2 Tawarikh 16:9  Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”

Inilah perkataan yang dinyatakan Tuhan kepada raja Asa melalui nabi Hanani, seorang pelihat. Raja Asa dinilai telah melakukan suatu kebodohan di mata Tuhan karena ia mulai mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, saat terancam akan diserang oleh Baesa, Raja Israel. Asa mengeluarkan sejumlah besar emas dan perak dari perbendaharaannya, dan mengirimkannya kepada Benhadad, raja Aram. Tujuannya adalah, agar Aram menyerang Israel. Dengan diserangnya Israel, ia berharap Israel undur untuk menyerang Yehuda yang dipimpin oleh Asa. Mengandalkan kekuatan diri sendiri saat menghadapi sebuah ancaman, termasuk ancaman yang lebih besar yang pernah dihadapi sebelumnya, sebenarnya bukanlah kebiasaan raja Asa.

Raja Asa adalah seorang yang sangat mengenal kekuatan Tuhan. Pada awal pemerintahannya, Yehuda pernah mengalami ancaman serangan dari Zerah, pemimpin orang-orang Ethiopia. Jumlah pasukan yang dimiliki oleh Ethiopia ketika itu luar biasa banyaknya, yaitu satu juta orang ditambah tiga ratus kereta. Namun, Asa dengan pasukannya yang jauh lebih sedikit, berani menghadapinya. Ia tahu benar siapa yang ia andalkan. Ia berseru kepada Tuhan dan berkata bahwa selain dari pada Tuhan, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Dan Tuhan memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda. Orang-orang Ethiopia itu lari dan dikejar oleh Asa dan laskarnya sehingga tidak ada yang tinggal hidup, oleh karena Tuhan.

Lama setelah itu Yehuda dalam keadaan aman dan tidak ada perang, tidak ada masalah yang terlalu berarti bagi Yehuda. Emas dan perak begitu banyak tersimpan di dalam perbendaharaan kerajaan. Barangkali hal inilah yang membuat Asa dan segenap Yehuda menjadi sedikit terlena karena dininabobokan oleh berbagai kenyamanan yang mereka miliki, sehingga pencarian akan Tuhan sedikit mengendur. Hati yang tadinya berpaut akan Tuhan mulai terbagi fokusnya kepada hal-hal lain yang lebih menarik menurut penilaian mereka. Itulah sebabnya, ketika datang sedikit ancaman dari Israel, mereka mulai melupakan sandaran utama mereka, yaitu Tuhan, Bapa Yang Mahakuasa.

Firman yang disampaikan nabi Hanani kepada Asa mengatakan dengan jelas bahwa bukannya Tuhan tidak mengasihi Yehuda dan bukan pula Tuhan tidak memberikan pertolongan kepada mereka. Mata Tuhan sesungguhnya telah menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Namun sayangnya, dalam hal ini Yehuda telah melakukan kebodohan. Ada hati yang kurang bersungguh-sungguh yang ditunjukkan oleh mereka.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Ada mata Tuhan yang sedang menjelajah ke seluruh bumi, termasuk sedang menjelajah kepada setiap pribadi kita untuk melimpahkan kekuatan-Nya. Namun ternyata tidak kepada semua pribadi Ia curahkan kekuatan-Nya yang luar biasa itu, melainkan hanya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Tuhan.

Seperti apakah pribadi yang dikatakan bersungguh hati kepada Tuhan?
(1). Pribadi yang hatinya setia kepada Tuhan (NKJV. Loyal heart/undivided heart= hati yang tidak terbagi)

Gal. 3:1  Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Kategori orang-orang yang tidak bersungguh hati kepada Tuhan, bukanlah orang-orang yang malas atau tidak suka beribadah. Mereka mungkin saja termasuk orang-orang yang beribadah secara rutin. Perkara tidak bersungguh hati kepada Tuhan ternyata bukan perkara rajin tidaknya beribadah, melainkan tentang hati yang masih berfokus kepada Tuhan atau hati yang sudah terbagi kepada hal-hal yang lain. Orang percaya bisa saja tetap datang beribadah dan melayani Tuhan, namun fokus hatinya bisa saja sudah tidak sepenuhnya lagi tertuju kepada Tuhan Yesus dan firman-Nya. Ada hal-hal lain yang didapati lebih menarik dari firman Tuhan. Termasuk di dalamnya penerapan prinsip-prinsip hidup yang bercampur baur dengan prinsip-prinsip di luar kebenaran firman Tuhan.

Rasul Paulus menegur jemaat Tuhan di Galatia, bahkan ia tidak segan-segan untuk mengatakan kepada mereka sebagai orang-orang yang bodoh ketika mereka didapati hatinya mulai terpesona akan hal-hal lain di luar daripada Tuhan Yesus. Ada sesuatu di luar Kristus yang telah “menyihir” hati mereka. Ada prinsip-prinsip lain di luar kebenaran firman Tuhan yang didapati lebih menarik hatinya.

Ketika mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya, maka sudah pasti kekuatan itu dilimpahkan hanya kepada mereka yang didapati hatinya tidak terbagi.

(2). Pribadi yang hatinya berkomitmen kepada Tuhan (GWT. Committed heart)

Maz.73:26  Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Pemazmur Asaf bukanlah seorang yang tanpa cacat atau cela. Ia bahkan pernah sangat kecewa hatinya kepada Tuhan, karena merasa telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan. Ia melihat Tuhan sepertinya lebih membela orang-orang fasik dan membiarkan mereka tetap aman dan makmur, sedangkan dirinya sendiri yang ia nilai telah setia kepada Tuhan, merasa telah diabaikan begitu saja oleh Tuhan dan dibiarkan menderita. Hingga kemudian Tuhan menyingkapkannya sendiri tentang ketidakmengertiannya itu, barulah ia menyadari bahwa apa yang dipikirkannya itu adalah salah, dan ia menyesal hal itu. Ia baru mengerti bahwa ternyata Tuhan telah berlaku demikian adil kepada dirinya, bahwa sesungguhnya tidak ada tempat yang kokoh bagi orang fasik.

Sejak itu pemazmur Asaf mengambil suatu komitmen kepada Tuhan, bahwa segala apapun yang terjadi atas dirinya, semua ada di dalam tangan pemeliharaan Tuhan yang telah begitu baik kepadanya. Rasa syukur itu ia buktikan dengan ingin selalu dekat dengan Tuhan. Bahkan sekalipun daging dan hatinya habis lenyap, sekali-sekali ia tidak akan kecewa apalagi meninggalkan Tuhan, karena ia tahu benar siapakah Gunung Batunya tersebut.

Ketika mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya, maka sudah pasti kekuatan itu dilimpahkan hanya kepada mereka yang hatinya berkomitmen kepada Tuhan.

Mari umat Tuhan, inilah saatnya kita mengintrospeksi hati kita masing-masing, adakah hati kita tanpa disadari telah terbagi kepada hal-hal yang lain. Ataukah masih ada hati yang masih menyimpan kekecewaan, kebencian, atau ketidakmengertian kepada Tuhan dan sesama. Sesungguhnya, saat ini mata Tuhan sedang menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya hanya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Tuhan Yesus memberkati!

21 Juni 2015 – Bersungguh Hati Terhadap Tuhan

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>