16 Juli 2017 – Kuatkan Lutut Yang Goyah

Ibrani 12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah

Surat yang ditulis oleh penulis Ibrani ini ditujukan untuk menguatkan iman sekelompok orang-orang Kristen Yahudi, yang pada waktu itu karena terus-menerus mengalami tekanan dan aniaya yang tidak ringan sebagai pengikut Kristus. Mereka sudah berada di titik dimana mereka akan melepaskan kepercayaan mereka kepada Kristus. Penulis berusaha mendorong mereka agar tidak menjadi putus asa dan tetap percaya. Ia berusaha untuk memperkuat iman mereka kepada Kristus dengan menjelaskan tentang tujuan penebusan mereka di dalam Yesus Kristus.

Dengan menceritakan kehidupan rohani yang tidak mudah dari tokoh-tokoh iman yang tertulis di kitab mereka sejak zaman dahulu dalam sejarah Israel (pasal 11), penulis surat ini berusaha menguatkan iman para pemercaya supaya tetap setia. Memasuki pasal 12 ia mendorong mereka supaya terus setia sampai akhir, dengan hanya melihat pada Yesus. Ia menyemangati mereka juga supaya tabah menderita dan tabah menanggung tekanan-tekanan dan penganiayaan terhadap diri mereka. Diijelaskan lebih lanjut bahwa apa yang mereka alami adalah bukti Bapa sedang membentuk anak-anak yang dikasihi-Nya.

Paulus di dalam banyak surat-suratnya kepada para pemercaya Kristus sering berkata, “Karena itu, berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!” atau “stand firm in the Lord!” Mengapa ia berkata demikian? Karena ia menyadari bahwa di dalam perjalanan pengiringannya kepada Kristus banyak hal yang dihadapi oleh orang percaya yang bisa membuat langkah kaki mereka menjadi goyah. Kepada kita jemaat Tuhan hari ini, Tuhan juga mengatakan hal yang sama. Pada waktu kita dipanggil oleh Tuhan, selalu Ia berkata kuatkan dan teguhkanlah hatimu, itu berarti kita dipanggil untuk tidak tergoda dan bergeming terhadap godaan dan pencobaan yang ada di dalam perjalanan kita mengikut Tuhan.

Dari sisi konteks hidup orang percaya, apa yang seringkali bisa membuat seorang pemercaya menjadi goyah? Seringkali orang percaya menjadi goyah ketka diperhadapkan dengan cara si jahat, khususnya dari tiga pencobaan yang dilakukannya kepada Yesus di padang gurun. Kalau kita perhatikan, setiap pencobaannya selalu memiliki pola mencobai orang untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang mudah. Mendapatkan sesuatu tidak perlu bayar harga, dan asal tinggal menyembah dia maka segala sesuatu akan dia berikan kepadamu (Mat. 4:1-10). Itu yang menjadi cara dan tawaran si jahat. Orang percaya dapat mudah menjadi goyah pada waktu matanya tidak fokus melihat kepada Tuhan akan prinsip ini. Kadang-kadang di dalam Tuhan mereka merasa tidak mudah untuk mendapatkan sesuatu, sedangkan orang lain yang di dalam dunia dengan cara yang ditawarkan si jahat seringkali memeroleh sesuatu lebih mudah dan lebih banyak. Ingat, pemandangan ini akan terus datang ke dalam hidup kita hari demi hari, kita tidak kebal dari melihat hal-hal seperti itu.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan menghendaki setiap kita untuk lebih memperkokoh lagi pijakan kaki kita di dalam Dia. Ada orang-orang percaya yang mulai tidak berdiri kokoh lagi sebagaimana seharusnya. Ibarat sebuah meja berkaki empat yang beberapa kakinya mengalami retak dan patah, maka sudah pasti meja tersebut tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik sebagaimana mestinya, dimana orang dapat beraktifitas dan meletakkan banyak barang di atasnya.

