatu yang berguna bagi banyak orang, menjadi saluran kasih, berkat, kuasa, dan lain-lain.

Apa yang dapat kita tangkap tentang prinsip mesin ATM ini bila dikaitkan dengan keberadaan kita sebagai mutiara-mutiara Kerajaan Sorga?

(1). Kita dipulihkan untuk memulihkan
Luk. 22:32b “Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

Ada masa-masa dimana Yesus bersyafaat bagi Petrus yang sempat mengalami kejatuhan, yaitu saat ia menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, hingga akhirnya Petrus mengalami pemulihan. Setelah pulih, Yesus memberikan perintah kepada Petrus untuk pergi dan memberi kekuatan bagi banyak orang. Itulah sebabnya kita tidak lagi mengenal sosok Petrus sebagai seorang penyangkal Yesus, melainkan sebagai seorang rasul Tuhan yang dipakai secara luar biasa. Surat-suratnya yang menguatkan banyak orang dapat kita baca hingga hari ini di Alkitab.

Kita tentu pernah mendengar kisah seorang perempuan Samaria, yang tidak pernah disebutkan namanya, namun apa yang telah dilakukannya masih tetap diingat hingga hari ini. Sebelum peristiwa itu, ia hanyalah seorang wanita yang dikucilkan oleh orang-orang di daerah tempat tinggalnya, namun perjumpaannya dengan Yesus pada suatu hari yang panas terik telah mengubah jalan hidupnya. Dari seorang wanita terbuang yang dianggap kotor, yang kemudian menerima ‘Air Kehidupan’ dari Sang Sumber, ia diubahkan menjadi seorang yang begitu giat ‘membagikan air’ yang telah ia terima, kepada orang banyak, memperkenalkan nama Yesus kepada orang-orang di sekelilingnya. Kebangunan rohani besar-besaran yang pernah terjadi di Samaria, di masa lalu, merupakan salah satu dampak dari pelayanan wanita yang sudah diubahkan Tuhan ini.

Kita juga, yang sudah diubahkan Tuhan, saat ini dingatkan kembali bahwa keberadaan kita adalah untuk memberikan pengaruh ilahi kepada orang-orang di sekeliling kita. Seperti halnya mesin ATM yang berfungsi untuk memberkati orang lain, yang keberadaannya dapat dirasakan oleh banyak orang.

(2). Kebaikan membuahkan kebaikan

Rut 2:16  bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

Inilah perkataan Boas ketika ia melihat seorang wanita bernama Ruth yang sedang bekerja memunguti sisa jelai. Dengan sengaja, Boas memerintahkan para pekerjanya untuk meninggalkan jelai-jelai begitu rupa agar Ruth dengan mudah dapat memungutinya dalam jumlah cukup. Inilah yang dimaksud dengan ‘Rut bekerja dalam kasih karunia Tuhan’. Berbeda dengan para pemungut jelai lainnya yang harus bekerja keras untuk memunguti jelai demi jelai yang tercecer, Ruth justru mengalami perbedaan perlakuan. Rut mendapat kemurahan Tuhan.

Apa yang membuat Rut menerima perlakuan yang istimewa? Semua ini bermula saat Rut memutuskan untuk mengikuti dan melayani Naomi, yang tidak lain adalah mertuanya sendiri. Walaupun suami Rut, yaitu anak Naomi, sudah meninggal, dan Naomi tidak mempunyai anak laki-laki lain lagi untuk dinikahkan dengan Rut, namun Ruth memutuskan untuk mengabdi dan melayani Naomi dengan setia. Dengan sepenuh hati Ruth memberi yang terbaik kepada mertuanya. Ternyata kesetiaan Ruth tidak berhenti kepada sang mertua saja, tetapi juga kepada Allah yang disembah Naomi. Hal inilah yang menyebabkan Ruth menerima buah dari kebaikan yang ia lakukan kepada mertua dan Allahnya. Ruth sama sekali tidak mengharapkan suatu upah apapun dari perbuatannya sejak semula, namun Allah memerhatikannya dan tidak melupakan apa yang diperbuatnya.

Kita melakukan kebaikan bukan karena supaya kita diselamatkan atau supaya diberkati, namun karena sadar bahwa kita, kini, adalah orang-orang yang sudah diselamatkan di dalam Kristus dan sudah begitu banyak menikmati kebaikan Tuhan sehingga kita juga rindu membagikan kebaikan yang telah kita terima dari-Nya kepada orang banyak Dan tanpa kita sadari, ketika kita sedang melakukan kebaikan Tuhan bagi hidup banyak orang, maka yakinlah bahwa kitapun turut menikmatinya pula.

(3). Mengasihi sesama termasuk mengasihi musuh

Luk. 6:35-36 (35) Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, . . . (36) Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Salah satu tindakan murah hati seperti yang ditunjukkan mesin ATM ternyata tidaklah sekedar berbicara soal memberi dalam hal materi, berkorban demi Kristus, dan mengasihi sesama saja, tetapi juga termasuk mengasihi musuh-musuh kita, yaitu orang-orang yang berniat tidak baik ataupun mereka yang melakukan hal-hal yang buruk terhadap kita. Hal ini memang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak mudah untuk dilakukan.

Namun, pesan Tuhan minggu ini mengingatkan kita kembali melalui fungsi mesin ATM, mesin yang hanya tahu memberi, melayani, tanpa pandang bulu siapa yang menggunakannya. Itulah yang dimaksud dengan sikap murah hati. Demikianlah juga kita seharusnya. Senantiasa membagikan kasih Kristus kepada siapa saja yang kita temui, tanpa pandang bulu.

Mari kita bersama-sama belajar kepada Tuhan Yesus, yang meskipun sudah dianiaya dan didera begitu rupa hingga mati di atas kayu salib, namun Ia bersedia untuk memohonkan ampun kepada Bapa di sorga bagi orang-orang yang telah menganiaya diri-Nya itu. Maka, tidaklah mengherankan apabila kemudian Bapa sangat meninggikan Yesus dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.

Umat yang dikasihi Tuhan, janganlah lupa bahwa Tuhan memandang kita sebagai mutiara yang indah, namun Ia tidak mau orang-orang di sekeliling kita sekedar menikmati keindahan Tuhan yang ada di dalam kita saat Tuhan menjadikan kita sebagai ciptaan yang baru. Tuhan mau agar orang-orang di sekeliling kita juga dapat menikmati keberadaan kita sebagai pembawa terang Kristus, di wilayah (domain) kita masing-masing. Tuhan juga rindu setiap kita dapat berlaku sebagai pribadi-pribadi yang bermurah hati seperti Bapa kita yang adalah murah hati.

Tuhan Yesus memberkati!

23 September 2012 – Murah Hati / ATM (Mutiara yang Berharga Bag-2)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>