1 Petrus 2:9-10  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Petrus mengirim surat ini kepada orang-orang pendatang yang tersebar di seluruh propinsi Asia Kecil Kekaisaran Romawi. Beberapa di antara mereka mungkin adalah orang-orang yang telah bertobat, yang menanggapi kotbahnya pada hari Pentakosta dan yang kemudian kembali ke kotanya masing-masing dengan iman yang baru. Orang-orang ini oleh rasul Petrus disebut sebagai pendatang dan perantau dengan maksud untuk mengingatkan bahwa keberadaan mereka sebagai orang percaya di dunia ini adalah sementara, ditambah pula bahwa mereka tinggal di dunia yang membenci Yesus, sehingga tidak tertutup kemungkinan mereka akan mengalami aniaya.

Untuk itulah rasul Petrus mendorong mereka sebagai orang percaya untuk tidak menjadi takut, bahkan diingatkan kembali tentang eksistensi dan jati diri mereka sesungguhnya di dalam Kristus dan tugas apa yang harus dikerjakan selama keberadaan mereka di bumi ini. Itulah sebabnya, ia mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya mereka memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.

Sebagai bangsa yang terpilih, karena bukan kita yang memilih Tuhan, melainkan Tuhan yang telah memilih kita sebagai alat untuk melakukan hal-hal yang diingini-Nya, bukan hal-hal yang kita diingini. Sebutan-sebutan yang terhormat ini sedianya diberikan kepada bangsa Israel, namun karena ketidaktaatan Israel, maka sekarang sebutan-sebutan tersebut diberikan kepada kita gereja-Nya. Sebagai imamat yang rajani berarti bahwa setiap orang percaya mempunyai hak masuk kepada Allah, tanpa harus melalui perantaraan lagi. Sebagai bangsa yang kudus, kita telah dipilih untuk menjadi berbeda dari orang-orang lain. Perbedaan itu terletak pada fakta bahwa hidup kita telah didedikasikan pada kehendak Allah dan pada pekerjaan-Nya. Dan sebagai umat kepunyaan-Nya, kita menjadi sedemikian penting karena kita telah menjadi milik Allah Bapa sendiri. Segala sesuatu menjadi penting dan berharga apabila hal itu merupakan milik dari pribadi yang sangat penting.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita, bahwa sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh kematian Yesus di atas kayu salib, kita saat ini harus memiliki cara pandang yang benar

Ia telah mempersiapkan kita sejak semula. Sebuah alat diciptakan oleh pemiliknya dengan tujuan agar alat tersebut efektif berfungsi tepat seperti yang dikehendakinya. Kita, gereja Tuhan, diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa, bahkan lewat sebuah karya penebusan yang sangat mahal, agar berfungsi secara efektif sebagai gereja yang Tuhan kehendaki.

Apa saja fungsi-fungsi yang harus kita lakukan sebagai gereja-Nya?
(1). Memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia

1 Petrus 2: 9 . . . supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Keberhasilan sebuah produk yang berhasil akan membawa kemashyuran nama perusahaan pembuatnya atau nama pemiliknya. Banyak produk rumah tangga yang biasa kita gunakan sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari nama perusahaan pembuatnya. Bahkan beberapa produk yang kita gunakan lebih dikenal dengan nama pabrik pembuatnya dari pada nama alatnya sendiri. Bagaimana dengan kita sebagai gereja Tuhan? Apakah perbuatan kita telah membuat mahsyur nama Pencipta kita?

Memasuki tahun 2015 ini, secara khusus Tuhan telah memberikan visi-Nya kepada kita untuk memberitakan kabar baik bahwa di dalam Kristus ada keselamatan. Kita tidak disuruh memberitakan sesuatu yang sudah dimiliki orang lain di dalam nama yang lain. Firman Tuhan jelas sekali mengatakan bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang olehnya seseorang dapat diselamatkan selain di dalam nama Yesus Kristus. Adalah tugas kita untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

“Kegelapan” menunjuk kepada ketidaktahuan, kebodohan, kesalahan, kesengsaraan, dosa, keadaan tanpa harapan; sedangkan “terang” menunjuk kepada kebenaran, keselamatan, kemurnian, sukacita, dan sebagainya. Kita bisa melihat sendiri betapa banyaknya orang yang masih hidup dalam kondisi kegelapan tersebut dan adalah tugas kita untuk memperkenalkan Kristus kepada mereka.

(2). Membangun hubungan antara tubuh dengan Kepalanya

Ef. 1:22-23  Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Makna kata gereja atau “Ekklesia” bukanlah mengacu kepada keberadaan sebuah gedung atau bangunan, melainkan kepada sekumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Kumpulan orang-orang ini digambarkan sebagai sebuah bangun tubuh manusia, dimana gereja adalah bagian “tubuhnya”, dan Yesus Kristus sebagai “Kepalanya.” Jadi, arti lain dari gereja adalah orang-orang yang memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus, seperti anggota tubuh yang senantiasa terhubung dengan bagian kepalanya. Dan melalui keterhubungan tubuh dan Kepala itulah maka seorang pemercaya dapat mengalami kepenuhan-Nya.

Orang yang mengalami kepenuhan Kristus akan dapat merepresentasikan pribadi yang memenuhinya, dapat menangkap maksud dan isi hati Tuhan dan senantiasa menerima aliran-aliran air hidup. Orang yang senantiasa menerima aliran-aliran air hidup tersebut akan dapat dengan mudah mengalirkannya kembali. Ingat akan kisah Perempuan dari Samaria yang memiliki masa lalu yang demikian parah, namun ketika ia berjumpa dengan Yesus dan menjadikan Yesus sebagai sumber aliran air hidup di dalam dirinya, maka lihatlah apa yang dilakukannya kemudian. Ia pergi keluar dan mulai membagikan “aliran-aliran air” kepada orang-orang di kotanya.

Mari umat Tuhan, kembali kita menangkap pesan Tuhan tentang keberadaan gereja-Nya. Tuhan rindu agar gereja-Nya melakukan fungsi sebagaimana seharusnya seperti yang telah Ia rancangkan dari semula, sekalipun Ia harus melakukannya melalui sebuah proses penebusan di atas kayu salib, dan melalui kuasa kebangkitan-Nyalah kita dimampukan untuk melakukannya.

Tuhan Yesus memberkati!

05 April 2015 – Ekklesia

| Warta Jemaat | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>