Apa yang dimaksud dengan “menguatkan lutut yang goyah”? Sesuai dengan arti kata “menguatkan”(Yun.: anorthoo) yang memiliki arti: memperkuat, memugar dan membangun kembali, maka “menguatkan lutut yang goyah” adalah:

(1). Memperkuat bagian-bagian yang lemah (to strenghten)

Ibr. 12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Sebagai orang percaya kita mungkin sudah sangat sering mendengarkan kesaksian-kesaksian dari para hamba Tuhan atau sesama orang percaya. Banyak hal ajaib yang Tuhan telah lakukan melalui kehidupan mereka. Entahkah mengalami kesembuhan Ilahi ataupun terobosan-terobosan dan jalan keluar dalam pelbagai kesulitan yang dialami. Betul, betapa ajaib perbuatan yang Tuhan lakukan, namun seberapa penting kesaksian-kesaksian itu bagi kita? Mungkin kita sudah bosan mendengarnya, namun sadarkah ketika kita mendengar kesaksian dari orang-orang yang sebelumnya mengalami masa-masa sulit tersebut tanpa disadari iman kita tengah dikuatkan kembali. Membayangkan seandainya kita berada di dalam posisi yang sama.

Tuhan Yesus mau kita mengingat selalu akan Dia. Membayangkan betapa dulu ia dalam posisi sebagai seorang manusia biasa pernah mengalami hal-hal yang mungkin sedang kita alami saat ini, bahkan lebih hebat lagi. Sebagai pribadi yang mengemban mandat Kerajaan Sorga, tentulah sangat tidak mudah menjalaninya. Ia harus menanggung pelbagai bantahan yang hebat terhadap diri-Nya, dan Ia menang mengatasinya. Dengan selalu terhubung kepada-Nya melalui keintiman, perenungan firman-Nya, ibadah demi ibadah yang kita lakukan sebetulnya tanpa disadari kita sedang menguatkan bagian-bagian “lutut” kita yang lemah. Bayangkan seandainya kita hanya sesekali melakukannya.

(2). Mengganti bagian-bagian yang sudah usang (to renovate)

Ibr. 12:13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Merenovasi bagi seorang kontraktor bangunan adalah memperbaiki sebuah bangunan tanpa harus merobohkan seluruh bagian, karena tidak semua bagian pada bangunan tersebut memerlukan perbaikan. Barangkali hanya bagian-bagian tertentu yang sudah usang saja yang membutuhkan perbaikan. Tujuan dari semua ini adalah supaya bangunan kembali tampak indah dan seluruh bagian dapat difungsikan kembali dengan baik.

Kadang tanpa disadari ada bagian-bagian di dalam kehidupan orang percaya yang memerlukan “renovasi.” Secara keseluruhan dari tampak luar mungkin terlihat baik, namun sesungguhnya ada hal-hal yang belum berjalan dengan baik. Di bagian itulah sebetulnya kita memerlukan beberapa perbaikan. Darimana kita dapat mengetahui bahwa ada bagian yang perlu diperbaiki? Ketika kita telah menempuh poin ke 1, yaitu ketika bersedia untuk bercermin pada kebenaran Kristus. Mungkin kita seorang yang rajin beribadah, namun ada beberapa cara pandang yang belum selaras dengan kebenaran Firman. Di titik itulah kita mau datang kepada pembimbing rohani kita untuk diselaraskan lagi. Di sinilah pentingnya pemuridan bagi orang pecaya. Sudahkah anda menjadi seorang yang dimuridkan?

Mari jemaat Tuhan, kita sedang terus disempurnakan oleh Tuhan. Mungkin kita tidak menyadarinya, namun marilah kita datang dan menginstrospeksikan diri kita pada Tuhan untuk minta dikuatkan kembali sesuai dengan poin-poin di atas. Sehingga ketika ada sesuatu yang terlihat tidak adil di hadapan kita, itu tidak akan menggoyahkan kita.

Tuhan Yesus memberkati!

16 Juli 2017 – Kuatkan Lutut Yang Goyah

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>