Efesus 1: 17- 19  (18) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

Sebagai manusia yang hidup dengan panca indera, kita cenderung mengandalkan satu indera utama yaitu mata untuk melihat, dibandingkan dengan indera-indera lainnya. Memang mata bisa dikatakan sebagai indera utama manusia. Bahkan dalam sebuah ayat di Alkitab dikatakan bahwa mata adalah pelita tubuh. Begitu besarnya ketergantungan manusia terhadap indera pelihat ini. Karena jelas sekali, bahwa tanpa berfungsinya mata dengan baik, maka sangat sulitlah bagi manusia untuk melakukan aktifitasnya bila dibandingkan dengan tidak berfungsinya indera yang lainnya. Bahkan dengan butanya mata seseorang, maka otomatis akan berhenti pulalah sebagian besar aktifitas dalam hidup seseorang.

Sayangnya, banyak manusia hanya mengandalkan mata secara jasmani saja, sehingga hanya bisa  melihat hal-hal yang tampak secara jasmani pula. Padahal, banyak hal yang Tuhan mau nyatakan kepada manusia tebusan-Nya yang tidak cukup hanya dinyatakan secara jasmaniah saja. Sebagai makhluk ciptaan yang spesial, sesungguhnya manusia juga diperlengkapi Tuhan dengan berbagai “indera” rohani untuk tujuan mengenal dan mengalami Tuhan lewat cara yang lebih dalam, yaitu dengan cara yang supranatural. Dan salah satu indera tersebut dinamakan mata rohani atau mata hati. Tidak berfungsinya indera mata hati ini, akan sama buruk atau bahkan jauh lebih buruk bila dibandingkan dengan sekedar tidak berfungsinya indera mata jasmani.

Sebaliknya, berfungsinya dengan baik mata hati seseorang akan membuat orang tersebut akan melihat dan memahami perkara-perkara ilahi yang dahsyat yang Tuhan nyatakan kepada dirinya, jauh lebih indah dari sekedar orang tersebut dapat melihat perkara-perkara indah hasil ciptaan Tuhan lewat mata jasmaninya. Berfungsinya mata hati seseorang membuat ia tidak dapat ditipu begitu saja oleh si iblis, yang sesungguhnya hanya bisa melancarkan aksinya lewat tipu daya semata-mata.

Ayat di atas merupakan doa pertama dari rasul Paulus dalam surat Efesus ini. Dia  berdoa untuk orang-orang kudus, termasuk kita semua agar Tuhan kita di dalam Yesus Kristus, Bapa kita yang mulia memberi roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hati kita menjadi terang. Sehingga dengan terangnya mata hati kita, maka kita dapat mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan Tuhan kepada kita; juga supaya kita mengerti betapa kayanya, kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi kita sebagai orang-orang Kudus-Nya Tuhan. Dan memahami betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan kuasaNya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Lagi-lagi Tuhan masih berbicara tentang hal yang sama untuk ke empat kalinya dalam empat minggu berturut-turut, yaitu agar setiap kita umat Tuhan memiliki roh yang merdeka di dalam Kristus. Tidak berfungsinya dan tidak diteranginya mata hati orang percaya mengakibatkan banyak orang percaya jatuh bangun dan terbelenggu oleh berbagai tipuan yang berujung kepada ikatan yang dilancarkan oleh si jahat.

Penyebab jatuhnya orang percaya antara lain adalah karena, sebagai berikut:
(1). Tidak mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan Tuhan

Luk. 24:16- 17  Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

Dua orang murid Yesus memutuskan untuk pulang ke Emaus, kampung halamannya, tepat pada hari dimana Yesus bangkit pada hari yang ketiga dari kematian. Mengapa keduanya murid ini justru pulang meninggalkan panggilan-Nya sebagai murid-murid Yesus di saat Yesus bangkit? Mereka kecewa karena mereka berharap Yesus tidak disalibkan. Mereka berharap Yesus mampu melepaskan diri dari para tentara yang membelenggu-Nya. Tetapi yang terjadi justru berbeda dari yang mereka harapkan. Padahal, kalau kita telusuri, jauh sebelum peristiwa penyaliban Yesus telah berulang kali memberitahukan kepada semua murid-murid-Nya bahwa akan datang masa penderitaan dimana Ia akan ditangkap, disiksa, dan disalibkan. Ia juga berkata bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga untuk kemudian menemui murid-murid-Nya kembali, karena Ia punya mandat besar bagi para murid.

Tetapi semua pesan Yesus menjadi seperti angin lalu bagi kedua murid tersebut. Fakta kejadian tragis yang mereka lihat dengan mata jasmani mereka cukup untuk melupakan segala janji dan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Bahkan Yesus sendiri pun yang menghampiri mereka diperjalanan tidak mereka kenali. Bayangkan, seandainya mereka mau membiarkan terang Tuhan masuk ke dalam mata hati mereka, tentunya mereka akan mengerti bahwa peristiwa yang terjadi tidak akan pernah menggagalkan perkataan Tuhan tentang masa depan dan panggilan mereka.

Hari-hari ini, banyak orang percaya yang menjauh dari Tuhan atau memutuskan untuk menjadi biasa-biasa di dalam Tuhan dikarenakan tidak mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka jatuh kembali dalam belenggu.

(2). Tidak mengerti betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus-Nya

Ef. 1: 3  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Di dalam surat pembukaannya ini rasul Paulus menaikkan pujiannya terhadap Bapa di Sorga yang dalam Kristus telah mengaruniakan segala berkat rohani di dalam sorga bagi segenap orang-orang Kudus-Nya. Siapa yang dimaksud dengan orang-orang Kudus-Nya tersebut? Yang dimaksud dengan orang-orang Kudus-Nya tersebut tidak lain adalah orang-orang percaya di dalam Kristus, yaitu kita semua, gereja-Nya. Ada sebuah predikat yang luar biasa yang Tuhan anugerahkan bagi orang-orang yang telah diselamatkan lewat karya penebusan-Nya di kayu salib, yaitu predikat sebagai “orang kudus. ” Meskipun orang-orang yang diselamatkan belum mencapai kekudusan seperti yang diinginkan Tuhan, namun penghargaan sebagai orang kudus sudah langsung Tuhan berikan. Semua itu diberikan Tuhan, karena Tuhan memiliki rencana yang luar biasa bagi para orang percaya, yaitu menjadi kawan dalam pekerjaan kudus-Nya.

Berkat rohani di dalam Sorga yang telah dikaruniakan, bukanlah semata-mata berkat yang hanya bisa dinikmati secara rohani saja. Namun semua ini mencakup segala berkat rohani jasmani yang telah Bapa sediakan kepada kita, termasuk kemuliaan yang semakin besar seiring dengan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan percayakan di tengah tantangan demi tantangan yang kita hadapi di bumi ini. Hingga akhirnya kita bertemu dengan Sang Mempelai dalam kemuliaan yang luar biasa di kekekalan.

Mari umat Tuhan, sayang sekali apabila sebagai orang percaya kita tidak mengerti akan perkara-perkara yang luar biasa yang bisa kita nikmati di dalam Kristus ini. Untuk dapat memahami dan melihatnya dibutuhkan roh hikmat dan wahyu yang menerangi mata hati kita.

Tuhan Yesus memberkati!

14 Juni 2015 – Mata Yang Dapat Melihat (Roh Yang Merdeka bag, 4)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>