Yohanes 4:50  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Saat mendengar bahwa Yesus baru kembali lagi ke Kana di Galilea, tempat Ia beberapa waktu sebelumnya melakukan mujizat pertama membuat air menjadi anggur, datanglah kepada-Nya seorang pegawai istana yang anaknya sedang sakit keras. Ia memohon dengan sangat agar Yesus segera datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang sudah hampir mati. Namun Yesus hanya menyuruh pegawai istana itu pergi sambil berkata bahwa anaknya hidup. Berbekal perkataan Yesus, maka percayalah orang tersebut lalu pulang. Di tengah perjalanan, ia bertemu para hambanya yang menyusul untuk mengabarkan bahwa anaknya itu telah sembuh. Ketika ditanya kapan tepatnya anak itu sembuh, para hambanya berkata bahwa kemarin tepat pukul satu. Pegawai istana teringat bahwa tepat pada saat itulah Yesus berkata bahwa anaknya sembuh.
Peristiwa luar biasa tentang sembuhnya anak pegawai istana itu bukan hanya tentang kuasa Tuhan Yesus yang tidak usah kita ragukan lagi, namun iman percaya yang dimiliki pegawai istana yang langsung percaya begitu saja ketika Yesus menyuruhnya pergi dan berkata bahwa anaknya hidup. Tidak ada keraguan sedikitpun yang timbul dari orang tersebut. Meskipun jarak dari Kana ke Kapernaum, tempat orang itu berasal, tidak terlalu dekat, namun dengan optimis ia segera pulang dengan satu keyakinan bahwa ketika pulang ia akan mendapatkan anaknya telah sembuh, dan benar saja, terjadilah seperti yang dikatakan Yesus.
Pesan Tuhan bagi kita minggu ini adalah taruhlah kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus, seperti kisah iman yang dimiliki pegawai istana tadi, supaya kita melihat hal-hal yang luar biasa terjadi di dalam kehidupan kita. Di dalam banyak kisah mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus, seringkali Yesus melibatkan orang-orang yang bukan Yahudi atau orang-orang yang belum percaya sama sekali sebagai contoh orang-orang yang mengalami mujizat karena besarnya iman percaya yang mereka taruh kepada pribadi Yesus. Hal ini sebetulnya untuk mengajarkan sekaligus menegur kita, orang-orang percaya di dalam Kristus yang seringkali malah tidak percaya atau tidak mau menggunakan iman, supaya juga memiliki iman seperti orang-orang tsb.
Tidak bisa disangkal bahwa setiap kita membutuhkan pertolongan dan mujizat dari Tuhan, entah mujizat kesembuhan, pemulihan rumah tangga dan keluarga, pemulihan ekonomi, terobosan dalam usaha, pekerjaan, pelayanan dan lain-lain. Diperlukan keterlibatan iman percaya kita di dalamnya untuk menghasilkan mujizat. Dan inilah cara iman itu bekerja:
a. Kita memiliki problema
b. Membawa problema tersebut kepada Yesus
c. Yesus memberikan perkataan-Nya atau firman-Nya kepada kita
d. Kita menerima dan percaya perkataan firman-Nya
e. Yesus mewujudkannya
Hari-hari ini bukankah Tuhan mau setiap kita penuh dengan perkataan firman-Nya? Iman hanya timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Kristus. Beriman berarti merendahkan diri kita untuk percaya akan setiap janji-Nya (Faith is humble trust in the promise of God).
Minimal ada empat alasan mengapa kita harus mempercayai Tuhan Yesus:

(1). Dia selalu sadar dan mengetahui (He is Concious)
Matius 6:8 . . . karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Seringkali kita sulit mengutarakan keinginan kita, di pihak lain, orang yang kita ajak bicara juga sulit memahami pesan kita dengan tepat seperti yang kita kehendaki.

