Markus 9: 41 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Sebelum Yesus membuat pernyataan tentang secangkir air sejuk ini, kurang lebih tiga kali Alkitab mencatat tentang perdebatan dan sungut-sungut yang terjadi di antara murid-murid Yesus. Yang pertama adalah ketika murid-murid berdebat dengan para ahli Taurat. Memang tidak diceritakan persis tentang apa yang mereka perdebatkan, namun yang pasti mereka mempermasalahkan tentang apa yang telah dilakukan oleh para murid. Peristiwa kedua tercatat tentang murid-murid yang berdebat satu dengan yang lain tentang siapa yang terbesar di antara mereka sendiri. Dan yang ketiga adalah bagaimana murid-murid protes kepada Yesus tentang adanya orang-orang yang menyembuhkan orang lain dengan menggunakan nama Yesus.

Dalam kejadian pertama, daripada ikut bergabung bersama dengan murid-murid-Nya berdebat dengan para ahli Taurat, Yesus pergi menyembuhkan seorang anak kecil. Di dalam perkara yang kedua, ketika murid-murid berdebat satu dengan yang lain, Yesus malah membawa seorang anak kecil ke tengah-tengah para murid dan mengatakan bahwa barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, ia harus menjadi seperti seorang anak kecil. Dan yang ketiga, barulah Yesus memberikan penjelasan tentang secangkir air sejuk kepada para murid.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa banyak orang-orang percaya yang lebih banyak menggunakan waktu-waktunya untuk menggerutu dan menyalahkan sana sini untuk apa yang terjadi di sekeliling mereka dan di seputar kehidupan mereka, daripada meluangkan waktu untuk melayani sebagai garam dan terang bagi dunia. Memang lebih mudah untuk melakukan hal demikian. Tidak mengeluarkan biaya apa-apa, namun juga tidak mengubahkan apa-apa pula. Banyak waktu-waktu yang telah dibuang untuk hal-hal yang percuma, seperti ketika murid-murid memperdebatkan siapa yang terbesar di antara mereka agar bisa dilayani.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu ini. Tuhan mau agar kita mulai sekarang menjadi “secangkir air sejuk” bagi sekeliling kita. Kekristenan kita tidaklah diukur dari seberapa air yang dapat kita tampung, melainkan diukur dari seberapa air yang dapat kita bagikan. Dan untuk membagikannya tidaklah dibutuhkan air yang berlimpah-limpah, namun dimulai dari secangkir air. Karena di mata Tuhan, secangkir air sejuk saja begitu bernilai.

Hal-hal apa saja yang dimaksud dengan memberikan secangkir air sejuk?
(1). Melayani sesama

Mar. 9: 35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Injil Matius 10: 42 mencatat hal yang lebih detail tentang perkataan Yesus dalam memberikan secangkir air. Ia menuliskannya “secangkir air sejuk” (air dingin). Perkataan tersebut memiliki nilai lebih, karena untuk seseorang mendapatkan air sejuk biasanya ia harus pergi menimba air terlebih dahulu ke dalam sebuah sumur. Artinya sebelum orang tersebut membagikan air, ia harus melakukan pekerjaan ekstra (extra mile) dengan mencari sumur, menimba airnya terlebih dahulu, lalu baru pergi untuk memberikannya kepada orang lain. Dan hal ini tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan.

Seseorang harus rela mengorbankan waktunya, tenaganya, bahkan kadang mengorbankan harga dirinya untuk memperoleh air yang dimaksud. Yesus tidak semata-mata melihat seberapa banyak air yang dibagikan, melainkan Ia melihat seberapa usaha dan kasih yang orang itu lakukan untuk sesamanya. Secangkir air adalah jumlah yang relatif. Sebagian orang berkata bahwa ukuran satu cangkir adalah sedikit, namun bagi orang yang membutuhkan setetes air sejuk di tengah kehausannya, satu cangkir adalah sesuatu yang sangat berarti. “Satu cangkir air” tidaklah selalu diartikan sebagai pemberian berupa materi, namun bisa berbicara banyak hal, seperti: memberikan kata-kata kekuatan, nasihat, bantuan tenaga, kehadiran di dalam kesesakan, dan lain-lain.

(2). Memberitakan kabar sukacita

Yoh. 4: 28 “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:”

Ketika perempuan Samaria ditawarkan air hidup oleh Yesus, awalnya ia mengira bahwa air yang dimaksud adalah air biasa. Namun ketika ia mengetahui dan mengalaminya sendiri bahwa air yang dimaksud itu adalah air kehidupan yang diperoleh bagi mereka yang percaya dan membuka hatinya kepada Yesus sebagai Mesias, maka perempuan itu segera meninggalkan tempayannya. Ia pergi ke kotanya dan segera menemui orang-orang dan mengabarkan bahwa ia telah bertemu dengan Sang Mesias. Kontan, kabar ini menuai respon yang luar biasa dari orang-orang di kotanya untuk segera menemui Yesus dan mengalaminya sendiri.

Apa yang membuat perempuan ini segera pergi dan memberitakan kabar sukacita kepada orang-orang? Karena ia baru saja mengalami sebuah pengalaman yang luar biasa, yaitu memperoleh air sejuk kehidupan yang menjadi mata air dalam dirinya yang selama ini ia rindukan. Orang yang sudah mengalaminya biasanya tidak dapat berdiam diri. Ia pasti akan melakukan seperti yang dilakukan oleh perempuan Samaria tersebut. Ada luapan air yang ia ingin segera bagikan kembali kepada orang lain. Ia pernah mengetahui apa arti kekeringan dalam hidupnya, maka iapun rindu mengalirkannya kembali. Bagaimana dengan kita?

Mari jemaat Tuhan, satu cangkir air mungkin terasa sedikit bagi kita yang sudah terbiasa menikmatinya. Namun bagi orang lain, satu cangkir air adalah sesuatu yang sangat bernilai. Dan bukan saja bernilai di mata orang-orang, namun juga bernilai di mata Tuhan. Mari, bagikanlah minimal “satu cangkir air sejuk” setiap hari dimanapun ketika kita berjumpa dengan orang-orang. Mereka membutuhkannya.

Tuhan Yesus memberkati!

08 November 2015 – Memberikan Secangkir Air Sejuk

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>