Yohanes 11: 39  Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”

Percakapan ini terjadi ketika Yesus hendak membangkitkan Lazarus dari kematian. Ketika diketahui bahwa kubur Lazarus sudah ditutup dengan batu, maka Yesus memerintahkan orang-orang untuk segera mengangkat batu yang digunakan untuk menutupi gua dimana Lazarus dibaringkan itu. Namun Marta, saudara perempuan Lazarus, mengatakan kepada Yesus bahwa kondisi Lazarus sudah berbau karena sudah empat hari meninggal. Apa yang Marta coba katakan adalah, buat apa bersusah-susah untuk mengangkat batu tersebut, karena apa lagi yang dapat dilakukan terhadap tubuh yang sudah tidak bernyawa dan sudah berbau pula, bahkan ia memperkuat perkataannya dengan mengatakan bahwa sudah empat hari saudaranya itu meninggal. Namun Yesus berkata dengan tegas, seperti yang tertulis di ayat 40, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka setelah Yesus berdoa, Ia memerintahkan Lazarus untuk segera keluar dari gua kuburnya, dan tidak lama kemudian bangkit dan berjalan keluarlah Lazarus.

Pesan Tuhan bagi kita di minggu ini adalah percayalah bahwa apa yang tidak mungkin bagi manusia namun sangat mungkin bagi Tuhan. Tanpa disadari banyak umat Tuhan seringkali bertindak seperti Marta yang melihat segala sesuatu hanya berdasarkan akal pikirannya sendiri yang sesungguhnya sangat terbatas. Adalah benar kalau kita saat ini hidup di dunia nyata dimana perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sudah sedemikian pesat dimana cara berpikir logis sudah demikian mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia hari-hari ini. Segala sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal pikiran, dianggap sebagai sesuatu yang mustahil, sedangkan sesuatu yang dapat dicerna sajalah yang diterima. Cara berpikir seperti inilah yang seringkali membatasi kuasa Allah bekerja.

Adalah tidak salah jikalau kita berpikir secara logis, karena Tuhanpun memperlengkapi kita dengan kemampuan seperti itu, namun jangan lupa kalau kita juga memiliki hati tempat dimana firman Tuhan tersimpan. Di wilayah inilah iman kita dibangun untuk dapat mempercayai hal-hal dahsyat yang dikerjakan oleh Tuhan kita. Itulah sebabnya, ketika Marta mencoba menggunakan logikanya, Yesus mengingatkannya untuk percaya dengan menggunakan iman apabila mau melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Oleh sebab itu, jangan biarkan diri kita berjalan hanya berdasarkan logika saja. Ingat akan Thomas, seorang yang lebih memilih untuk menggunakan kemampuan akal pikirannya sendiri ketimbang mempercayai janji Tuhan akan kebangkitan-Nya, sehingga ia harus terlebih dahulu melihat bekas paku pada tangan Yesus dan mencucukkan jarinya ke dalam luka bekas paku tersebut untuk dapat percaya bahwa betul itu adalah Yesus yang telah bangkit.

Untuk kita dapat mempercayai, melihat dan mengalami perkara-perkara yang supra natural dari-Nya, Tuhan mau kita terus menyelaraskan diri kita kepada-Nya dengan menyatu lebih lagi dalam:

(1). Kuasa pengurapan-Nya

Efesus 1: 17-19  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. …dan mengerti betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

Bukan hal yang aneh kalau kita sering mendengar banyak umat Tuhan yang menjadi lelah dan kecewa dalam pengiringannya kepada Tuhan, salah satu penyebabnya adalah karena seringkali mereka berharap untuk mengalami hal-hal yang supra natural dari Tuhan, tetapi enggan melibatkan dirinya ke dalam kepenuhan kuasa-Nya, yang sebetulnya merupakan bagian dari hal-hal yang supra natural tersebut. Memang benar bahwa untuk seseorang mengalami mujizat, Tuhan tidak memberikan persyaratan apa-apa selain diperlukan hati yang percaya. Namun hal kepenuhan Roh Kudus dan berjalan dalam pengurapan-Nya merupakan perintah agar setiap kita umat-Nya boleh senantiasa bergaul lebih dalam lagi dan mengalami sendiri secara aktif akan perkara-perkara ilahi tersebut. Karena berjalan dalam kepenuhan-Nya merupakan gerbang awal untuk seseorang masuk ke dalam hal-hal yang supra natural yang tidak bisa lagi dicerna oleh akal dan pikiran kita sendiri. Itulah sebabnya, rasul Paulus mengajak umat Tuhan untuk meminta Roh hikmat dan wahyu kepada Tuhan supaya dalam kepenuhan-Nya mendapat pengertian untuk percaya akan betapa hebat kuasa Tuhan yang bekerja di dalam diri kita. Artinya, untuk dapat mempercayai kekuatan kuasa Tuhan, diperlukan pengurapan dari Tuhan sendiri.

