Matius 11:28-29 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Kebanyakan dari kita pernah melihat seorang atlet angkat besi yang sedang mengangkat bebannya, baik saat bertanding ataupun saat berlatih. Setiap kali ia berhasil mengangkat sebuah beban, maka kepadanya akan ditambahkan sebuah beban baru. Semakin besar beban yang ditambahkan, maka akan semakin besar pula kekuatan yang dikeluarkan untuk mengangkat beban itu. Saat dirasa beban sudah terlalu berat dan tidak sanggup lagi untuk diangkat, maka barulah dia menyerah.

Hidup yang dijalani manusia seringkali bagaikan seorang atlet angkat besi. Seiring dengan bertambahnya usia dan tanggung jawab seseorang dalam menjalani kehidupan, maka disadari atau tidak, ada beban-beban yang seakan-akan terus ditambahkan dalam kehidupannya. Beban itu sangat beragam. Kapasitasnya pun berbeda-beda. Ada yang ringan, sedang dan ada juga yang berat. Pemicunya juga bervariasi. Saat beban itu masih ringan, maka dengan santai beban tersebut dapat diangkatnya. Akan tetapi, saat beban itu sudah terlalu berat, maka biasanya banyak orang akan memilih untuk menyerah.

Seorang atlet angkat besi, harus menanggung bebannya seorang diri, namun beda halnya dengan orang-orang yang menaruh harapannya di dalam Tuhan. Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya menanggung beban itu sendiri. Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat beban kita. Firman Tuhan di atas menegaskan bahwa Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Dalam keletihan, kelesuan dan keterbebanan berat, Dia akan memberi kelegaan kepada kita.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bahwa ada beban-beban berat yang sedang dipikul oleh banyak umat Tuhan saat ini. Beban-beban yang dipikul tersebut memiliki penyebab yang beragam. Ada beban-beban yang tidak seharusnya dipikul, namun mereka pikul juga. Ini berbicara tentang memikul beban yang salah. Ada juga beban yang sebetulnya sudah harus diserahkan kepada Tuhan, namun mereka tidak tahu bagaimana menyerahkannya.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menyerahkan beban yang kita pikul ini kepada Tuhan, di antaranya adalah:
(1). Datang kepada Tuhan dan menyerahkan beban yang salah

Mat. 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu

Arti kata “letih” menurut kebiasaan adalah tidak bertenaga (karena baru selesai melakukan kerja yang berat), capai; lelah sekali. Arti kata “lesu” adalah tidak berdaya sama sekali karena kelelahan; teramat penat. Sedangkan arti kata “beban” adalah barang (yang berat) yang dibawa (dipikul, dijunjung dsb); muatan (yang ditaruh di punggung kuda, keledai dsb). Dapat disimpulkan bahwa letih lesu dan berbeban berat menunjuk kepada orang-orang yang sudah tidak bertenaga, tidak berdaya sama sekali dan memikul beban yang berat karena disebabkan oleh berbagai situasi dan kondisi kehidupan.

Ironisnya, banyak beban yang demikian berat yang harus dipikul banyak orang percaya ternyata beban yang salah. Banyak orang percaya yang akhirnya harus menanggung beban yang tidak seharusnya mereka pikul. Hal ini disebabkan di antaranya adalah akibat pelanggaran akan firman Tuhan di masa lampau, sehingga harus menanggung konsekuensi di masa sekarang. Penyebab lainnya adalah karena tidak memiliki ketegasan untuk berdiri di atas kebenaran, sehingga menjalani hidup dalam penindasan orang lain. Memiliki ambisi yang berlebihan sehingga melakukan keputusan-keputusan yang rela melanggar berbagai peraturan, dan lain sebagainya.

Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dan mengakui semua kesalahan yang telah dilakukan, berdamailah dengan pihak-pihak terkait, lalu beranikan diri mengambil keputusan berjalan dalam kebenaran.

(2). Datang kepada Tuhan dan mengenakan beban yang benar

Mat. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Banyak orang hanya melihat kata “kelegaan” pada ayat 28 tersebut dan menganggap bahwa ketika kita mengalami masalah dan datang kepada Tuhan Yesus, pasti masalah kita selesai dan kita akan bisa menjalani hidup yang tanpa masalah lagi. Benarkah demikian? Tentu jika kita membaca ayat-ayat selanjutnya, kita akan lebih mengerti makna dari ayat 28 tersebut. Tuhan memang akan memberikan kelegaan kepada kita, akan tetapi Tuhan juga meminta kita untuk memikul kuk dari Tuhan dan belajar kepada Tuhan (ay. 29). Kuk adalah semacam alat yang dipasang pada hewan ternak (umumnya sapi, kerbau, kuda, atau keledai) sehingga hewan tersebut dapat menarik sesuatu yang dipasang di belakangnya (umumnya bajak atau gerobak).

Jika kita perhatikan, sepertinya ada kontradiksi antara ajakan Tuhan kepada manusia untuk mendapatkan kelegaan dari Tuhan (ay. 28), dengan perintah Tuhan agar kita memikul kuk yang Tuhan pasang (ay. 29). Walaupun demikian, jika kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, ada perbedaan antara memikul beban yang bukan dari Tuhan dengan memikul kuk yang dari Tuhan. Kuk dari Tuhan itu adalah kuk yang enak dan bebannya ringan (ay. 30). Inilah harga yang harus dibayar oleh setiap orang percaya, yaitu sangkal diri, pikul salib dan ikut Yesus (Mat 16:24). Mengiring Tuhan bukan berarti bebas dari masalah dan beban dunia, tetapi tetap ada harga yang harus dibayar. Walaupun demikian, kita pun harus belajar percaya bahwa beban dari Tuhan pasti jauh lebih baik daripada beban di luar Tuhan.

Mari umat Tuhan, pesan Tuhan ini merupakan sebuah undangan khusus bagi kita orang-orang pilihan Tuhan. Bukan sekedar undangan untuk menghadiri sebuah jamuan cinta kasih semata-mata, namun jamuan untuk “mengenakan” rencana Tuhan di dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati!

20 November 2016 – Serahkan Beban Kita Kepada Tuhan

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>