Bil. 14:24  Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Perkataan ini merupakan pernyataan Tuhan kepada Musa dan Harun saat bangsa Israel mengalami kegelisahan sekaligus lemah hatinya untuk tetap percaya bahwa mereka akan dapat memasuki negeri yang Tuhan janjikan, setelah mereka mendengar laporan dari kesepuluh pengintai yang pesimis bahwa mereka akan masuk ke negeri yang berlimpah susu dan madunya tersebut.

Dari dua belas pengintai yang diutus Musa untuk mengamat-amati negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Israel, ternyata sepuluh pengintai di antaranya memberi laporan bahwa kondisi negeri tersebut begitu menakutkan, sehingga hal itu membuat lemah hati seluruh bangsa Israel yang mendengarkannya. Sebaliknya, dua pengintai lain, yaitu Yosua dan Kaleb, dengan sangat optimis melaporkan hal-hal yang luar biasa tentang negeri yang akan mereka masuki tersebut (Bil. 14:7). Hal inilah yang membuat Tuhan memandang mereka berdua sebagai sosok pribadi yang memiliki jiwa yang berbeda dengan rata-rata kebanyakan orang Israel pada waktu itu, dan roh yang berbeda ini pula yang pada akhirnya membawa mereka menikmati negeri yang indah sebagaimana yang telah mereka lihat sebelumnya.

Inilah pesan yang Tuhan berikan bagi kita di minggu ini. Seiring dengan janji-janji yang telah Tuhan berikan pada setiap kita, mungkin keadaan yang terlihat sepertinya masih begitu jauh dari apa yang kita harapkan, bahkan sepertinya penggenapan akan janji Tuhan tersebut seakan menjauh dan rasanya mustahil dapat tergenapi, namun Tuhan kembali mengingatkan kita, bahwa Dia adalah Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dibutuhkan pribadi-pribadi yang “lain jiwanya” untuk dapat melihat segala keadaan yang terjadi dengan kacamata yang benar, yaitu “kacamata” Tuhan.

Apa yang dimaksud dengan pribadi-pribadi yang memiliki jiwa yang lain, seperti yang dimiliki Yosua dan Kaleb?

(1).  Pribadi yang memiliki sikap yang berbeda dari yang lain (NLT version: But My servant Caleb has a different attitude than the others have)

Sikap yang ditunjukkan oleh Yosua dan Kaleb memang berbeda dengan sikap kesepuluh pengintai yang lain maupun sikap seluruh bangsa Israel. Sikap kesepuluh pengintai dan bangsa Israel ini mewakili sikap rata-rata kebanyakan orang pada umumnya, dimana ketika segala sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan, mereka beusaha menemukan sesuatu/seseorang yang dapat dipersalahkan. Sikap yang sama ditunjukkan oleh Adam dan Hawa saat mereka jatuh ke dalam dosa, yaitu selalu menunjuk orang lain sebagai penyebab kesalahan. Kej. 3:12  Manusia itu (Adam) menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Hal yang sama dilakukan juga oleh Hawa ketika Allah bertanya kepadanya. Hawa mempersalahkan ular sebagai penyebab pelanggarannya.

Pribadi yang lain jiwanya dalam pengerian lain adalah pribadi yang dewasa. Salah satu ciri orang yang dewasa adalah berani mengambil sikap untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu yang ia lakukan. Tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain atau apapun, termasuk situasi, atas segala hal yang ia alami. Petrus yang pernah mengalami masa-masa seperti ini di masa lalunya, menuliskannya dalam 1 Pet. 3:15, bahwa kita harus bersedia memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada pada diri kita, dan bukan mempersalahkannya kembali pada orang lain.

Kenyataan bahwa perawakan penduduk asli Kanaan tinggi bagaikan raksasa menurut pemandangan kesepuluh pengintai, memang tidak bisa dipungkiri. Namun, sangatlah kekanak-kanakan apabila mereka menjadikan para penduduk “raksasa” tersebut sebagai penyebab tidak masuknya mereka ke Tanah Perjanjian. Mungkin ada janji Tuhan kepada kita yang belum digenapi hingga saat ini, namun sikap yang benar dalam menantikan janji tersebut adalah terus belajar sesuatu dari Tuhan dan hamba-hamba-Nya, dengan tidak mempersalahkan orang lain atas situasi yang terjadi, seperti: saudara seiman, pengerja, gembala, bahkan lebih parah lagi, meragukan ajaran Tuhan. Sejarah mencatat bahwa rasa kecewa yang tidak semestinya seperti inilah yang seringkali menjadi penyebab munculnya ajaran-ajaran palsu atau bidat.

