Nehemia 8:1-12 (10) Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Menurut pengertian umum, sukacita seringkali diartikan sebagai sekedar perasaan hati yang girang dan gembira. Selain itu, orang seringkali menghubungkan sukacita dengan suatu kondisi dimana tidak ada penderitaan atau permasalahan yang sedang menimpa. Artinya, sukacita dianggap sangat tergantung dari kondisi atau keadaan yang sedang dialami seseorang. Seseorang dikatakan bersukacita apabila hidup sedang lancar, aman, berkecukupan, sedang dapat rejeki atau keuntungan, dan lain-lain. Sebaliknya, ketika seseorang sedang menghadapi persoalan atau masalah, itu berarti sukacita sedang tidak ada di dalam orang itu.

Ini hanyalah pandangan dari sebagian besar orang mengenai sukacita yang sebenarnya kurang tepat. Sukacita sejati sesungguhnya tidak tergantung dari apa yang sedang dialami atau dirasakan seseorang. Bagaimana bisa demikian? Sebab sukacita yang sesungguhnya itu berasal dari Tuhan dan sama sekali tidak tergantung dari manusia, situasi, kondisi atau keadaan apapun. Sukacita sesungguhnya adalah luapan ilahi yang timbul ketika seseorang hidup berdamai dengan Tuhan.

Sukacita memiliki kuasa yang luar biasa karena bukan saja bisa mengobati hati yang susah tetapi juga mampu menjadi perlindungan bagi orang yang memilikinya. Kata “perlindungan” dalam bahasa aslinya ternyata mengandung makna aman dalam benteng perlindungan Tuhan, berada di dalam kekuatan Tuhan, mengalami kemurahan Tuhan, dituntun Tuhan dengan arahan yang sangat jelas, dan dicukupkan kebutuhannya. Betapa luar biasanya! Lewat pesan-Nya ini, Tuhan mau setiap kita mengalami sukacita yang sesungguhnya dari Tuhan.

Namun sukacita dari Tuhan tidak datang begitu saja ke dalam kehidupan orang percaya. Sukacita ternyata diawali terlebih dahulu oleh:
(1). Perhatian yang serius akan firman Tuhan

Neh. 8:3 Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.

Perikop pesan Tuhan di dalam Nehemia pasal 8 ini diawali dengan berkumpulnya orang-orang Israel yang belum lama tiba dari pembuangan di Babel, di depan pintu gerbang Air. Di bawah kepemimpinan Ezra dan Nehemia, orang-orang Israel ini mendirikan kembali tembok Yerusalem yang telah roboh. Hal pertama yang mereka lakukan adalah meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membacakan kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel. Lalu dibacakanlah firman Tuhan di hadapan sekitar 50.000 orang.

Ketika firman dibacakan Ezra, Alkitab mencatat, betapa orang banyak yang berkumpul itu begitu lapar dan haus untuk mendengarkannya. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa ada dorongan ataupun paksaan dari siapapun juga. Mereka datang dengan suatu keputusan untuk tunduk kepada otoritas kebenaran firman Tuhan. Mereka rindu supaya kali ini, hidup mereka dipimpin sepenuhnya oleh firman Tuhan. Dan lihatlah, sungguh suatu pemandangan yang luar biasa, saat Ezra membacakan bagian demi bagian dari pada kitab itu dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan, tidak ada satu pun dari mereka yang beranjak sedikitpun. Kebangunan rohani tidak akan terjadi tanpa kelaparan akan firman yang seperti ini. Sebaliknya, ketika umat Tuhan mulai menjadi lelah dan kehilangan antusiasme untuk mendengarkan firman Tuhan, maka kematian rohanilah yang terjadi, dan sukacita yang dari Tuhan pun pergi meninggalkannya.

(2). Pertobatan yang datang melalui pendengaran akan firman Tuhan.

Nehemia 8:9 Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

Setengah hari mendengarkan firman Tuhan tidaklah cukup bagi orang-orang Israel yang sedang “kelaparan” Itu. Mereka menginginkan firman lebih lagi. Mereka bukan hanya sekedar asal mendengarkan, melainkan membentuk group dimana di dalamnya ada orang-orang Lewi yang khusus mengajarkan firman yang mereka dengarkan, sehingga pemberitaan firman dapat dipahami dengan baik.

Semakin orang-orang Israel ini mendengarkan dan mengerti firman yang mereka dengarkan, semakin mereka bersedih hati. Mereka berdukacita atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Firman Tuhan bagaikan palu yang menghantam ego dan kesombongan mereka yang begitu besar. Mereka sadar bahwa terlalu banyak dosa dan perbuatan salah yang telah dilakukan sehingga mereka menangis karena menyesali segala perbuatan mereka dan kebangunan rohani pun terjadi.

Banyak orang percaya yang tidak mengetahui kaitan antara sukacita dan pertobatan. Pertobatan adalah induk dari segala sukacita di dalam Kristus. Tanpa pertobatan yang serius, tidak akan pernah ada yang namanya sukacita sejati. Ketika Daud suatu ketika melakukan pelanggaran dosa, ia mengalami kehilangan sukacita Tuhan. Dan sukacita itu hanya dapat pulih kembali ketika terjadi pertobatan. Itulah sebabnya, dalam Mazmur 51 Daud berseru kepada Tuhan. Ia menyesali perbuatannya dan meminta agar sukacita yang hilang dapat diperolehnya kembali.

Mari umat Tuhan, tidak pernah Tuhan memberikan pesan-Nya tanpa suatu tujuan. Ia ingin sukacita yang sejati ada di dalam setiap umat-Nya. Dan sukacita sejati hanya dapat diperoleh ketika umat Tuhan hidup di dalam pertobatan dan kebenaran hari lepas hari. Sebab sukacita karena Tuhan adalah perlindungan bagi setiap umat kesayangan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

21 Februari 2016 – Sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>