MEMERHATIKAN FIRMAN DENGAN TELITI

Ibr. 2:1- 4 (1) Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Surat Ibrani diawali dengan suatu pernyataan penting dari Allah yang menyatakan bahwa tidak ada kebenaran lain yang Ia sampaikan kepada dunia, selain melalui Yesus Kristus, sebagai yang tertinggi di atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun, baik nabi, maupun malaikat, yang memiliki kewenangan yang lebih besar daripada Kristus. Ia bahkan dikatakan sebagai Sang Pencipta, Penopang, Pemilik, Penguasa, dan Penebus dunia, melebihi apapun juga. Berdasarkan ayat tersebut di atas, adalah suatu keharusan bagi setiap kita untuk memerhatikan setiap perkataan Tuhan dengan teliti (we must pay much more attention; listen carefully).

Inilah pesan Tuhan bagi kita, yaitu bahwa kita harus lebih lagi menaruh perhatian dan lebih teliti akan setiap perkataan firman Tuhan yang kita dengar, baca, dan terima. Dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal apakah yang paling sering kita perhatikan? Kepada siapakah telinga kita diarahkan? Perkataan siapakah yang lebih kita dengarkan? Tidak jarang, bahkan untuk mendengar sekedar berita ‘dunia’ sekalipun orang begitu serius mempersiapkan segala sesuatunya dan memerhatikan dengan cermat tanpa mau terganggu oleh apapun. Lalu, bagaimanakah sikap kita saat menerima, mendengar firman? Tuhan tidak mau kita memperlakukan firman secara biasa, atau bertindak seolah-olah sudah tahu, atau merasa sudah sering mendengarnya, dan menganggapnya hanya sebagai suatu pilihan belaka.

Apa yang akan terjadi apabila umat Tuhan tidak memerhatikan perkataan firman Tuhan dengan teliti?

(1). Hanyut terbawa arus

Ibr. 2:1- 4 (1) Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Pernahkah Saudara memerhatikan apa yang terjadi dengan daun-daun kering ataupun ikan mati yang mengambang di atas air? Semuanya bergerak mengikuti ke mana aliran air membawa mereka, terombang-ambing tanpa ada tujuan yang jelas. Dunia yang ada saat ini tidaklah digambarkan sebagai sebuah danau yang tenang, melainkan sebagai sebuah sungai yang arusnya deras, yang sedang menuju ke arah kebinasaan dan kehancuran (1 Yoh. 2:15-17).  Firman Tuhan dalam surat Ibrani mengatakan bahwa jika seseorang tidak menaruh perhatian pada apa yang dikatakan firman Tuhan, tidak ada orang yang dapat tetap tegak berdiri, melainkan akan hanyut terbawa oleh arus yang deras.

Banyak orang yang hanyut terbawa arus bukan karena keinginan diri mereka sendiri, melainkan karena berbagai hal, antara lain: kesibukan sehari-hari hingga kehilangan prioritas, adanya kemalasan yang dibiarkan, larut oleh berbagai problema hidup (sakit-penyakit, hutang-piutang, mengurus anak, dll.), membiarkan diri hidup dalam kekecewaan atau kekuatiran, dsb. Sekalipun hal-hal tersebut terjadi pada diri seseorang, namun yang perlu dilakukan adalah tetap melemparkan sauh atau jangkar ke dasar yang kuat agar tetap berpaut dengan Tuhan dan tidak terbawa arus  (Ibr. 6:19), sehingga tidak ada istilah “dulu pernah berdoa, pernah membaca Alkitab, pernah ke gereja, dan pernah melayani”.

Itulah sebabnya kita mengerti, betapa pentingnya seseorang hidup dalam sebuah komunitas orang-orang percaya di mana kita bisa saling mendorong (to encourage), saling memerhatikan, dan saling menasihati (Ibr. 10:24-25).

(2). Menyia-nyiakan keselamatan

Ibr. 2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai,

Sungguh sangat disayangkan apabila keselamatan yang begitu besar yang Tuhan telah berikan kepada kita lewat anugerah kasih-Nya yang luar biasa itu menjadi sesuatu yang sia-sia karena seseorang mulai tidak menaruh perhatian lagi atau tidak teliti/tidak serius memerhatikan perkataan firman Tuhan. Padahal kita mengetahui dengan baik bahwa keselamatan yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang dahsyat. Beberapa alasannya antara lain:

a. Keselamatan adalah hal yang paling diperlukan oleh semua manusia dibandingkan apapun juga.

Di luar Yesus, setiap orang berdosa berada di bawah penghukuman Allah. Saat mereka melakukan pelanggaran hukum Tuhan maka akibatnya adalah keterpisahan dengan Tuhan yang berakhir di api neraka. Oleh sebab itu, setiap manusia membutuhkan keselamatan dan itu hanya tersedia di dalam Yesus Kristus (Yoh. 3:16, .  .  . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal). Keselamatan bukan sekedar bahwa Tuhan mengabulkan permohonan kita, namun jauh lebih berarti dari itu, yaitu bahwa Tuhan menyelamatkan kita dari kematian kekal.

b. Keselamatan datang kepada kita dari pribadi Yesus sendiri

Yesus sendirilah yang rela meninggalkan ke-Allahan-Nya dan mau merendahkan diri-Nya, menjadi manusia, demi untuk menunjukkan jalan keselamatan kepada kita. Ia yang mau mengorbankan diri-Nya sendiri untuk mati di kayu salib menebus dosa kita dan kemudian bangkit dari kematian untuk membuktikan bahwa di dalam Dia ada kehidupan kekal.

c. Keselamatan Kristus diteguhkan oleh banyak saksi bahwa itu benar.

Bahwa keselamatan bukan saja diberitakan mula-mula oleh Tuhan, tetapi juga diteruskan kemudian oleh banyak saksi yang telah mendengarnya (ay. 3). Apa yang dilakukan Yesus bagi kita bukanlah suatu cerita fiksi yang diragukan kebenarannya seperti yang disangkakan orang-orang, melainkan sebuah fakta sejarah yang tercatat di Alkitab dan diteguhkan melalui banyak saksi.

d. Keselamatan diteguhkan oleh Yesus lewat kesaksian dan mujizat yang dilakukan para murid

Bagaimana murid-murid bergerak memberitakan kabar keselamatan, yang disertai dengan tanda-tanda dan mujizat, adalah bukti bahwa Roh Kudus telah dicurahkan kepada setiap orang percaya, setelah Ia bangkit dari kematian dan naik ke Sorga. Dan kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri orang percaya tersebut tidak berhenti sampai pada jaman Kisah Para Rasul saja, namun hingga saat ini juga. Kuasa Roh Kudus tetap sama, bekerja di dalam dan melalui kita, hingga sekarang.

Umat Tuhan, tentu saja kita tidak mau menjadi orang yang hanyut terbawa arus dan menyia-nyiakan keselamatan hanya karena kita tidak mau menaruh perhatian yang sungguh-sungguh kepada setiap perkataan firman Tuhan, baik yang kita terima, dengar, maupun baca, karena kita tahu bawa firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita.

Tuhan Yesus memberkati!

13 Mei 2012 – Memerhatikan Firman dengan Teliti

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>