Roma 12: 1- 2 (1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
(2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kata “karena itu” menjelaskan kepada kita, bahwa oleh karena kemurahan Allah yang begitu luar biasa atas kita, seperti: kita telah dibenarkan oleh iman (Rom. 4: 1), telah diperdamaikan oleh Allah (Rom. 5: 1), dibenarkan oleh Allah (Rom. 5: 12), kita yang mati karena dosa, namun dibangkitkan ke dalam hidup yang baru (Rom. 6: 1), dll., maka rasul Paulus mendesak agar kita sebagai orang-orang yang sudah menikmati kemurahan demi kemurahan Allah tersebut, sepatutnya memiliki cara hidup yang semestinya pula di hadapan Tuhan. Bahwa tubuh yang kita miliki ini adalah sudah bukan milik kita lagi, tetapi milik Yesus yang sudah rela mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. 1 Kor. 6: 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ayat Roma 12 di atas merupakan pesan Tuhan bagi kita, bahwa sebagai umat Tuhan ciptaan yang baru, kita sepenuhnya sudah menjadi milik Yesus, oleh sebab itu, setiap bagian demi bagian dari tubuh kita harus dipakai sebagai alat kemuliaan Tuhan. Karena ketika salah satu bagian tidak digunakan untuk memuliakan Tuhan, maka sesungguhnya sudah merupakan suatu celah bagi si musuh untuk masuk dan mendudukinya. Ingat, pesan Tuhan minggu lalu, bahwa masih adanya benteng-benteng musuh yang menduduki kehidupan sebagian dari kita, dan itu harus segera dirobohkan.

Dua hal yang harus kita lakukan:
(1). Persembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup (ay. 1).

Paulus sedang tidak memerintahkan kita untuk memberikan tubuh kita sebagai korban sembelihan seperti yang kerap dilakukan di jaman Perjanjian Lama (PL) lagi, karena kita tahu bahwa Yesus telah melakukan semuanya itu di atas kayu salib bagi kita sekali dan untuk selama-lamanya. Paulus mengajarkan kita untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan artinya Tuhan tidak mau tubuh kita digunakan untuk melakukan dosa lagi, melainkan untuk menjalani suatu kehidupan yang kudus.
Rom. 6: 12- 13 (12) Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (13) Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Karena dosa sudah dikalahkan, maka kita harus senantiasa menentang usahanya untuk berkuasa kembali. Karena dosa berusaha memerintah kembali melalui keinginan-keinginan tubuh, maka keinginan tersebut harus dilawan dengan iman kepada Kristus, menolak untuk menyerahkan anggota tubuh kita kepada dosa, dan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Dalam arti kata lain, tubuh kita sekarang adalah senjata kebenaran, maka gaya hidup kita saat ini harus menunjukkan bahwa kita adalah warga Kerajaan Allah, artinya biarlah orang-orang mengenali siapa kita sebagai anak-anak Tuhan melalui cara hidup kita. Itulah yang dinamakan mempersembahkan tubuh kepada Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ingat, bahwa kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, tubuh kita didisain sesungguhnya untuk melakukan firman dan kehendak Allah.

(2). Jangan menjadi serupa dengan dunia, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi (ay. 2).  (Transformed not conformed!)

Paulus mengajarkan kita, sebagai umat ciptaan yang baru, untuk sunguh-sungguh mengalami perubahan total dan radikal dalam semua aspek, dimulai dari pikiran. Kata “berubahlah” sesungguhnya mengacu pada perubahan seekor ulat yang berubah bentuk menjadi seekor kupu-kupu, inilah yang dinamakan proses metamorphosa (berubah menjadi bentuk yang lain), suatu perubahan yang permanen dimana dari seekor kupu-kupu tidak bisa kembali lagi menjadi ulat.

Firman Tuhan di atas mengingatkan kita agar jangan hanya puas dengan perubahan sementara. Seringkali umat Tuhan puas dengan tahap “conformed“, yaitu serupa mengikuti situasi dimana ia berada saat itu. Ketika dunia ramai-ramai melakukan sesuatu hal, maka dengan mudah ia bertindak yang sama dengan apa yang dunia lakukan, sedangkan kita tahu bahwa prinsip dunia bertentangan dengan prinsip Kerajaan Sorga, persahabatan dunia merupakan permusuhan dengan Tuhan.

Yang Tuhan kehendaki adalah perubahan yang dinamakan “transformed/transformasi”, yaitu perubahan yang bukan hanya sekedar permanen, namun perubahan yang mewarnai/mempengaruhi dunia, seperti indahnya seekor kupu-kupu. Namun semua perubahan tersebut dimulai dari perubahan pola pikir (ay. 2. …tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…). Pola pikir yang terbuka akan semua prinsip dunia membuat terjadinya “benteng-benteng” dalam pemikiran orang percaya, sehingga sulit untuk menerima dan mencerna setiap kebenaran firman yang didengarnya.

Langkah-langkah untuk mengalami transformasi antara lain:
a. Menyadari bahwa transformasi dapat terjadi hanya dengan melibatkan Tuhan, bukan dengan kekuatan diri sendiri (Rom. 7: 15- 25)
b. Menangkap tujuan Tuhan dalam hidup kita, yaitu menjadi seperti Kristus dan hidup seperti Kristus (to be like Christ, to live like Christ).
c. Mencari perkara yang di atas (Kol. 3: 1- 2, NKJV: men-set pikiran kita dengan perkara-perkara dimana Kristus berada): membangun hubungan dengan Tuhan lewat doa, firman dan persekutuan dengan orang-orang yang tepat (orang-orang yang dapat membangun rohani kita).
d. Memikirkan hal-hal yang berasal dari Roh Kudus dan mau dituntun Roh Kudus (Rom. 8: 5).

Mari umat Tuhan, inilah saatnya untuk mengalami transformasi total di dalam kehidupan kita, yaitu hidup yang memberi pengaruh Kerajaan Sorga di manapun kita berada, hidup yang menikmati janji-janji Tuhan tanpa ada benteng-benteng yang dapat menghalangi lagi, sehingga kita sungguh dapat mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan dan dapat menangkap kehendak Tuhan, apa yang baik, apa yang berkenan kepada Tuhan, dan apa yang sempurna.

Tuhan Yesus memberkati!

 

08 Jan 2012 – Persembahkan Tubuhmu

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>