Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Kita semua tentu paham dengan apa yang disebut pemeriksaan di laboratorium. Tujuan pemeriksaan laboratorium salah satunya adalah mendiagnosa penyakit dan memantau perkembangan pengobatan suatu jenis penyakit melalui pemeriksaan yang tepat. Untuk mendiagnosa penyakit diperlukan beberapa media pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik, radiologi (rontgen) dan atau pemeriksaan laboratorium. Sampel lab yang digunakan yang diambil dari pasien bisa berupa darah, air seni (urine), dahak dan sebagainya.

Setelah sampel lab diambil, biasanya pasien harus menunggu sekian lama sampai pihak laboratorium memberikan sebuah hasil. Hasil tes darah atau pemeriksaan laboratorium dapat memberikan gambaran tentang kesehatan tubuh kita. Bahkan, hampir dua-pertiga kondisi kesehatan tubuh kita bisa dilihat dari data hasil tes darah. Berdasarkan hasil tes tersebut barulah dokter dapat memutuskan tindakan apa selanjutnya yang harus dilakukan. Tidak ada orang yang melakukan pemeriksaan laboratorium tanpa ingin mengetahui hasilnya. Demikian pula halnya dengan Daud. Dalam Mazmur di atas Daud bertanya kepada Tuhan, minta ditunjukkan hasil “pemeriksaan” Tuhan atas dirinya.

Mazmur 139 adalah salah satu Mazmur luar biasa yang ditulis oleh Daud dimana Daud mengungkapkan tentang kemahatahuan Tuhan atas setiap tindakan yang kita ambil, setiap pemikiran yang kita renungkan, setiap tempat yang kita tuju, dan setiap perkataan yang kita ucapkan, bahkan Ia telah mengetahuinya sebelum kita mengatakannya. Kita tidak dapat menghindar dari Tuhan. Tidak ada tempat persembunyian yang tidak dapat Ia ketahui. Ia tahu setiap detail diri kita sejak kita masih berada di dalam kandungan. Jadi, Tuhan mengenali diri kita dengan rinci lebih dari kita mengenal diri kita sendiri. Pada-Nya telah tertulis sebuah kitab tentang sebuah rencana indah mengenai hidup kita. Pengetahuan yang demikian hebat membuat Daud dengan ketulusan hati datang kepada Tuhan memohon pemeriksaan menyeluruh tentang dirinya (complete and thorough self examination).

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Ketika kita mengetahui bahwa Tuhan kita adalah Allah yang Maha Tahu, yang mengenal setiap detail diri kita, bahkan tidak ada yang tersembunyi tentang diri kita di hadapan-Nya. Tuhan mau kita datang kepada-Nya seperti Daud yang datang kepada Tuhan memohon dirinya agar “diperiksa dan diselidiki” oleh Tuhan, dengan tujuan agar kita menyadari seberapa “sehat dan berfungsinya” setiap bagian tubuh rohani kita, mulai dari kepala hingga telapak kaki kita. Tujuan semua ini adalah agar langkah kaki kita tetap ada di jalur yang dikehendaki Tuhan (ayat 24).

Apa yang Daud minta kepada Tuhan guna memeriksakan dirinya?

(1). Memohon Tuhan menyelidiki dirinya dengan rinci

Maz.139:23 Selidikilah aku, ya Allah, …

Kata “menyelidiki” (Ibr.: chaqar) memiliki makna memohon untuk diperiksa seperti dokter yang sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh atas diri seseorang pasien. Kata “menyelidiki” yang dimohon Daud kepada Allah bukan sekedar seperti seorang pasien yang hanya diambil sampel darahnya lalu diperiksa melalui laboratorium saja, namun juga termasuk menjalani pemeriksaan rontgent untuk diteropong setiap bagian demi bagian dalam tubuhnya. Satu kata kunci yang dibutuhkan di dalam pemeriksaan ini adalah kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati sulit bagi seseorang untuk dapat sungguh-sungguh diselidiki oleh Tuhan.

Apa yang membuat Daud berkenan di hadapan Allahnya adalah karena kerendahan hatinya. Bayangkan, posisi Daud pada waktu itu adalah seorang raja yang dipercaya Tuhan untuk memerintah sebuah bangsa besar pilihan Tuhan. Rasanya cukup bagi Daud untuk merasa dirinya sangat berkenan di hadapan Tuhan. Namun Daud menyadari bahwa posisi yang demikian akan membuat ia akan selalu merasa benar dalam segala hal. Itulah sebabnya, ketika datang kepada Tuhan, ia tidak hanya sekedar mempersembahkan korban syukur dan pujian saja, namun juga memohon Tuhan untuk menyelidiki dirinya. Mulai dari ujung kepala hingga telapak kakinya.

(2). Memohon Tuhan menilai hatinya

Maz.139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, …

Orang bisa saja dibuat menjadi bingung ketika ada orang lain yang sengaja mengecoh dirinya melalui perbuatan-perbuatan yang tidak jujur. Namun ternyata perilaku seseorang pun dapat menjadi tidak tulus tanpa disadari ketika ia dikecohkan oleh hatinya sendiri. Merasa diri telah melakukan suatu perbuatan yang dirasa menyenangkan hati Tuhan, namun ternyata orang itu baru menyadari kemudian bahwa apa yang dilakukannya adalah mencari kepujian dari manusia. Kondisi ini tidak akan disadari sampai orang itu mau datang kepada Tuhan memohon Tuhan untuk menilai dan mengevaluasi hatinya.

Daud berkenan di hadapan Tuhan karena ia senantiasa memohon Tuhan mengevaluasi hatinya. Perbuatan yang dilakukannya mungkin sudah benar dan tepat, namun niat dan ketulusan hati bisa saja berkata lain. Itulah sebabnya, ia selalu memohon Tuhan untuk mengoreksi sampai ke kedalaman hatinya. Daud bukanlah seorang yang tanpa salah, namun hal menarik yang dimiliki Daud adalah sikap yang cepat menyadari kesalahannya. Ia seorang yang mudah untuk dikoreksi baik oleh Tuhan maupun oleh sesama. Kata kuncinya adalah kerendahan hati.

Mari umat Tuhan, perhatikanlah apa yang sedang Tuhan lakukan kepada kita saat ini. Ia sedang membawa kita makin hari makin berjalan dalam rencana-Nya. Semua itu dimulai ketika kita mau datang dan membiarkan diri kita diperiksa secara menyeluruh oleh Tuhan. Hati yang sehat membuat kita semakin akurat menangkap tuntunan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

12 Februari 2017 – Memeriksa Diri Sendiri Secara Keseluruhan

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>