Lukas 12:42  Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Yesus memakai perumpamaan tentang pengurus rumah untuk menggambarkan dua cara hidup yang mungkin dijalani para murid-Nya mengingat ketidakhadiran-Nya dan janji kedatangan-Nya. Mereka bisa memilih hidup setia dan taat, selalu berjaga-jaga dan siap secara rohani menyambut kedatangan Tuhan pada tiap saat, dan akan menerima berkat Tuannya. Tetapi mereka juga dapat bersikap acuh tak acuh dan berpikiran duniawi, percaya bahwa Tuhan akan menangguhkan kedatangan-Nya, tidak lagi melawan dosa dan meninggalkan jalan kesetiaan; kemudian mereka akan menerima hukuman Allah dan mewarisi kehinaan yang kekal dan kebinasaan pada saat kedatangan-Nya.

Di masa sekarang, jabatan seperti apakah seorang yang disebut “pengurus” itu? Banyak orang menafsirkan bahwa jabatan yang disebut “pengurus” hanyalah seorang kepala rumah tangga biasa, dimana tugasnya hanyalah memberi makan serta mengatur beberapa hamba di bawahnya untuk mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan kerapihan rumah tangga majikannya. Namun sesungguhnya, jabatan yang disebut “pengurus” atau “steward” itu merupakan jabatan yang mengandung arti yang sangat luas dan tinggi.

Jabatan “pengurus” atau “steward” (Yun.: oikonomos) adalah jabatan yang erat kaitannya dengan kepemimpinan, dimana di dalamnya tercakup tugas sebagai seorang bendahara pengatur keuangan, kepala atau pengatur sebuah ladang pertanian yang luas, pengawas kota, penilik di dalam sebuah organisasi. Alkitab mencatat jabatan-jabatan penting seperti bendahara istana, orang kepercayaan raja, pembantu yang dipercayakan untuk mencari jodoh bagi anak majikan, bahkan seorang pengurus dari kasih karunia Tuhan dipercayakan kepada seorang “steward” atau “oikonomos”, dan jabatan ini berbicara tentang tugas kita sebagai orang-orang percaya.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Bahwa banyak orang percaya yang tidak menyadari posisi mereka yang sesungguhnya di hadapan Tuhan, yaitu sebagai seorang  “pengurus” atau “steward” dalam setiap bidang kehidupan yang Tuhan percayakan. Banyak yang menyangka bahwa dirinya hanyalah seorang biasa yang tidak memiliki jabatan penting apa-apa di hadapan Tuhan. Padahal Tuhan menganggap bahwa setiap kita adalah seorang “pengurus” atau “steward” yang suatu hari Tuhan akan meminta pertanggung jawabannya.

Beberapa prinsip kepengurusan yang perlu kita ketahui berkaitan dengan pesan Tuhan ini, di antaranya:
(1). Kepengurusan jiwa-jiwa di dalam keluarga

Luk. 12:42  Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Semua yang Tuhan percayakan kepada kita adalah milik Tuhan, bukan milik kepunyaan kita. Kita hanyalah para pengelolanya saja, atau pengurusnya. Bagaimana dengan anggota keluarga kita? Milik siapakah mereka? Sekalipun kita berkata bahwa kitalah yang melahirkan anak-anak kita, namun tetap mereka adalah milik kepunyaan Tuhan yang sedang dipercayakan kepada kita. Tugas kita para orang tua adalah mengurus dan memberikan makanan kepada mereka pada waktunya. Adalah tanggung jawab kita untuk mempersiapkan anggota keluarga kita untuk menangkap rencana Tuhan dalam kehidupan mereka. Sesuatu yang kedengarannya mudah, namun tidak akan pernah tercapai apabila kita tidak pernah meluangkan waktu secara khusus hari lepas hari untuk mengajarkannya.

Hari-hari ini berbagai problema di dalam keluarga orang percaya banyak terjadi. Apapun jenis problema yang dihadapi, penyebabnya mengerucut kepada satu hal, yaitu hilangnya fungsi imam di dalam keluarga. Bukan karena ketiadaan sosok pria sebagai kepala di dalam keluarga, namun seringkali yang menjadi akar permasalahan adalah ketiadaan fungsi dari sang kepala keluarga tersebut yang seharusnya hadir dan mengajarkan nilai-nilai kerajaan Allah kepada para anggota keluarga. Inilah tugas seorang “steward” yang baik.

(2). Kepengurusan kuasa dan karunia yang Tuhan telah berikan

1 Pet. 4:10-11 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya, sesungguhnya tidak terlalu banyak tugas yang harus dilakukan mereka. Menurut Mat. 10:7-8, minimal ada tiga tugas utama yang harus dilakukan murid-murid setelah Yesus memberikan kuasa dan otoritas kepada mereka, yaitu memberitakan Injil Kerajaan Sorga, menyembuhkan orang sakit (termasuk di dalamnya: membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta), dan mengusir setan-setan. Tugas-tugas tersebut adalah tugas yang sama yang Tuhan percayakan juga kepada kita para murid Kristus untuk dilaksanakan di zaman sekarang yang modern ini.

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Tuhan mau kita mengaktifasikan kuasa, otoritas serta karunia-karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ada begitu banyak orang terbelenggu oleh berbagai jerat dan perangkap, yang rindu untuk dimerdekakan. Namun di zaman modern yang telah dipenuhi dengan berbagai penemuan yang serba canggih ini, seringkali kuasa Tuhan bukan sesuatu yang terlalu dicari oleh banyak orang. Kuasa Tuhan seolah-olah tenggelam atau nyaris tidak terdengar lagi. Adalah tugas kita, para pengurus yang baik dari kasih karunia Tuhan untuk kembali mengobarkan kuasa dan karunia yang Tuhan telah berikan.

Mari umat Tuhan, tangkap baik-baik apa yang menjadi pesan Tuhan bagi kita ini. Inilah saat dimana gereja Tuhan tampil sebagai solusi bagi banyak problema yang terjadi di sekeliling kita, termasuk problema di bangsa kita. Jadikanlah diri kita sebagai pengurus yang baik dari banyak hal yang Tuhan sesungguhnya sudah percayakan kepada kita untuk kita kelola.

Tuhan Yesus memberkati!

11 Desember 2016 – Menjadi Pengurus yang Baik (Good Steward)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>