Berbagai alasan dapat membuat manusia kurang menangkap maksud hati kita. Bahkan kerinduan Hana yang datang untuk berdoa di bait Allah, memohon agar dikaruniai seorang anak, ditangkap imam Eli sebagai perbuatan seseorang yang sedang dalam keadaan mabuk. Namun tidaklah demikian dengan Bapa di sorga. Meskipun manusia mengira Hana sedang mabuk anggur, namun Bapa melihat kesungguhan hati Hana akan seorang anak yang kelak akan dipersembahkan kepada Tuhan. Alangkah luar biasanya memiliki Tuhan yang Mahamengetahui yang kepada-Nya kita menaruhkan kepercayaan kita.
(2). Dia selalu memerhatikan (He is Concerned)
1 Petrus 5:7  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Kedekatan dua orang sahabat ataupun kesehatian sepasang anak kembar sekalipun tidak dapat dibandingkan dengan Yesus yang sanggup merasakan apa yang kita rasakan, bahkan Dia sanggup menggantikan posisi kita ketika hukuman akibat dosa seharusnya dijatuhkan atas kita. Tidak ada sahabat yang dapat menggantikan nyawa temannya akibat dosa yang dilakukannya. Dia adalah Tuhan yang sangat menyayangi dan memerhatikan kita. Segala pemasalahan kita menjadi permasalahan Dia juga. Jadi apapun persoalan yang kita hadapi, seburuk  apapun situasinya, atau penghadangan sebesar apapun yang ada, serahkanlah semua itu kepada Dia, karena Ia mampu menanganinya. Dia adalah imam besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, dan sama dengan kita, Ia juga telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibr. 4:15).
(3). Dia selalu konsisten (He is Consistent)
1 Kor 1:9  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Dia adalah Allah yang setia dimana kita dapat menggantungkan seluruh hidup kita dan memercayai-Nya tanpa ada keragu-raguan lagi. Dia tidak pernah berubah, bahwa apa yang Ia janjikan pasti Ia lakukan sesuai dengan perkataan-Nya. Mungkin kita sering menemui orang yang tidak konsisten antara apa yang dikatakan dengan yang  dilakukannya, tetapi jangan kuatir tentang Yesus. Apa yang Ia katakan, maka itulah yang akan Ia lakukan. Apa yang Ia janjikan, itu pula yang akan Ia genapi. Yang diperlukan sebetulnya adalah konsistensi iman kita dalam memercayai-Nya. Seringkali didapati umat-umat yang sebentar percaya, sebentar ragu, sebentar cari pertolongan alternatif, sebentar kecewa, dan lain sebagainya.
(4). Dia adalah Allah yang mampu (He is Capable)
Ef. 3:20  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Inilah jaminan bagi kita bahwa tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan kita. Ia adalah Allah yang kekal dari selama-lamanya dan sampai selama-lamanya, yang sudah membuktikan bahwa kuasa-Nya mampu menciptakan dunia dan segala isinya termasuk kita, bahkan Alkitab mencatat kalau semua perbuatan ajaib-Nya harus dituliskan satu persatu, maka dunia ini tidak akan dapat memuatnya. Meskipun kadang Ia memutuskan untuk tidak mengabulkan permintaan kita, namun itu bukan berarti Ia tidak mampu melakukannya. Ia hanya punya cara lain yang lebih baik dan yang lebih dahsyat tentunya untuk Ia lakukan. Ingatlah bahwa Dia adalah Allah El Shaddai.
Mari umat Tuhan, setelah firman demi firman Tuhan Yesus berikan dengan penuh kesetiaan kepada kita dan setelah mengetahui lebih lagi akan kehebatan pribadi-Nya, kini saatnya bagi kita untuk menaruh lebih lagi iman percaya kita kepada-Nya dan yakinlah bahwa kita akan melihat perkara-perkara yang lebih besar lagi yang akan Dia lakukan dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati!

10 Februari 2013 – Menaruh Kepercayaan Kepada Tuhan (Teachable Spirit Bag. 4)

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>