1 Raja-raja 19: 8  Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Ketika mengetahui bahwa Elia telah membunuh nabi-nabi Baal dan Asyera dengan pedang dalam peristiwa di Karmel, maka ratu Izebel menyuruh seorang suruhan untuk mengatakan kepada Elia, bahwa hal yang sama pula akan dilakukan Izebel terhadap diri Elia pada keesokan harinya. Mendengar hal itu, maka takut dan pergilah Elia menyelamatkan nyawanya. Di tengah kesendiriannya di padang gurun, Elia merasakan suatu kelelahan yang amat sangat, baik di dalam tubuh dan jiwanya sehingga dalam kecemasannya ia tertidur lelap. Tiba-tiba datanglah seorang malaikat menyentuh dan membangunkan Elia serta memberinya makanan. Elia lalu memakannya dan kemudian ia membaringkan dirinya kembali. Tetapi kemudian malaikat Tuhan tersebut datang dan membangunkan Elia untuk kedua kalinya serta menyuruhnya untuk makan. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Makanan adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang dapat hidup terlalu lama tanpa mendapat asupan makanan ke dalam tubuhnya. Makanan memberikan kekuatan kepada tubuh dan sekaligus dapat membawa kepada suatu pertumbuhan maksimal dalam setiap pribadi manusia. Kita ada sejak dari bayi hingga mencapai usia saat ini adalah karena hasil makanan yang kita konsumsi hari lepas hari. Memang benar, di tengah-tengah perkembangan teknologi makanan yang demikian pesat hari-hari ini, kita mengetahui bahwa ada makanan yang baik bagi perkembangan tubuh manusia, dan ada juga makanan yang kurang baik, yang fungsinya hanya sebagai pemuas nafsu dan kegemaran semata-mata, yang mungkin apabila dilihat dari segi nutrisi kurang memberikan kontribusi yang baik bagi kesehatan tubuh. Hari-hari ini bahkan banyak sekali makanan yang secara tampak luar terlihat enak dan menyehatkan, namun ternyata sudah terkontaminasi dengan begitu banyak bahan kimia.

Kalau tubuh jasmani kita saja membutuhkan makanan yang bernutrisi baik bagi perkembangan pertumbuhannya, demikian pula halnya dengan tubuh rohani kita. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita mendapatkan bahwa tanpa disadari manusia rohani kita seringkali bekerja berat bahkan terkuras lewat aktifitas dan ketika menghadapi tantangan-tantangan kehidupan di dunia ini. Itulah sebabnya, manusia rohani kita pun memerlukan makanan yang “bernutrisi” untuk menguatkan serta menumbuhkan kita menjadi manusia dewasa rohani yang terbangun dengan baik. Dan makanan itu tentunya bukan sekedar makanan rohani yang asal-asalan dan terlihat baik saja, namun makanan rohani yang sehatlah yang dapat memberikan pertumbuhan yang benar bagi manusia rohani kita.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita, bahwa ada begitu banyak makanan rohani yang terlihat baik, namun tidak semua yang terlihat baik itu berguna bagi pertumbuhan rohani kita. Ketika kita mendapatkan makanan yang baik, maka nikmatilah dan makanlah banyak-banyak, sehingga lewat makanan yang menyehatkan itu membuat kita mampu melanjutkan perjalanan dan tiba di tujuan-Nya Tuhan. Seperti Elia yang perlu terlebih dahulu menikmati makanan yang dari Tuhan untuk dapat meneruskan perjalanannya ke gunung Tuhan.

Beberapa makanan yang menyehatkan tubuh rohani kita, di antaranya:
(1). Perkataan yang keluar dari mulut Allah

Mat. 4: 4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Seorang ahli pernah berkata bahwa jika seseorang tidak menerima asupan makanan dengan cukup maka kelemahanlah yang akan dialami orang tersebut, bahkan lebih parah lagi, orang tersebut akan mengalami kebingungan, diare yang kronis, iritasi, pengambilan keputusan yang salah, bahkan dapat menurunkan sistim kekebalan tubuh. Kekurangan makanan yang berkelanjutan akan dapat menyebabkan beberapa organ tubuh kehilangan fungsinya satu persatu. Dan lebih parah lagi, orang yang kelaparan akan mulai mengalami halusinasi, sawan, kejang-kejang, dan detak jantung yang tidak teratur. Kalau kekurangan makanan jasmani saja bisa mengakibatkan hal-hal yang demikian parah, maka hal sama pun dapat terjadi pada orang yang kekurangan makanan rohani. Hanya bedanya perkara rohani tidak dapat terlihat oleh mata jasmani. Dan makanan rohani yang paling menyehatkan sesungguhnya adalah perkataan firman Tuhan, seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri.

Firman Tuhan adalah makanan rohani yang dapat membangun kehidupan kita, membuat kita tetap kuat, menjaga fokus pandangan kita terhadap Tuhan dengan begitu jelas, dan menjaga tubuh rohani tetap fit dan siap sedia untuk masuk dalam setiap peperangan rohani. Sebaliknya, jika seseorang secara konsisten kekurangan makanan rohani, yaitu firman Allah, maka akan mengakibatkan lemahnya pertahanan rohani, membawa kepada kompromi demi kompromi dengan pihak musuh, dan membuka pintu lebar-lebar bagi si musuh untuk masuk ke dalam kehidupan orang tersebut.

(2). Bertekun dalam pengajaran

Kis. 2: 42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Apa yang dapat membuat para pengikut-pengikut Kristus menjadi murid-murid yang militan, sehingga ketika suatu hari mereka tersebar ke berbagai belahan dunia, mereka menjadi orang-orang yang mampu menjungkirbalikkan dunia lewat pemberitaannya, sehingga pada waktu itu lebih dari separuh penduduk dunia mengenal Kristus. Semua itu dapat terjadi ketika mereka memiliki dasar fondasi kebenaran yang kuat dan pemahaman firman yang benar melalui proses bertekun tiap-tiap hari dalam pengajaran rasuli.

Pengajaran rasuli adalah pengajaran dasar yang diajarkan rasul-rasul pada waktu itu kepada pengikut-pengikut Kristus yang diantaranya mengajarkan tentang pemuridan (discipleship), pembapaan (fathering), pengasuhan anak (parenting), tudung rohani (spiritual covering), struktur Kerajaan Sorga (Kingdom structure), nilai-nilai Kerajaan (Kingdom values), penundukan (submission), kuasa dan otoritas (power and authority), dan lain sebagainya. Radikalitas pengikut-pengikut Kristus yang membuat mereka dewasa dan tidak dapat diombang ambingkan oleh berbagai rupa angin pengajaran ternyata tidak di dapat lewat sekedar kehadiran tiap-tiap minggu dalam ibadah atau pun asal menyantap segala macam buku rohani, namun semua itu di dapat lewat pemuridan hari lepas hari di bait Allah, dimana mereka menerima air susu yang murni dari orang tua rohani mereka.

Mari umat Tuhan, masih banyak lagi bentuk makanan-makanan rohani yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan rohani jasmani kita. Namun biarlah semua itu dimulai dengan sebuah keputusan untuk mau bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan dewasa di dalam Tuhan. Dan untuk bertumhuh menjadi kuat dan dewasa dimulai dari memakan makanan yang bernutrisi terlebih dahulu.

Tuhan Yesus memberkati!

17 November 2013 – Makanan Untuk Memuaskan Atau Menumbuhkan? (Growing To Maturity – Visi 2014)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>