Markus 10:51  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”

Suatu ketika Tuhan Yesus berada di kota Yerikho bersama dengan murid-murid-Nya, dan orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa di mana ada Tuhan Yesus di situ pasti terjadi mujizat! Keberadaan Tuhan Yesus di kota itu terdengar pula oleh Bartimeus, seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan. Di zaman dahulu, pekerjaan yang bisa dilakukan orang buta umumnya hanyalah mengemis dan mengharapkan belas kasihan dari orang lain, tidak lebih. Itulah sebabnya banyak orang memandang mereka sebagai orang yang rendah dan hina.

Bartimeus, meski matanya buta, namun ia memiliki pendengaran yang peka. Itulah sebabnya ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus melintas, maka berteriaklah ia, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ini menunjukkan bahwa secara jasmani Bartimeus tidak dapat melihat, tapi ‘mata rohaninya’ terbuka sehingga ia dapat melihat bahwa Tuhan Yesus bukan sekedar mampu membuat mujizat saja, tetapi juga Pribadi yang mampu menyelamatkan hidupnya. Bartimeus pun bertindak dengan iman dan berseru kepada-Nya. Lalu Tuhan Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah Bartimeus dan mujizat pun terjadi, terceliklah matanya yang buta!

Banyak orang yang kita jumpai hari-hari ini mengalami kebutaan, entahkah buta sejak lahirnya ataupun buta karena sakit penyakit. Namun, ada juga orang yang mengalami kebutaan akibat suatu kecelakaan. Apapun penyebab kebutaannya, yang pasti mereka akan sangat menderita, karena mata merupakan organ tubuh yang sangat vital. Karena hanya matalah yang dapat merespons cahaya sehingga seseorang dapat melihat.

Ternyata kebutaan mata jasmani bukanlah satu-satunya masalah penting di dalam kehidupan seseorang. Ada hal yang jauh lebih penting dari pada itu, yaitu buta ‘mata rohani’. Dan sebagai murid-murid Kristus, kita dipercayakan suatu tugas mulia oleh Tuhan, yaitu menjadi alat Tuhan untuk mencelikkan ‘kebutaan-kebutaan’ ini. Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi setiap kita di awal tahun visi Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera ini. Masih ada begitu banyak orang yang harus dicelikkan dari masalah kebutaan.

Orang-orang buta yang harus kita “celikkan”, di antaranya adalah:
(1). Orang percaya yang tidak memercayai kuasa Tuhan

Mark.10: 48  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Orang-orang di sekeliling Bartimeus banyak yang tidak menyadari maksud teriakan Bartimeus saat ia mendengar ada Yesus tidak jauh dari tempatnya berada, bahkan mereka berusaha untuk menghentikannya. Teriakan Bartimeus bukanlah teriakan seorang pengemis yang sedang meminta-minta uang, melainkan teriakan seseorang yang percaya bahwa Yesus mampu mencelikkan matanya yang buta.

Masih sering kita menjumpai orang-orang percaya yang secara fisik datang dan beribadah kepada Tuhan Yesus, namun meragukan kuasa dan keberadaan-Nya. Penyakit kebutaan rohani inilah yang sering membuat mereka masih saja tidak percaya kepada kuasa Tuhan dengan berkata, “Sanggupkah Tuhan menolong aku?” “Dapatkah Ia menyembuhkan aku?” “Apakah Yesus itu sungguh-sungguh ada?”, dan lain-lain.

Hal yang sama juga pernah dialami oleh Gehazi, bujang Elisa yang tidak memercayai apa yang dikatakan Elisa bahwa yang menyertai mereka lebih banyak, hingga Elisa pun berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.” (2 Raj. 6: 17). Kuasa Tuhan Yesus tidak pernah berubah, dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya!

(2). Orang-orang yang ‘mata rohaninya’ masih terselubung

Mat.13: 13  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Sekalipun Bartimeus buta mata jasmaninya, tetapi ia dapat “mengenali” keberadaan Yesus, bahkan ia bukan hanya mengenali Yesus sebagai Pribadi pembuat mujizat saja, namun juga sebagai Mesias atau Sang Juru Selamat yang sedang dinanti-nantikan oleh umat manusia. Hal ini terbukti dari teriakan Bartimeus yang memanggil Yesus dengan “Anak Daud, kasihanilah aku!”. Orang-orang Israel pada masa itu memang percaya bahwa Mesias yang sedang mereka nantikan berasal dari keturunan Daud, bahkan Kitab Suci mereka jelas-jelas menyatakan bahwa Ia adalah Hakim yang Adil yang akan datang ke dunia. Namun, bagi mereka Juru Selamat dimaksud itu tetap bukanlah Yesus Kristus atau Isa Almasih.

Oleh sebab itu, benarlah seperti yang telah dikatakan oleh Yesus bahwa sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Bukankah masih banyak orang-orang yang demikian di sekeliling kita? Di tahun visi Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera ini Tuhan telah mengurapi kita secara khusus untuk “mencelikkan” mata-mata rohani yang masih berselubung ini. Mohonkan belas kasihan dan anugerah Tuhan bagi mereka, karena adalah tugas setiap kita untuk memberitakan kabar baik keselamatan dari Yesus.

2 Korintus 3: 15-16  Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Mari umat Tuhan, kita yang telah memperoleh keselamatan lewat kematian Yesus di atas kayu salib, bagian kita saat ini adalah memperkenalkan Sang Juruselamat agar tidak ada seorangpun yang binasa. Beritakan kabar baik itu, ketika mereka menerima Dia dan setiap selubung yang menutupi mata nereja diambil dari padanya.

Tuhan Yesus memberkati!

12 Oktober 2014 – Mata Rohani Yang Terbuka

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>