Amsal 19:2  Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Salomo dengan hikmatnya sudah mengingatkan perihal pentingnya bertindak benar sejak ribuan tahun yang lalu. Orang yang sekedar semangat tanpa memiliki pengetahuan yang benar tentang apa yang akan dikerjakannya, cenderung akan tergesa-gesa dan ceroboh dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu sehingga tidak akan pernah memperoleh hasil yang terbaik. Seperti itulah orang-orang yang tidak memerhatikan pentingnya pengetahuan dan perhitungan yang matang sebelum melangkah. Mereka cenderung bertindak serampangan tanpa kecermatan, tanpa pertimbangan dan sebagainya, akibatnya kerugianlah yang dihasilkannya. Dan biaya untuk menutupi kerugian yang timbul itu bisa jadi jauh lebih mahal ketimbang bila dikerjakan sejak awal dengan pertimbangan matang dan cermat. Bahkan tidak menutup kemungkinan konsekuensi akhirnya harus ditanggung sepanjang sisa hidup dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Ceroboh biasanya dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi, menggambarkan ketidaksengajaan dalam melakukan sebuah kesalahan. Beberapa kecerobohan kecil mungkin malah terlihat lucu, atau bisa pula terasa mengesalkan. Tapi ada kalanya kecerobohan bisa mendatangkan masalah serius bahkan dampaknya bisa fatal.

Jangan biarkan kecerobohan menjadi bagian dari hidup. Sebagai orang percaya kita selalu diingatkan agar berhati-hati dan menghindari kecerobohan sebisa mungkin. Keteledoran atau kecerobohan itu merugikan kita bukan hanya untuk saat ini saja tapi juga nanti, bahkan bagi Tuhan sekalipun, kecerobohan merupakan sesuatu yang harus dianggap serius bahkan tidak bisa ditolerir.

Kita bisa melihat betapa seriusnya Allah memandang keteledoran atau kecerobohan pada saat tabut Allah dipindahkan menuju Yerusalem dengan menggunakan sebuah kereta. Ada seseorang bernama Uza yang merupakan salah seorang yang dipilih Daud untuk berjalan di samping tabut Allah. Tetapi tanpa disadarinya, dengan ceroboh Uza memegang tabut Allah begitu saja ketika lembu-lembu penarik kereta itu tergelincir, dan ternyata itu membangkitkan murka Tuhan. “Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.” (2 Sam. 6:7). Melalui ayat ini kita bisa melihat bagaimana Allah menganggap serius suatu keteledoran. Kecerobohan atau keteledoran bukan sekadar ketidaksengajaan. Ketidakhati-hatian, apabila diabaikan bisa sangat merugikan dan membawa dampak buruk secara luas, bukan saja bagi diri kita tetapi juga bagi keselamatan dan masa depan orang lain.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Betapa penting kita benar-benar memerhatikan langkah demi langkah yang kita ambil, baik dalam pengambilan keputusan, memilih sesuatu, termasuk menjalani waktu-waktu di dalam hari-hari kehidupan kita. Rajin dan semangat bukanlah sesuatu yang buruk, bahkan sebenarnya itu adalah hal-hal yang baik sekali. Namun, apabila rajin dan semangat saja tetapi tidak melibatkan pengetahuan yang memadai di dalamnya, maka yang akan dihasilkan hanyalah sesuatu yang tidak baik.

Beberapa hal yang perlu kita pahami dalam menjalani hidup berkaitan dengan pesan Tuhan ini adalah:
(1). Jangan bodoh

Efesus 5:15-17 (15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Kata “bodoh” ini dalam bahasa aslinya (Yun. afrone) diartikan sebagai orang yang berbuat sesuatu yang tidak berhati-hati, tidak berpikir terlebih dahulu, tidak bijak, tanpa pengetahuan, dan semberono. Orang yang demikian adalah orang yang tidak peduli dengan apapun hasil yang akan ia peroleh, yang penting ia sudah melakukannya dan orang-orang pun telah menyaksikannya bahwa benar ia telah melakukannya. Perkara hasilnya, entah baik ataukah buruk, bukanlah persoalan. Hal inilah yang rasul Paulus peringatkan kepada jemaat Tuhan di Efesus, yaitu pentingnya orang percaya hidup bijak dan berjalan sebagai anak-anak terang yang berdampak nyata.

Perhatikan sekeliling kita, bukankah masih banyak didapati orang percaya yang melakukan banyak hal dengan penuh semangat, namun sesungguhnya mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan? Tidaklah salah orang percaya pergi beribadah, melayani Tuhan, dan menambah pengetahuan. Namun apabila semua itu dilakukan tanpa mengerti tujuannya, tanpa visi yang benar, tanpa dasar pengetahuan firman Tuhan yang benar, tanpa tahu kehendak Tuhan, maka kekacauan dan kesia-siaanlah yang akan terjadi.

(2). Bertindak bijak

1 Samuel 30:8  Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Orang bijak (Yun. froneemos) adalah orang-orang yang akan menimbang-nimbang terlebih dahulu apa yang akan dilakukannya. Apa tujuannya, seberapa besar daya dan upaya yang harus ia keluarkan untuk mencapai hasil yang terbaik, apa dampak yang mungkin akan terjadi apabila dilakukan, apakah mentalnya siap ataukah tidak atas hasil yang akan dicapai, dan lain-lain. Dan biasanya orang seperti ini tidak segan-segan mengkonsultasikan segala sesuatunya kepada orang lebih berpengalaman, bahkan terlebih kepada Tuhan.

Adalah lebih mudah bagi seseorang untuk datang bertanya kepada Tuhan dan bertanya apa yang ia harus lakukan saat ia memang tidak mengetahui apa-apa dan tidak memiliki apa-apa, dibandingkan dengan orang yang tahu banyak dan memiliki sumber daya yang memadai namun tetap datang dan bertanya kepada Tuhan. Daud adalah contoh seorang yang mengetahui banyak hal, memiliki kapabilitas yang mumpuni, sekaligus dikelilingi oleh orang-orang yang cakap di bidangnya, namun ia memilih untuk terlebih dulu datang dan bertanya kepada Tuhan untuk apa yang harus ia lakukan. Ia memilih untuk tidak tergesa-gesa melakukan segala sesuatu, karena ia tahu ketika Tuhan terlibat di dalamnya, maka hasilnya sudah pasti luar biasa dan Tuhan dimuliakan.

Mari umat Tuhan, beberapa minggu terakhir ini Tuhan sedang mengajar kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang bijak. Bijak dalam menghitung hari, yaitu dalam menggunakan waktu di dalam sisa hari-hari hidup kita, dan juga bijak di dalam bertindak.

Tuhan Yesus memberkati!

12 Juli 2015 – Ajar Kami Bertindak Benar

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>