Banyak hal yang Yesaya tidak dapat mengerti akan panggilan Tuhan dalam dirinya untuk menjadi berkat bagi bangsa Israel, untuk menyatakan hal-hal yang luar biasa terhadap banyak bangsa, dan untuk menubuatkan hal-hal yang akan datang. Penyebabnya adalah keterbatasan dirinya sendiri sebagai manusia biasa dalam mencerna hal-hal yang dari Allah. Namun ketika ia sendiri masuk ke hadirat Tuhan dan mengalami sendiri kepenuhan Roh Kudus-Nya, maka dari situ Yesaya menjadi sangat paham dan mengerti akan hal-hal supra natural yang akan Tuhan nyatakan lebih lagi melalui dirinya. Dan hal ini selanjutnya akan mempermudah Tuhan untuk menyampaikan sesuatu pada Yesaya. Bukankah ini menjadi sesuatu yang indah kalau terjadi juga dalam diri kita?

(2). Kuasa firman-Nya

Yohanes 6: 63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Di hadapan orang-orang yang sedang mengerumuni-Nya, Yesus berkata bahwa manusia yang hidup harus mengerjakan pekerjaaan yang dikehendaki Allah, dan salah satu yang dimaksudkan dengan melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah adalah percaya kepada Dia (Yesus) yang diutus oleh Allah. Lalu mereka melanjutkan dengan bertanya bagaimana mereka dapat menjadi percaya, Yesus menjawab bahwa untuk menjadi percaya mereka harus memakan roti yang dari sorga. Dan yang dimaksud dengan roti yang dari sorga adalah diri-Nya sendiri. Jadi yang dimaksud dengan memakan roti dari sorga adalah menjadi satu dengan diri pribadi Yesus dan perkataan firman-Nya.

Yesus mencoba menjelaskan bahwa roti yang dari sorga berbeda dengan roti yang dari dunia. Perkataan-perkataan-Nya berbeda dengan perkataan-perkataan dunia, karena perkataan yang dikatakan Yesus adalah roh dan hidup. Penuh dengan perkataan Yesus akan senantiasa menghidupkan kita dan membawa kita mengerti akan perkara-perkara Tuhan yang ajaib. Itulah sebabnya, Tuhan menggunakan perkataan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu, termasuk ketika Ia menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Kita bisa bayangkan apa yang terjadi ketika kita senantiasa penuh dengan firman-Nya, maka roh kita akan hidup dan terbiasa untuk menerima serta mengalami perkara-perkara supra natural dari Tuhan.

Mari umat Tuhan, lewat pesan Tuhan ini setiap kita diingatkan bahwa apapun persoalan yang kita  hadapi hari-hari ini, yang menurut akal pemikiran kita sangat tidak mungkin untuk bisa selesai, pulih, ataupun sembuh, namun percayalah bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, tetapi sangat mungkin bagi Dia. Pesan inipun sebetulnya merupakan persiapan bagi kita, bahwa di hari-hari ke depan akan banyak terjadi hal-hal luar biasa yang mungkin akan menggoncangkan iman kita, sehingga sulit untuk seseorang percaya bahwa kuasa Tuhan sanggup mengatasinya, tetapi tetaplah percaya bahwa bagi Yesus tidak ada yang mustahil, Dia adalah Allah yang sanggup. Persiapkanlah diri kita.

Tuhan Yesus memberkati!

17 Februari 2013 – Percaya Bahwa Dia Sanggup (Teachable spirit bag.5)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>