2 Korintus 10:3-4 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Teknologi persenjataan selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Dari penggunaan bambu runcing sebagai senjata tradisional bangsa Indonesia di masa lalu, hingga persenjataan berteknologi tinggi yang hari-hari ini terus dikembangkan, khususnya oleh negara-negara maju. Namun ada satu senjata yang diperkenalkan oleh rasul Paulus kepada pemercaya Kristus, namanya “senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah.” Senjata yang bahkan lebih canggih dibandingkan dengan senjata manapun yang ada di dunia.

Surat rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus ini dimulai ketika adanya provokasi dan fitnah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang meragukan kepribadian, pelayanan, dan kerasulan Paulus. Ia dituduh hidup secara duniawi dan juga disebut sebagai orang yang tidak konsisten, yang hanya berani di belakang saja. Tuduhan itu dialamatkan kepada Paulus karena ada pihak yang ingin memengaruhi jemaat Korintus agar tidak mau lagi menerima pelayanan Paulus.

Akan tetapi Paulus berharap agar orang Korintus mengubah sikap mereka terhadapnya sehingga ia bisa datang dengan kelemahlembutan. Dalam menangani masalahnya, Paulus tidak menggunakan senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yaitu dengan cara mematahkan siasat, merubuhkan keangkuhan, menawan setiap pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (ayat 5). Kemudian Paulus mengakhiri suratnya dengan menekankan pentingnya ketaatan. Ketaatanlah yang menjadi akhir atau bukti apakah seseorang itu sesungguhnya milik Kristus atau bukan. Saat ketaatan jemaat Korintus lengkap, Paulus akan menghukum setiap kedurhakaan (ayat 6).

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Dalam kehidupan yang kita jalani, kita sering mengalami berbagai tantangan. Baik yang datang dari dalam diri sendiri, dari orang-orang di sekeliling kita, maupun dari pelbagai sumber yang seringkali tidak kita mengerti. Poin pentingnya adalah bukan berfokus pada jenis tantangan yang kita hadapi, namun cara kita menghadapinya. Kita seringkali diperhadapkan dengan cara yang dunia gunakan pada umumnya. Namun lewat pesan ini, Tuhan mau kita menggunakan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah dalam peperangan yang kita hadapi.

Apa yang dimaksud dengan peperangan yang diperlengkapi dengan kuasa Allah?
(1). Peperangan yang dilakukan dengan cara-Nya Tuhan

2 Kor.10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Ketika bangsa Israel menjejakkan kaki mereka di tanah perjanjian, setelah empat puluh tahun lamanya perjalanan dari Mesir, ternyata mereka tidak bisa serta merta berleha-leha menikmati negeri yang dikatakan berlimpah susu dan madunya tersebut. Mengapa demikian? Karena ternyata mereka harus menaklukan wilayah-wilayah yang sedang diduduk penduduk asli di tanah perjanjian (Kanaan). Kota pertama yang mereka hadapi adalah kota Yerikho. Sebuah kota dengan benteng tebal yang mengelilinginya. Keputusasaan meliputi kubu Israel, karena mereka merasa tidak sanggup merobohkan benteng yang begitu tebal, belum lagi harus berhadapan dengan tentara-tentaranya.

Namun seakan-akan tidak dapat dipercaya ketika Yosua memerintahkan seluruh imam dan pasukan Israel untuk berjalan mengelilingi tembok kota Yerikho sebanyak satu kali sehari selama enam hari, lalu tujuh kali pada hari yang ketujuh. Tetapi apa yang terjadi ketika mereka melakukannya? Pada hari yang ketujuh robohlah kota Yerikho dan ditaklukanlah seluruh penduduknya. Secara akal pikiran manusia, sangatlah tidak masuk akal menaklukkan kota yang demikian kokoh, namun ketika Yosua datang kepada Tuhan semesta alam, Panglima Balatentara Tuhan, menerima strategi yang sangat tidak masuk akal, namun ia taat melakukannya. Hasilnya, kemenangan yang gilang gemilang atas umat Tuhan!

(2). Peperangan yang dilakukan untuk mencapai tujuan Tuhan

2 Kor. 10:3 BIS: Kami memang masih hidup di dalam dunia, tetapi kami tidak berjuang berdasarkan tujuan duniawi.

Banyak sekali peperangan yang dialami orang-orang percaya tanpa hasil kemenangan sebagai mestinya. Penyebabnya bukan karena mereka menggunakan cara-cara duniawi ataupun keluar dari kebenaran firman Tuhan, namun lebih karena tujuan utama dari peperangan yang mereka lakukan hanyalah untuk kepuasan serta kepentingan diri sendiri, bukan untuk kepentingan Kerajaan Sorga.

Kalau kita perhatikan, problema yang dialami oleh rasul Paulus ketika ia difitnah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menghancurkan pelayanannya sungguh merupakan sebuah tantangan yang sangat serius. Bayangkan, ketidakpercayaan orang-orang kepada dirinya akan membuat Injil semakin sulit untuk disampaikan. Rasanya ingin sekali ia menghadapi lawan-lawannya sendiri lalu menyingkirkan bahkan kalau perlu membinasakannya. Namun ia memilih untuk berperang secara rohani dengan mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia yang menentang pengenalan akan Allah. Dengan tujuan, bukan saja agar musuh-musuhnya tidak memfitnahnya lagi, namun agar musuh-musuhnya bertobat dan dapat dipakai menjadi alat-Nya Tuhan.

Mari umat Tuhan, ketika kita menghadapi masalah seringkali dunia dan orang-orang di sekeliling kita mencoba untuk menawarkan solusi, namun lewat pesan ini Tuhan mau kita bertindak tidak dengan cara duniawi, namun dengan cara-Nya Tuhan dan untuk mencapai tujuan-Nya Tuhan. Memang tidaklah mudah, namun mari kita libatkan kuasa Roh Kudus yang Tuhan sudah berikan. Selamat berperang!

Tuhan Yesus memberkati!

18 September 2016 – Gunakan Senjata Yang Diperlengkapi Dengan Kuasa Allah

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>