Efesus 5: 18  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Inilah salah satu nasihat yang diberikan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus ttg bagaimana hidup sebagai anak-anak terang. Menurut perikop yang tertulis dalam Efesus 5 ini, agar seorang percaya dapat memuncukan terangnya, maka tidak cukup hanya dengan menjauhi rupa-rupa kecemaran dan menelanjangi kegelapan saja, melainkan ia juga harus menjadi penurut-penurut Allah yang hidup di dalam kasih.

Rasul Paulus menambahkan bahwa hidup sebagai penurut-penurut Allah itupun perlu dibarengi dengan hidup dengan mengetahui maksud dan kehendak hati Tuhan. Itulah sebabnya, di bagian akhir dari pesannya ini, ia mendorong agar setiap orang percaya harus senantiasa dipenuhi oleh Roh. Kalimat penuh dengan Roh yang ditulis oleh rasul Paulus bukanlah merupakan kalimat yang menyatakan sebuah usul atau saran, dimana orang percaya boleh dipenuhi oleh Roh Kudus dan jikalau tidak bersediapun tidak apa-apa. Kalimat tersebut ternyata merupakan sebuah kalimat perintah, dimana Tuhan mau agar setiap orang percaya harus senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus.

Makna dari “hendaklah kamu penuh dengan Roh” bukan berarti bahwa seseorang pernah dipenuhi dengan Roh Kudus pada masa yang lampau, dan bukan pula berarti bahwa seseorang rindu agar suatu hari dirinya dipenuhi oleh Roh Kudus. Dalam kalimat tersebut terkandung makna waktu yang berkesinambungan atau bersifat kontinuitas, artinya Tuhan mau setiap orang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus pada hari ini, esok hari, dan juga terus dipenuhi pada hari-hari selanjutnya.

Itulah sebabnya, betapa perlunya kita memberikan waktu secara khusus untuk datang kepada Tuhan Yesus, Sang Sumber aliran Air hidup, memohon agar pengurapan-Nya senantiasa memenuhi hati dan hidup kita. Dalam salah satu pesannya, rasul Paulus mengatakan pentingnya orang percaya memerhatikan hidupnya dengan cara yang saksama. Apakah kita sudah menjalani hidup dengan bijaksana, ataukah hidup mengikuti perilaku orang-orang yang bebal. Melalui pengamatannya, orang yang bijaksana akan memahami apa yang sedang terjadi di dunia hari-hari ini, dan mengetahui apa yang seharusnya senantiasa memenuhi kehidupannya. Sebaliknya, orang yang bebal lebih suka menunda-nunda dan membiarkan dirinya dipenuhi oleh hal-hal yang menyukakan kedagingannya semata.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bukan satu atau dua kali Tuhan memberikan pesan yang sama kepada kita selama beberapa waktu terakhir ini, namun telah berulang kali Tuhan menyampaikan kepada kita, bahwa betapa pentingnya setiap orang percaya dipenuhi oleh Roh-Nya. Roh Penolong, Roh Penghibur, Roh yang membantu dalam segala kelemahan kita, bahkan Roh Kudus akan menuntun kita dalam seluruh kebenaran. Betapa luar biasanya orang percaya yang hidup di dalam kepenuhan-Nya.

Minimal ada tiga hal yang ditekankan melalui pesan Tuhan ini, di antaranya yaitu:

(1). Orang percaya yang dipenuhi Roh akan lebih mudah memberikan dirinya dipimpin oleh Tuhan

Hari-hari ini dunia yang ada di sekitar kita berusaha menawarkan berbagai hal yang menggiurkan kepada seluruh umat manusia, termasuk kepada orang percaya. Alkitab mencatat ada “anggur” yang ditawarkan dunia yang mengakibatkan orang yang menikmatinya akan mengalami “kemabukan”, dan kemabukan itu akan menimbulkan hawa nafsu kedagingan. Orang percaya yang membiarkan dirinya dipenuhi oleh “kemabukan” jenis ini sulit untuk menangkap maksud dan isi hati Tuhan karena jelas-jelas dikatakan bahwa keinginan daging bertentangan dengan keinginan Roh.

Tuhan sangat rindu memberi tuntunan kepada setiap kita umat-Nya hari lepas hari, itulah sebabnya Ia menghendaki agar setiap kita dipenuhi senantiasa oleh “anggur sorgawi” hingga “mabuk”, artinya ketika pengurapan Roh Kudus memenuhi kita, maka dalam kepenuhan-Nya kita tidak berjalan atas keinginan daging kita lagi, melainkan berjalan dalam tuntunan dan kehendak Tuhan. Ketika orang percaya mengalami kepenuhan Roh, maka hal utama yang pertama-tama terjadi seharusnya adalah “perubahan kepemimpinan”, dari daging kepada Roh Allah.

(2). Roh Kudus akan menolong kehidupan kita sehari-hari

Di dalam kehidupan umat manusia, ada begitu banyak peristiwa menyedihkan, yang  berujung pada penyesalan karena kenyataannya tidak semua hal dapat diperbaiki atau diulang, bahkan masa depan seseorang dapat berubah dan berbeda dengan apa yang semula ia harapkan. Apa yang terjadi ini hampir semuanya berawal dari sebuah keputusan yang salah. Dapat dibayangkan, apapun posisi kita saat ini, entahkah kita seorang pekerja, seorang pengusaha, seorang pelayan Tuhan, seorang kepala keluarga, anggota keluarga, ataupun seorang pelajar sekalipun, setiap hari kita harus mengambil berbagai keputusan. Dan keputusan yang kita ambil hari ini, sedikit banyak akan menentukan kehidupan kita di masa depan.

Itulah sebabnya, Tuhan rindu agar setiap umat-Nya dipenuhi senantiasa oleh Roh Kudus yang akan menolongnya dalam mengambil setiap keputusan. Bukankah Tuhan kita adalah Penasihat yang ajaib? Sebagai misal, keputusan Abraham ribuan tahun yang lalu untuk menikahi Hagar, ternyata masih terasa dampaknya sampai hari ini.

(3). Hidup dalam Roh akan menghasilkan buah Roh

Setiap benih pohon yang kita tanam suatu hari bukan hanya akan bertumbuh besar saja tetapi juga akan menghasilkan buah,  dan dari buahnyalah sebuah pohon dapat dinikmati keberadaannya secara langsung. Hidup dalam kepenuhan Roh juga akan menghasilkan buah, dan buah yang dihasilkan adalah buah Roh. Buah itu bukan saja memberkati kehidupan pribadi kita, tetapi melalui buah itu pula keberadaan kita dapat dirasakan oleh orang-orang di sekeliling kita. Dari situlah, maka orang-orang akan rindu untuk menikmati langsung dari Sang Pemilik buahnya, yaitu Yesus Kristus.

Mari umat Tuhan, kalau Tuhan telah berulangkali menyampaikan pesan yang sama kepada kita, tidakkah kita menyadari betapa pentingnya seorang percaya hidup dipenuhi Roh Kudus. Karena tujuannya bukanlah semata-mata berguna bagi diri kita saja, namun lewat hidup dalam kepenuhan Roh-Nya kita dapat menjadi alat yang luar biasa di tangan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

15 Februari 2015 – Penuh Dengan Roh

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>