21 Oktober 2018 – Alat Untuk Menyatakan Dia Yang Dari Atas

Yohanes 3:30-36 (31) Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
 
Tuhan ingin agar setiap orang percaya berperan menjadi saksi-Nya. Tugas seorang saksi adalah memberi kesaksian tentang apa yang dialami, dilihat, dan dirasakannya secara pribadi. Saksi tidak menceritakan pengalaman orang lain. Saksi tidak sama dengan reporter. Reporter memiliki tugas menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa yang terjadi atau tentang orang lain. 
 
Menjadi saksi Kristus berarti memperlihatkan kehidupan kekristenan yang benar dan menjadi berkat di mana pun kita berada. Artinya, iman, nilai-nilai dan kebenaran Kristus tidak disembunyikan, tetapi justru dinyatakan melalui perbuatan, perkataan, sikap, cara berpikir, dan keputusan kita. 
 
Perikop di atas menceritakan tentang seorang bernama Yohanes Pembaptis yang dipercaya Allah mempersiapkan jalan bagi Yesus. Masa hidupnya tidak terlalu panjang, namun selama hidupnya ia efektif menjalankan panggilannya tepat seperti yang dikehendaki Allah. Ia dengan tepat “memainkan perannya” sebelum kemunculan Yesus dalam pelayanan-Nya pada masa transisi dan pada masa sesudah kemunculan-Nya, dan ia menyelesaikan seluruh tugasnya dengan baik. 
 
Yohanes Pembaptis adalah seorang rabi terpandang yang memiliki sejumlah pengikut, yang adalah murid-murid didikannya. Namun ia dengan rendah hati mengalihkan fokus pandangan orang-orang dan para pengikutnya kepada Yesus, “Dia yang datang dari atas”, sebagaimana yang sudah sering ia beritakan sebelumnya. Ketika orang-orang menyangka bahwa ia adalah Mesias yang dinantikan orang, ia berkata bahwa ia bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah seorang yang ditugaskan untuk mempersiapkannya saja. 
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Sebagaimana kita dipercayakan Tuhan sebagai kendaraan-Nya, Tuhan mau kita belajar pada pribadi yang bernama Yohanes Pembaptis. Ia yang pada jamannya dipercayakan Allah sebuah tanggung jawab besar untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus. Namun betapa indah cara ia memperkenalkan Yesus “Yang datang dari atas”, dan cara ia mengalihkan perannya di saat ia sendiri tengah berada di puncak pelayanannya. Tidak mudah memang, namun ia telah melakukannya dengan baik. 
 
Beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menjadi saksi yang baik dalam menyatakan Kristus sebagai “Pribadi yang datang dari atas”, di antaranya adalah dengan:
 
(1). Bersedia menyangkal diri 
 
Yoh. 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 
 
Pada waktu itu banyak orang menganggap Yohanes Pembaptis adalah orang yang suci dan mulia. Bahkan, tidak sedikit yang menduga bahwa ia adalah Sang Mesias. Namun alih-alih mengaku-ngaku sebagai Mesias dan menerima penghormatan dari orang-orang, ia justru berkata bahwa Yesuslah yang harus makin besar, dan ia harus semakin kecil. Sungguh luar biasa bukan? 
 
Kalimat ini rupanya tidak hanya berlaku bagi Yohanes Pembaptis saja, namun juga untuk diri setiap kita. Menjadi kecil bukan berarti kita berpura-pura menjadi tidak penting dan tidak berarti, namun lebih kepada sebuah penyangkalan diri. “Menjadi kecil” berarti kita mau menyangkal diri kita dan membiarkan Tuhan mengambil alih hidup kita sepenuhnya. Wujud penyangkalannya mungkin berbeda untuk setiap orang. Apa yang mudah bagi orang lain belum tentu mudah bagi kita ketika berkaitan dengan ego atau harga diri kita. 
 
(2). Bersedia menggunakan cara yang ‘dari atas’
 
Yoh. 3: 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 
 
Hukum yang berlaku di dunia tidak jauh berbeda dengan “hukum rimba” dimana siapa yang kuat, maka dialah yang menang. Yang kuat seringkali diartikan sebagai mereka yang memilih menggunakan cara-cara yang tidak berbeda dengan cara yang dunia gunakan. Dunia menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya, entahkah cara itu berkenan atau pun cara yang jahat sekalipun. Dan mereka akan mengklaim dirinya sebagai yang teratas ketika cara yang digunakannya berhasil. 
 
Namun hukum Tuhan berbeda. Yohanes mengatakan bahwa siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Kita baru dikatakan menang dan berada di atas ketika kita memilih menggunakan hukum dan cara Tuhan, meskipun hasilnya mungkin terlihat seolah-olah kita adalah seorang yang kalah. Yesus suatu hari berkata kepada para murid bahwa mereka bukanlah dari dunia (Yoh. 15:19), sebagaimana Ia katakan hal itu pula kepada kita, maka sepatutnyalah kita pun menggunakan cara Tuhan dalam setiap keadaan. Dari situlah maka kita berada di atas semuanya. 
 
Mari jemaat Tuhan, memang tidaklah mudah menyangkal diri dan menyerahkan segala sesuatu sepenuhnya kepada cara yang dari Tuhan, namun sebagai kendaraan-kendaraan-Nya Tuhan, cara itulah yang paling efektif untuk menyatakan Dia yang datang dari atas. Selamat menjadi alat-Nya! 
 
Tuhan Yesus memberkati! 

21 Oktober 2018 – Alat Untuk Menyatakan Dia Yang Dari Atas

| Warta Jemaat |
About The Author
-