(2). Pribadi yang dipenuhi dan mau dipimpin oleh Roh Kudus (DR version: My servant Caleb, who being full of another Spirit)

Mungkin ada yang masih bertanya-tanya, seperti apa wujud nyata seseorang yang sedang digendong oleh Tuhan (pesan Tuhan tgl. 5 Agustus 2012). Dalam ayat di atas, Tuhan berkata bahwa Ia akan membawa masuk Kaleb ke Tanah Perjanjian. Artinya, Tuhan siap “menggendong” Kaleb, karena Kaleb mau dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Tuhan yang akan menuntunnya di sepanjang perjalanan menuju tempat yang dijanjikan sendiri oleh Tuhan. Ingatlah selalu bahwa Tuhan pasti akan menuntun umat-Nya, dengan Roh-Nya, ke tempat yang dijanjikan-Nya sendiri, dan bukan ke tempat yang lain.

Seringkali, patokan yang digunakan seseorang dalam menilai apakah ia sedang dipimpin oleh Tuhan atau tidak adalah baik atau tidaknya keadaan yang terjadi, padahal faktanya tidak selalu demikian. Hal yang diperlukan adalah senantiasa mau hidup melekat dalam ‘gendongan’-Nya.

Seringkali seseorang ragu bahwa ia sedang dipimpin Tuhan saat ia melihat bahwa kondisi atau kenyataan yang dihadapi tidak sesuai dengan kedagingannya.

Ketika kesepuluh pengintai melihat tubuh penduduk Kanaan yang besar-besar itu, mereka merasa bahwa mereka sedang tidak berada dalam rencana Tuhan, karena mereka melihat segala sesuatunya dari sisi kedagingan mereka, bukan dalam kepenuhan-Nya. Mereka berpikir bahwa Tuhan sedang merancangkan kecelakaan bagi mereka. Sebaliknya, ketika Yosua dan Kaleb memandang penduduk Kanaan yang perawakannya “masih” besar itu dengan segala kesulitan yang mungkin harus dihadapi, dalam kepenuhan Roh Tuhan, mereka berkesimpulan bahwa negeri yang akan mereka masuki pastilah luar biasa baiknya. Sungguh, suatu rencana Tuhan yang dahsyat akan terjadi.

(3). Pribadi yang mengiring Tuhan sampai tuntas (HCSB version: My servant Caleb has followed Me completely)

Salah satu teladan indah yang ditinggalkan oleh Yesus adalah menyelesaikan rencana Bapa di sorga sampai selesai, sampai akhir. Itulah sebabnya, di atas kayu salib, sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya, Ia berkata: “Sudah selesai”.  Artinya, seluruh rencana Kerajaan sudah Ia tuntaskan dengan sempurna. Sebetulnya, banyak cara yang dapat Yesus lakukan untuk menghindari kematian di atas kayu salib yang mengerikan tersebut. Bahkan Ia mampu memerintahkan sepasukan malaikat sorgawi untuk melawan sebanyak apapun pasukan tentara Romawi yang akan menangkap-Nya untuk kemudian menyalibkan-Nya, namun Ia tidak melakukan itu semua karena Ia mau menuntaskan seluruh rencana Bapa di sorga bagi diri-Nya dan bagi umat manusia yang dikasihi-Nya.

Kita kembali diingatkan, bahwa kita ada saat ini karena ada rencana indah dari Allah Bapa untuk kita laksanakan di bumi ini sampai tuntas. Tuhan menyambut pahlawan-pahlawan-Nya yang menang dan mencapai garis finish, dengan mahkota yang siap dianugerahkan-Nya. Tidak ada sesuatu apapun yang terlalu berat untuk kita tanggung sehingga kita dapat keluar dari arena pertandingan sebagai seorang pemenang. Tantangan hidup yang dihadapi Kaleb tidaklah mudah, bahkan di usia 85 tahun ia masih harus berperang melawan satu kampung penduduk asli Hebron yang adalah juga merupakan keturunan raksaksa seperti yang mereka pernah intai dahulu. Dengan optimis dan penuh gairah, Kaleb mengalahkan seluruh raksasa itu hingga tuntas hingga akhirnya Kaleb beserta keturunannyalah yang mendiami Hebron hingga saat ini.

Umat Tuhan, hari-hari ini Tuhan sedang menantikan pribadi-pribadi yang “lain jiwanya” untuk menyelesaikan seluruh rancangan Kerajaan Sorga di bumi ini. Dan Ia rindu untuk menyambut umat-Nya sebagai pahlawan-pahlawan-Nya yang sejati. Segala tantangan yang Ia ijinkan terjadi, tidak lain adalah cara-Nya dalam membentuk dan mempersiapkan kita. Oleh karena itu, mari kita senantiasa berjalan dalam tuntunan dan gendongan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

19 Agustus 2012 – Generasi yang Lain Jiwanya (Dia Menggendong Kita Bag-3)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>