1 Korintus 12:12-18 (18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
 
Kepada jemaat di Korintus yang individualis dan penuh keakuan, rasul Paulus menggambarkan Kristus sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Ia menekankan bahwa meskipun jumlah mereka banyak dan datang dari pelbagai latar belakang yang berbeda, tetapi sesungguhnya mereka adalah satu tubuh karena telah dibaptis dalam satu Roh dan diberi minum dari satu Roh yang sama pula.
 
Masalah ini diungkapkan rasul Paulus melalui sebuah ilustrasi, dimana melalui ilustrasi tersebut jemaat dapat menyadari dan mengevaluasi diri sebab bagaimana mungkin satu tubuh namun memiliki anggota yang mengabaikan anggota tubuh yang lain, dan bagaimana mungkin ada anggota tubuh yang tidak berfungsi pada saat ia mengaku terhubung dengan tubuhnya, namun itulah realita yang terjadi dalam jemaat Korintus.
 
Bayangkan, kalau kepala tidak dapat berfungsi maka dapatlah dipastikan seluruh anggota tubuh yang lain juga tidak akan berfungsi sebab kepala ini merupakan pusat yang mengkoordinasikan seluruh bagian tubuh yang lain. Rasul Paulus mau menyatakan bahwa tidak mungkin ada satu bagian tubuh yang tidak mengenal bagian tubuh yang lain. Apakah karena tangan berbeda bentuk dengan kaki, maka tangan bukan bagian dari tubuh demikian juga halnya dengan kaki, apakah karena berbeda dengan tangan maka ia boleh berkata, ia bukan tubuh? Rasul Paulus lebih lanjut menekankan bahwa walaupun beda, kita masih mempunyai satu bagian yang mengikat, yaitu kepala. Kepala itulah yang menyatukan dan memfungsikan seluruh bagian tubuh.
 
Berfungsinya seluruh organ dan anggota tubuh akan membuat seluruh sistim yang bekerja di dalam tubuh tersebut berjalan dengan baik. Sebaliknya, tidak berfungsinya salah satu saja atau lebih organ atau anggota tubuh yang disebabkan oleh pelbagai hal seperti misalnya sakit penyakit dan lain-lain, akan menyebabkan seluruh sistim yang bekerja di dalam tubuh akan menjadi terganggu dan tidak berjalan dengan semestinya.
 
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini, bahwa ada bagian-bagian dari kita yang belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. Tidak atau belum berfungsinya salah satu bagian atau lebih dari “anggota tubuh” kita akan menyebabkan terganggunya fungsi kita sebagai alat atau kepanjangan tangan Tuhan. Ibarat kendaraan yang mengalami kerusakan pada salah satu peralatannya, cepat atau lambat kerusakan tersebut akan mengganggu seluruh jalannya kendaraan yang pada akhirnya akan membahayakan seluruh penumpang yang ada di dalamnya.
 
Sektor-sektor apa saja yang seharusnya berfungsi dengan baik? Beberapa di antaranya adalah:
(1). Sektor Hubungan
 
1 Kor. 12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
 
Banyaknya anggota tubuh tidak merupakan masalah bagi tubuh, karena masing-masing memiliki fungsi yang berlainan satu dengan yang lain. Namun demikian, masing-masing anggota dalam menjalankan fungsinya ia dikendalikan oleh kepala (otak). Selama jalur penghubungnya, yaitu salah satunya pembuluh darah, berjalan dengan baik, maka seluruh pengangkutan darah ke seluruh organ dan anggota tubuh akan berjalan dengan baik pula. Namun apabila terjadi penumpukan plak pada dinding pembuluh darah secara terus menerus, lama kelamaan akan membuat saluran pembuluh darah menjadi sempit, akibatnya aliran darah menjadi tidak lancar dan inilah yang akhirnya bisa melumpuhkan fungsi seluruh kerja tubuh.
 
Tuhan mau jalur hubungan kita dengan Dia sebagai Kepala tubuh terhubung dengan baik dan menyatu. Yang dimaksud dengan menyatu disini adalah tubuh dalam keadaan sehat, normal, dinamis dan hidup. Kalau kita mengaku anggota tubuh Kristus maka yang menjadi pusat dan mengontrol seluruh bagian tubuh adalah Kristus. Adalah mustahil, orang mengaku sebagai satu tubuh dalam Kristus tapi dia tidak mengerti tentang Kristus, dia tidak pernah mengerti arti terkoneksi, dia tidak pernah menjadikan Kristus sebagai kepala. Hal itu membuktikan Kristus tidak menjadi Kepala tetapi Kristus hanya sebagai status saja. Jikalau demikian apa bedanya kita dengan orang mati? 
 
(2). Sektor karunia dan potensi
 
1 Kor. 12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 
 
Karunia merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada ciptaan-Nya. Tidak ada seorangpun yang tidak memilikinya, hanya kadar dan spesifikasinya yang mungkin berbeda.  Ada yang memiliki karunia untuk mengajar, ada pula yang memiliki karunia untuk bidang kesembuhan, atau ada pula karunia untuk berkata-kata hikmat, ada karunia untuk memberi nasihat, membagi-bagikan sesuatu dan lain sebagainya. Juga tidak ada seorangpun yang tidak memiliki potensi diri, terutama orang sehat. Potensi diri yang dimiliki seseorang, pada dasarnya merupakan sesuatu yang unik. Keunikan-keunikan dalam setiap potensi diri perlu dipadukan dan terus dikembangkan. Keunikan ini pada dasarnya akan saling melengkapi dan bukan saling meniadakan. Potensi yang satu menjadi bagian dari potensi yang lain. Dengan demikian, tidak perlu adanya kecemburuan atau iri terhadap potensi diri orang lain.
 
Demikian pula dengan karunia yang Tuhan telah berikan kepada kita. Kalau kita tidak pernah menggunakan karunia yang Tuhan berikan, maka lama-kelamaan karunia itu akan mati. Dan inilah yang dapat membuat semangat bagi Tuhan lambat laun menjadi terkikis. Karunia itu tidak diberikan dalam keadaan “berkembang penuh”, ia membutuhkan proses perkembangan dengan cara “digunakan”. Karunia itu seperti bara kayu, kalau tidak terus dikobarkan lama kelamaan akan mati. Karunia yang Tuhan berikan sesungguhnya bertujuan untuk membangun anggota tubuh Kristus dimana kita terhisab di dalamnya, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
 
Mari jemaat Tuhan, inilah saatnya setiap kita mengevaluasi bagian-bagian apa saja dari dalam diri kita yang belum melakukan fungsinya dengan baik seperti yang Tuhan inginkan. Berfungsinya seluruh bagian bukan saja memaksimalkan keberadaan kita sebagai anggota tubuh Kristus, namun juga akan membuat perluasan Kerajaan Sorga di muka bumi ini akan semakin efektif. Selamat berfungsi!
 
Tuhan Yesus memberkati!

16 April 2017 – Setiap Bagian Berfungsi Dengan Baik

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>